Penguatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Kelestarian Mangrove Bagi Mayarakat Asli Papua untuk Mewujudkan Kawasan Pesisir Berkelanjutan serta Mendukung Ekonomi Biru

Reny Sianturi, Nurliah Nurliah, Fransiskus Xaferius

Abstract


Abstract:  Mangroves are ecosystems that live in the transitional area between the ocean and land. Mangrove ecosystems play a key role in the sustainability of coastal areas. The existence of mangrove ecosystems is key to sustainability because it provides various important benefits both physically, ecologically, socially, and economically. These benefits are greatly felt by coastal communities whose areas have mangrove potential, namely Buti village, Merauke Regency, South Papua Province. Buti village is one of the unique villages and is located in the center of Merauke Regency city because the majority of the residents are the indigenous Merauke tribe (Marind). The existence of the mangrove ecosystem in Buti village affects the economic conditions of the community, because most of them make a living as fishermen. Along with developments and changes in ecological, social and economic aspects, Buti village will face challenges in maintaining and using natural resources sustainably, especially in the mangrove ecosystem. Although Buti village has quite potential natural resources, the lack of information and data regarding mangrove potential will hinder future development. Based on the emergence of several problems, the Community Service team implemented several programs as solutions to existing problems. The program included mapping mangrove potential using remote sensing technology, specifically the Mangrove Vegetation Index (MVI) from Landsat 8 satellite imagery, and providing outreach on mangrove utilization and conservation efforts. The results of the community service activities indicate that Buti village has significant mangrove potential mapped and a fairly good understanding of mangrove sustainability.

Abstrak: : Mangrove merupakan ekosistem yang hidup di wilayah peralihan antara lautan dan daratan. Ekosistem mangrove memiliki peran sebagai kunci dalam keberlanjutan wilayah pesisir. Peran tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat pesisir yang wilayahnya terdapat potensi mangrove, yaitu kampung Buti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. perekonomian masyarakat, karena sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Seiring dengan perkembangan dan perubahan dari segi ekologi, sosial dan ekonomi, kampung Buti akan menghadapi tantangan untuk menjaga dan memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan khususnya di ekosistem mangrove.. Berdasarkan dengan kemunculan beberapa permasalahan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk melakukan pemetaan potensi mangrove dan penyuluhan pemanfaatan mangrove sebagai upaya pelestarian berkelanjutan. Metode yang digunakan dengan metode Mangrove Vegetation Index (MVI) dari citra satelit Landsat 8 dan penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa kampung Buti memiliki pemetaan potensi mangrove yang potensial dan pemahaman terhadap kelestarian mangrove yang cukup baik.

Keywords


Mangrove; MVI; Buti Village.

Full Text:

PDF

References


Andari, G. (2022). Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Kelapa Menjadi Minyak Goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Lokal di Kampung Buti, Merauke. 4(2).

Farahdillah, R. E., Pasaribu, R. A., & Gaol, J. L. (2025). Pemetaan Luasan Mangrove Menggunakan Algoritma Mangrove Vegetation Index (MVI) di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 12(1), 11–20. https://doi.org/10.25126/jtiik.20251218219

Nurliah, N., & Kaya, I. R. G. (2023). Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan Tradisional di Wilayah Pesisir Pantai Payum Kabupaten Merauke. PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan), 7(2), 129–134. https://doi.org/10.30598/papalele.2023.7.2.129

Reny, S., & Devi, N. C. (2018). Vegetation Structure And Carbon Stock In The Mangrove Community Of Payumb Coast, Merauke Regency, Papua. E3S Web of Conferences, 73, 08012. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20187308012

Sajriawati, S., Sianturi, R., Nurliah, N., & Sunarni, S. (2024). Effective Strategy to Increase Participation of Local Papuan Communities in The Management And Utilization of Mangroves on Payum Beach Merauke. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(2), 111–117. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i2.2206

Santoso, N. (2018). Status Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Akuni Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 09(1), 44–52.

Siahaya, M. E., Salampessy, M. L., Febryano, I. G., Rositah, E., Silamon, R. F., & Ichsan, A. C. (2016). Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Konservasi Hutan Mangrove di Wilayah Tarakan, Kalimantan Utara. 16(1).

Sianturi, R., & Masiyah, S. (2018). Estimasi Stok Karbon Mangrove Di Muara Sungai Kumbe Distrik Malind Kabupaten Merauke. Musamus Fisheries and Marine Journal, 24–32. https://doi.org/10.35724/mfmj.v1i1.1439

Wairara, S. M. B. S., & Sianturi, R. (2019). Potential Regeneration of Mangrove Coastal of Payum Beach Merauke District. Musamus Fisheries and Marine Journal, 11–23. https://doi.org/10.35724/mfmj.v2i1.1869

Xaverius, F., Hence Dolfi Loppies, S., Siregar, K., Vincēviča-Gaile, Z., & Gamawati Adinurani, P. (2020). Geographic Information System of Primary Carbon Deposit of Mangrove Forest in Merauke District, Indonesia. E3S Web of Conferences, 190, 00011. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202019000011




DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i2.36870

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar BASE Garuda Crossref

WorldCat Dimensions

ROAD OneSearch SINTA

EDITORIAL OFFICE: