PENDAMPINGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM MELALUI SIMULASI ICE BREAKING BERBASIS KONTEKS UNTUK PENINGKATAN PENGAJARAN KREATIF GURU
Abstract
ABSTRAK
Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) diyakini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, namun implementasinya di kelas masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pemanfaatan context-based ice breaking oleh guru sebagai strategi yang dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kesiapan kognitif siswa dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan teknik context-based ice breaking yang mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Mitra kegiatan adalah 30 guru SMA Negeri 11 Denpasar yang berasal dari berbagai mata pelajaran. Kegiatan didampingi oleh dua dosen dan tiga mahasiswa. Pelaksanaan diawali dengan koordinasi dan identifikasi kebutuhan bersama pihak sekolah untuk menentukan materi pendampingan yang sesuai. Selanjutnya dilakukan persiapan berupa penyusunan materi, instrumen evaluasi, dan perangkat pelatihan. Kegiatan inti dilaksanakan melalui workshop yang mengombinasikan metode ceramah dan praktik langsung. Guru diberikan pemahaman mengenai konsep context-based ice breaking serta kesempatan untuk merancang dan mempraktikkan berbagai teknik yang relevan dengan konteks pembelajaran. Setelah workshop, dilakukan pendampingan implementasi serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test, post-test, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 72,47 pada pre-test menjadi 78,63 pada post-test dengan selisih 6,17 poin. Hampir seluruh peserta mengalami peningkatan skor, dengan peningkatan tertinggi mencapai 25 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan context-based ice breaking efektif dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kesiapan guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan mendukung penerapan pembelajaran mendalam di kelas.
Kata kunci: Pembelajaran Mendalam; Ice Breaking; Pembelajaran Bermakna.
ABSTRACT
The deep learning approach is widely recognized for its potential to enhance students’ critical thinking skills; however, its implementation in classrooms still faces several challenges. One contributing factor is the limited use of context-based ice breaking by teachers as a strategy to increase student engagement, motivation, and cognitive readiness during the learning process. This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in designing and implementing context-based ice-breaking techniques that support more interactive and meaningful learning experiences. The program involved 30 teachers from SMA Negeri 11 Denpasar representing various subject areas. The activities were facilitated by two lecturers and three university students. The implementation began with coordination and needs assessment meetings with the school to identify challenges and determine appropriate training materials. This was followed by the preparation of training resources, evaluation instruments, and instructional materials. The main activity consisted of a workshop combining lectures and hands-on practice. Participants were introduced to the concept of context-based ice breaking and were given opportunities to design and practice various techniques relevant to their classroom contexts. Following the workshop, implementation assistance, monitoring, and evaluation were conducted through pre-tests, post-tests, and participant reflections. The results demonstrated an improvement in teachers’ competencies after participating in the program. The average score increased from 72.47 on the pre-test to 78.63 on the post-test, representing a gain of 6.17 points. Nearly all participants showed improvement, with the highest increase reaching 25 points. These findings indicate that context-based ice-breaking training is effective in enhancing teachers’ understanding, motivation, and readiness to create more active and enjoyable learning environments that support the implementation of deep learning in the classroom.
Keywords: Deep Learning; Ice Breaking; Meaningful Learning.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Fitria, T. N. (2023). Breaking the ice in the classroom: Using ice breaking in the teaching and learning process. Borneo Journal of English Language Education, 5(1). https://doi.org/10.35334/bjele.v5i1.4210
Fullan, M., Gardner, M., & Drummy, M. (2019). Going deeper. Educational Leadership, 76(8), 64–69.
Herianingtyas, N. L. R., Muyassaroh, I., Barokah, A., Kurnia, I. R., & Mukhlis, S. (2025). Model-model pembelajaran: Praktik pedagogis pembelajaran mendalam. Publica Indonesia Utama.
Isnayanti, A. N., Putriwanti, P., Kasmawati, K., & Rahmita, R. (2025). Integrasi pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam kurikulums sekolah dasar: Tantangan dan peluang. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(2 SE-Articles), 911–920. https://doi.org/10.30605/cjpe.8.2.2025.6027
Mahmud, A., Yusup, A., & Saban, A. (2023). The implementation of ice-breaking activities in English classroom. Langua: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education, 6(1 SE-Original Article). https://doi.org/10.5281/zenodo.8122639
Maulidya, S. R., Insani, S. U., & Zulfah. (2025). Deep Learning untuk Mendukung Pemahaman Mendalam dalam Pembelajaran Matematika: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1 SE-Articles), 1274–1278. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1729
Rahayu, C., Setiani, W. R., Yulindra, D., & Azzahra, L. (2025). Pendidikan matematika realistik Indonesia dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning): Tinjauan literatur. Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung, 13(1), 9–25. https://doi.org/10.23960/mtk/v13i1.pp9-25
Rahmawati, Y., Mu’ti, A., Suyanto, S., & Herianingtyas, N. L. R. (2025). Pembelajaran mendalam: transformasi pembelajaran menuju pendidikan bermutu. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 18(1 SE-Articles). https://doi.org/10.24832/jpkp.v18i1.1281
Ramdani, A., Nabilah, N., Rahma, S. A., Solihat, A. S., & Alghifari, M. R. (2025). Implementasi Ice Breaking Edukatif sebagai Strategi Menciptakan Konsentrasi dan Semangat Belajar Siswa di Kelas V Sekolah Dasar. Advances In Education Journal, 2(1 SE-Articles), 457–463. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/205
Ritonga, R., Tanjung, M. I. Y., Sitompul, S. H., Marbun, M., & Margolang, F. Z. (2025). Dampak rendahnya minat belajar siswa terhadap proses pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(6), 11237–11243.
Rosi, F., & Rizky, M. (2025). Pengaruh ice breaking terhadap kinerja kognitif dan emosional siswa. Insight: Islamic Education and Learning, 1(3), 173–182.
Silberman, M. L., & Biech, E. (2015). Active training: A handbook of techniques, designs, case examples, and tips. John Wiley & Sons.
Verma, N., & Anand Pathak, A. (2011). Using appreciative intelligence for ice‐breaking: A new design. Journal of Workplace Learning, 23(4), 276–285.
Yolanda, F., Elizar, & Mahendra, Y. (2025). The role of ice breaking on increasing students’ creativity in learning cultural arts in elementary schools. International Journal of Elementary Education, 9(2 SE-Article), 328–339. https://doi.org/10.23887/ijee.v9i2.93441
Zahrah, A., Farhillah, A. R., Ramadhan, A. F., Putri, D., & Zaki, A. A. (2025). Perbandingan Hasil Belajar antara Siswa yang Menggunakan Media Digital dan Metode Ceramah di Kelas VIII E dan VIII F SMPN 1 Telagasari. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(4 SE-Articles), 55–73. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i4.1176
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v5i2.40318
Refbacks
- There are currently no refbacks.

5.png)
