EDUKASI DAN SOSIALISASI PEREMPUAN BERDAYA LINGKUNGAN DAN EKONOMI DI BANK SAMPAH GONDANGAN SEJAHTERA
Abstract
ABSTRAK
Di tingkat provinsi, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tantangan operasional dan kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat. Pemerintah Daerah DIY telah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap persoalan sampah, dengan menekankan pada prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). Hal tersebut juga berperan sebagai strategi utama untuk menurunkan beban TPA dan meningkatkan praktik pengelolaan berbasis masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan program lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Perempuan Berdaya Lingkungan dan Ekonomi di Bank Sampah Gondangan Sejahtera” hadir sebagai bentuk nyata dari sinergi antara kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini bertujuan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan daur ulang, serta penguatan nilai ekonomi melalui sistem tabungan dan produksi berbasis limbah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan berbasis edukasi dan sosialiasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan hasil pretest-post-test, serta kuisoner. Jenis sampah yang terbanyak yaitu plastik sejumlah 87,30% dan kertas 92,70%. Sedangkan sampah organik paling sedikit dikumpulkan ke Bank Sampah dikarenkan nasabah dihimbau untuk mengolah secara mandiri sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dikaryakan menjadi sirkular ekonomi sehingga perempuan dapat berdaya ekonomi dan lingkungan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan antusias. Para peserta memberikan tiga pertanyaan mengenai tips pengolahan sampah organik di rumah terutama nasi basah. Kemudian narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Rata-rata hasil pretest yaitu 54,53% dan hasil post-test 86,67%, dengan peningkatan 32,13%. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi dan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengurus Bank Sampah Gondangan Sejahtera.
Kata kunci: Bank Sampah, Peran Perempuan, Ekonomi, Lingkungan.
ABSTRACT
At the provincial level, waste management in the Special Region of Yogyakarta (DIY) shows operational challenges and the need to increase community participation. The Yogyakarta Regional Government has encouraged the implementation of the circular economy as a solution to the waste problem, by emphasizing the 5R principle (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). It also serves as a key strategy to reduce the burden on landfills and improve community-based management practices. This condition confirms the importance of sustainable local educational interventions and programs. In this context, the activity "Education and Socialization of Women with Environmental and Economic Empowered at the Gondangan Sejahtera Waste Bank" is present as a tangible form of synergy between environmental awareness and women's economic empowerment. This program aims to increase women's capacity in household waste management, recycling training, and strengthen economic value through a waste-based savings and production system. This activity was carried out with an education-based and socialization-based counseling method. Primary data were obtained through direct observation, in-depth interviews, and pretest-post-test results, as well as questionnaires. The most types of waste are plastic at 87.30% and paper at 92.70%. Meanwhile, the least organic waste is collected at the Waste Bank, and customers are encouraged to process organic waste independently. This shows that inorganic waste can be made into a circular economy so that women can be economically and environmentally empowered. This community service activity ran smoothly and enthusiastically. The participants gave three questions regarding tips for processing organic waste at home, especially wet rice. Then the resource person can answer the question well. The average pretest result was 54.53% and post-test result was 86.67%, with an increase of 32.13%. This proves that this education and socialization can increase the knowledge of the management of the Gondangan Sejahtera Waste Bank.
Keywords: Waste Banks, Women's Role, Economy, Environment.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amaliah, F. N. (2020). Peran Pengelola Bank Sampah Ramah Lingkungan (RAMLI) dalam Pemberdayaan Masyarakat di Perumahan Graha Indah Kota Samarinda. Jurnal CSR, Pendidikan, Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 18–22.
Jaya, R. K., & Machdum, S. V. (2021). Manfaat Pemberdayaan yang Dilakukan Bank Sampah Induk di Kota Bandung. Empati : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(2), 126–134. https://doi.org/10.15408/empati
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2025). Data Timbulan Sampah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2020-2024. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. https://sipsn.kemenlh.go.id/sipsn/public/data/timbulan
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Republik Indonesia. (2024). National Roadmap & Action Plan Circular Economy Indonesia 2025 – 2045. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Republik Indonesia.
Laksono, G. E., Ningrum, A. M., Setyowati, P. R., & Wafiroh, A. I. (2025). Waste Sadaqah Movement in Indonesia: Socio-Religious Analysis and Its Implications for Environmental Management. ICODEV: Indonesian Community Development Journal−, 6(1), 9–22.
Maulani, S., Sari, D. Y., & Rahmawati, R. (2025). Komunitas Bank Sampah Dalam Mengedukasi Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini. YAA Bunyya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 1–12. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/25243%0Ahttps://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/download/25243/11982
Oktavianingtyas, E. R., Desmawati, L., & Lorentha, A. F. (2024). Pemberdayaan Perempuan Melalui Bank Sampah Anugrah Untuk Menambah Penghasilan Keluarga Di Kelurahan Siwalan Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5), 297–307.
Ramadhan, M. A. (2016). Perbandingan Efektivitas Bank Sampah di Kota Bandung Dan Kota Yogyakarta. Jurnal INERSIA, XII(1), 85–90.
Sa’diah, H. (2024). Green Job Dan Kesetaraan Bagi Perempuan Dalam Green Economy. Megashift FisipolUGM, 3(3).
Safitri, M. M., & Darmawan, D. (2024). Ekonomi Hijau: Inovasi Bank Sampah Untuk Mengembangkan Potensi Ekonomi Dan Upaya Dalam Menjaga Lingkungan Di Kawasan Pesisir Selatan Yogyakarta. Buletin Ekonomika Pembangunan, 5(1). https://doi.org/10.21107/bep.v5i1.25332
Setyawati, E. Y., & Priyo Siswanto, R. S. H. (2020). Partisipasi Perempuan dalam Pengelolaan Sampah yang Bernilai Ekonomi dan Berbasis Kearifan Lokal. JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL, 1(2), 55–65. https://doi.org/10.34312/jgej.v1i2.6899
Setyowati, P. R., Fallo, T., & Laksono, G. E. (2024). Urgency And Strategy of Waste Management on Natural Tourism Areas in Indonesia: Literature Review. Quantitative Economic Journal, 13(2), 1–15. https://doi.org/10.31857/s0320930x20040088
Setyowati, P. R., Ginting, F. A., Fallo, T., & Sudira, A. (2025). Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Perempuan : Peran Bank Sampah Gondangan Sejahtera dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 6(2), 71–92.
Supples, C., Marigo, M., Phillips, L., Recondo, V., Raine, P., & Legigand, A. (2024). Gender Equality, Women’s Empowerment, And Leadership. United Nations Development Programme.
Windiani, Cahayati, N., & Camel, A. (2025). Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Sampah Domestik : Perspektif. Indonesian Journal of Development Studies, 4(1), 107–131.
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.36622
Refbacks
- There are currently no refbacks.
