DIGITALISASI EDUKASI EKOSISTEM PESISIR MELALUI MEDIA KREATIF
Abstract
ABSTRAK
Ekosistem pesisir menghadapi ancaman degradasi serius akibat penumpukan sampah plastik dan kerusakan mangrove. Keberlanjutan kawasan ini sangat bergantung pada literasi lingkungan generasi muda, namun metode edukasi konvensional dinilai kurang optimal, sehingga inovasi pembelajaran digital sangat krusial. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan anak pesisir sejak dini, sekaligus memberdayakan komunitas mitra (Cemara Eco Green Mangrove Society) melalui penguatan teknis tata kelola media edukasi guna mentransformasi peran relawan menjadi inisiator penggerak serta dan memperkuat kapasitas komunitas mitra dalam memproduksi media edukasi kreatif. Permasalahan utama di Dusun Cemara, Lombok Barat, adalah lebih dari 70% siswa belum memahami fungsi mangrove dan bahaya plastik, serta ketiadaan media edukasi digital adaptif berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan menggunakan Project-Based Learning (PjBL) yang mencakup koordinasi sosialisasi, pengembangan aplikasi luring tiga bahasa berbasis Android, pelatihan literasi digital, dan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Program yang melibatkan 90 partisipan (75 anak dan 15 relawan guru) ini berhasil memenuhi target kuantitatif dan kualitatif. Pertama, capaian kognitif anak melonjak dari rerata 42,5 pada tes awal menjadi 70,0 pada tes akhir dengan perolehan nilai N gain 0,48 kategori sedang. Kedua, kapasitas kelembagaan komunitas mitra sukses bertransformasi menjadi tinggi, ditandai kecakapan relawan memproduksi aplikasi interaktif dan video animasi secara mandiri. Luaran program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs pilar pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pelestarian ekosistem lautan (SDG 14). Program ini juga berhasil meningkatkan tingkat keberdayaan manajemen komunitas secara signifikan. Melalui integrasi teknologi dan pemberdayaan ini, luaran program berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pelestarian ekosistem lautan (SDG 14).
Kata kunci: Edukasi Digital; Ekosistem Pesisir; Konservasi Mangrove, Literasi Lingkungan; Pemberdayaan Komunitas.
ABSTRACT
Coastal ecosystems face serious degradation threats due to plastic waste accumulation and mangrove damage. The sustainability of this region heavily depends on the environmental literacy of the younger generation. However, conventional educational methods are deemed suboptimal, making digital learning innovations highly crucial. This community service program aims to enhance early environmental awareness among coastal children while empowering the partner community (Cemara Eco Green Mangrove Society) through technical strengthening in educational media management to transform volunteers into active initiators and strengthen the partner's capacity in producing creative educational media. The main problem in Dusun Cemara, West Lombok, is that over 70% of students do not understand mangrove functions and plastic hazards, alongside the lack of adaptive, local wisdom-based digital educational media. The implementation method utilizes Project-Based Learning (PjBL), encompassing coordination, the development of an offline trilingual Android-based application, Focus Group Discussions (FGD), socialization, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation. Involving 90 participants (75 children and 15 volunteer teachers), this program successfully met its quantitative and qualitative targets. First, the children's cognitive achievement increased significantly from an average of 42.5 in the pre-test to 70.0 in the post-test, obtaining an N-gain score of 0.48 (medium category). Second, the institutional capacity of the community partner successfully transformed into a high category, indicated by the volunteers' proficiency in independently producing interactive applications and animated videos. The program's outputs directly contribute to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically quality education (SDG 4) and life below water (SDG 14).
Keywords: Coastal Ecosystem; Community Empowerment; Digital Education; Environmental Literacy; Mangrove Conservation
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alsalamah, A., & Callinan, C. (2022). The Kirkpatrick model for training evaluation: bibliometric analysis after 60 years (1959–2020). Industrial and Commercial Training, 54(1), 36–63. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/ICT-12-2020-0115
Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 360–370. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224
Braun, T., Cottrell, R., & Dierkes, P. (2018). Fostering changes in attitude, knowledge and behavior: demographic variation in environmental education effects. Environmental Education Research, 24(6), 899–920.
Chazdon, S., Emery, M., Hansen, D., Higgins, L., & Sero, R. (2017). A Field Guide to Ripple Effects Mapping. Minnesota: University of Minnesota Libraries Publishing.
Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Z. Zhu, A. S., Loveland, T., Masek, J., & Duke, N. (2010). Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite data. Global Ecology and Biogeography, 20(1), 154–159. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1466-8238.2010.00584.x
Helsper, E. J. (2022). The Digital Disconnect: The Social Causes and Consequences of Digital Inequalities. London: Sage Publications.
Hidayat, M. S. (2022). Penguatan kapasitas hardskill komunitas pemuda melalui pelatihan teknologi media digital informal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 54–65.
Ivanka, W., & Nurani, D. C. (2025). The effect of digital media on elementary school students’ ecoliteracy development. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 44–50. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/eds.v9n1.p105-112
Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267–277. https://doi.org/10.1177/1365480216659733
Kolb, D. A. (2014). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development (2nd Edition). New Jersey: Pearson Education.
Krueger, R. A., & Casey, M. A. (2014). Focus Groups: A Practical Guide for Applied Research. SAGE Publications.
Kurniawan, R. (2021). Transformasi media pembelajaran konvensional ke digital di era digital native. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(2), 88–99.
Lestari, D. P., Indriani, L., & Wijaya, K. (2025). Pengembangan eduwisata bahari berbasis komunitas untuk keberlanjutan ekonomi dan ekologi masyarakat pesisir. Jurnal Pariwisata Kontemporer, 3(2), 101–114.
Mayer, R. E. (2014). The Cambridge Handbook of Multimedia Learning (2nd ed.) (N. Y. C. U. Press (ed.)).
Mikkelsen, B. (2005). Methods for Development Work and Research: A New Guide for Practitioners. New Delhi: Sage Publications.
Minkler, M., & Wallerstein, N. (2011). Community-Based Participatory Research for Health: From Process to Outcomes. San Francisco: John Wiley & Sons.
Norman, D. (2013). The Design of Everyday Things: Revised and Expanded Edition. New York: Basic Books.
Nugroho, A. B., & Susanto, T. (2018). Efektivitas Project-Based Learning untuk meningkatkan keterampilan penguasaan teknologi tepat guna. Jurnal Pendidikan Vokasi, 8(3), 310–321.
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 8(3), 511–529.
Pertiwi, R., Sugiyarto, S., & Hidayat, S. (2021). Efektivitas pendekatan contextual teaching and learning (CTL) berbasis kearifan lokal terhadap literasi lingkungan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 12(1), 34–45.
Pratama, H., & Wijaya, A. (2024). Desain aplikasi pembelajaran luring (offline) sebagai solusi digital divide di daerah pesisir terpencil. Jurnal Sistem Informasi Dan Edukasi, 6(1), 12–23.
Purnomo, A., Setyowati, R., & Budiono, H. (2020). Rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai bentuk perlindungan dan mitigasi bencana wilayah pesisir secara berkelanjutan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 245–254.
Rahmawati, E., Utomo, B., & Setiawan, A. (2019). Dampak sampah plastik terhadap degradasi ekosistem pesisir dan tingkat kesadaran lingkungan generasi muda. Jurnal Kelautan Nasional, 14(3), 112–123.
Ramadhan, F. (2023). Akselerasi pencapaian SDGs pilar 4 dan pilar 14 melalui program pemberdayaan pesisir berbasis teknologi interaktif. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 35–46.
Sari, N. P. (2023). Implementasi kurikulum muatan lokal berbasis teknologi interaktif. Jurnal Pendidikan Kontekstual, 8(1), 35–46.
Slamet, R., & Wardani, K. (2022). Strategi koordinasi dan komunikasi dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 12–21.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. CA: Autodesk Foundation.
Utami, S., Pratama, W., & Hasanah, N. (2017). Penerapan metode gamifikasi untuk meningkatkan capaian kognitif pembelajaran siswa sekolah dasar. Jurnal Pedagogi, 5(2), 142–151.
Wibowo, A. (2023). Sinergi multi-pihak dalam digitalisasi dan konservasi kawasan pesisir berbasis eduwisata. Jurnal Kelautan Dan Pesisir Terpadu, 11(2), 104–115.
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v5i2.39809
Refbacks
- There are currently no refbacks.

5.png)
