PENGUATAN EKONOMI DESA BERBASIS KOLABORASI FISKAL: TRANSFORMASI EKONOMI DESA KALIMANGGIS KULON MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PENGUATAN KAPASITAS GENERASI BERDAYA SAING
Abstract
ABSTRAK
Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses informasi ekonomi menjadi hambatan utama transformasi ekonomi di pedesaan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Desa Kalimanggis Kulon melalui edukasi literasi keuangan dan penguatan karakter generasi muda yang berdaya saing. Metode yang digunakan adalah Community Development dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang meliputi penyuluhan strategi ekonomi serta aktivasi infrastruktur literasi berupa peresmian “Pojok Baca” di setiap dusun. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, anggota Karang Taruna, dan generasi muda. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman manajemen keuangan seluruh 40 peserta, dari rerata skor 45% (pre-test) menjadi 85% (post-test), atau peningkatan sebesar 40 poin persentase. Temuan pengabdian ini merumuskan Model Literasi Integratif-Spasial, di mana penguatan ekonomi berbasis pengetahuan dilakukan melalui pemerataan akses informasi fisik yang dekat dengan pemukiman warga. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sinergi antara edukasi terstruktur dan penyediaan fasilitas literasi mampu mengubah paradigma ekonomi masyarakat dari konvensional menjadi lebih akuntabel dan berdaya saing. Program ini merekomendasikan adanya keberlanjutan melalui digitalisasi keuangan untuk memperluas akses pasar dan modal bagi pelaku ekonomi desa.
Kata kunci: Desa Cerdas; Generasi Berdaya Saing; Kalimanggis Kulon; Literasi Keuangan; Pojok Baca.
ABSTRACT
Low financial literacy and limited access to economic information are the main obstacles to economic transformation in rural areas. This community service aims to increase the economic capacity of the Kalimanggis Kulon Village community through financial literacy education and strengthening the character of a competitive younger generation. The method used is Community Development with an educative-participatory approach, which includes counseling on economic strategies and activating literacy infrastructure through the inauguration of “Reading Corners” in each hamlet. The activity involved 40 participants comprising village officials, local MSME actors, Karang Taruna members, and young people. Evaluation using pre-test and post-test instruments showed a significant increase in all 40 participants’ understanding of financial management, from an average score of 45% (pre-test) to 85% (post-test), representing an increase of 40 percentage points. The findings of this study formulate an Integrative-Spatial Literacy Model, where knowledge-based economic strengthening is carried out through equalizing access to physical information close to residential areas. The conclusion is that synergy between structured education and the provision of literacy facilities can change the community’s economic paradigm from conventional to more accountable and competitive. This program recommends sustainability through financial digitalization to expand market and capital access for village economic actors.
Keywords: Competitive Generation; Financial Literacy; Kalimanggis Kulon; Reading Corner; Smart Village.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahammi, I. S., Sari, R. P., & Wijaya, A. (2025). Optimalisasi Literasi Keuangan melalui Program Pengabdian di Desa untuk Peningkatan Kinerja UMKM. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(1), 112–126.
Apriliani, R., Nurhayati, N., & Purnama, D. (2021). Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Badan Usaha Milik Desa Di Kabupaten Kuningan. Tirtayasa Ekonomika, 16(1), 123–135.
Ayuningtyas, M. P., & Utomo, R. B. (2023). Peningkatan Literasi Keuangan dan Pembukuan Digital pada UMKM di Desa. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 3(4), 1015–1025.
Hamzah, A., Nurhayati, N., & Purnama, D. (2024a). Ekonomi Desa: Strategi Pemberdayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Al-Mikraj Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 11(2), 301–315.
Hamzah, A., Nurhayati, N., & Purnama, D. (2024b). Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga Di Era Digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 210–225.
Huda, N., & Santoso, B. (2024). Model Pendampingan Literasi Keuangan Syariah bagi Masyarakat Agribisnis. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 4(1), 210–222.
Kasmir. (2022). Manajemen Keuangan. Raja Grafindo Persada.
Lestari, S. (2022). Analisis Dampak Pojok Literasi terhadap Kapasitas Inovasi Generasi Muda di Wilayah Perdesaan. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis, 10(3), 210–215.
Nurhayati, N. (2021). Pemberdayaan Masyarakat melalui Creation of Enterprises Formation of Entrepreneurs (CEFE) sebagai upaya Menghadapi Dampak Ekonomi. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNIKU, 2(2), 88–97.
Nurhayati, N., & Lubis, E. F. (2024). Pengaruh Literasi Keuangan dan Financial Technology Terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Journal of Business and Economics Research (JBE), 5(1), 12–25.
Pratama, A. R., & Hidayat, M. (2023). Pemberdayaan Karang Taruna dalam Penguatan Ekonomi Kreatif di Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Iptek, 9(1), 56–68.
Putri, A. S., Rahmawati, E., & Setiawan, B. (2021). Peran Literasi Informasi terhadap Minat Berwirausaha Masyarakat Desa. Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, Dan KearsipanJurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, Dan Kearsipan, 23(2), 145–158.
Saraswati, D., & Mulyono, H. (2022). Strategi Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM. Jurnal Inovasi Ekonomi, 7(2), 89–102.
Soleh, A. (2020). Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wijaya, K., & Kusuma, H. (2025). Transformasi Desa Cerdas melalui Integrasi Pendidikan Ekonomi dan Budaya Lokal. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 21(1), 34–48.
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v5i1.38635
Refbacks
- There are currently no refbacks.
