Penerapan Teknologi Geolistrik untuk Mendukung Penanganan Krisis Air Bersih di Masyarakat
Abstract
Abstrak : Krisis air bersih di Desa Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Secara kenampakan permukaan wilayah ini memiliki potensi air tanah yang cukup. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan keterbatasan ketersediaan air bersih. Pengabdian ini bertujuan untuk memahami kondisi bawah permukaan yang mempengaruhi keberadaan air tanah melalui kajian geofisika. Metode yang digunakan adalah geolistrik dengan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Hasil pengukuran menunjukkan nilai resistivitas berkisar antara 3,7 Ω·m hingga 387 Ω·m yang mengidikasikan potensi saturasi air tanah. Variasi distribusi nilai resisitivitas secara lateral mencerminkan heterogenitas litologi bawah permukaan khususnya dibagian Banyurejo sisi selatan. Kondisi tersebut diduga membatasi kemenerusan akuifer dan meningkatkan kerentanan terhadap penurunan ketersediaan air tanah. Alternatif yang ditawarkan yaitu peningkatan sistem resapan dan pengaturan tata ruang.
Abstract: The clean water crisis in Banyurejo Village, Tempel Subdistrict, Sleman, presents a significant case for investigation. Although the surface characteristics suggest adequate groundwater potential, field observations reveal restricted access to clean water. In light of these conflicting indicators, this study seeks to analyze subsurface conditions affecting groundwater availability using geophysical methods. Specifically, the geoelectrical method with the Wenner–Schlumberger configuration was employed. Measurement results showed resistivity values ranging from 3.7 Ω·m to 387 Ω·m, indicating potential groundwater saturation. Furthermore, variations in the lateral distribution of resistivity values reflect the heterogeneity of subsurface lithology, particularly in the southern part of Banyurejo. As a result, this condition is thought to limit the continuity of the aquifer and increase vulnerability to declining groundwater availability. To address these issues, alternatives offered include improving the infiltration system and spatial planning.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Antara News. (2024). BPBD Sleman terus distribusikan air bersih di wilayah kekeringan. https://www.antaranews.com/berita/4425017/bpbd-sleman-terus-distribusikan-air-bersih-di-wilayah-kekeringan
Apriliani, K. B., Sulaiman, F., & Utari, E. (2025). Tren penelitian pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui analisis bibliometrik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 23(3), 767–775. https://doi.org/10.14710/jil.23.3.767-775
Dahlin, T., & Zhou, B. (2004). A numerical comparison of 2D resistivity imaging with ten electrode arrays. Geophysical Prospecting, 52(5), 379–398.
Detik.com. (2024). Musim kemarau, buntut Van Der Wijck ditutup, 2.162 jiwa di Sleman krisis air. https://www.detik.com/jogja/berita/d-7607715/musim-kemarau-buntut-van-der-wijck-ditutup-2-162-jiwa-di-sleman-krisis-air
Espos.id. (2024). Bencana kekeringan Sleman meluas. https://regional.espos.id/bencana-kekeringan-sleman-meluas-bpbd-salurkan-air-bersih-ke-banyurejo-tempel-2017701
Febriarta, E. (2024). Karakteristik akuifer airtanah dangkal di endapan muda Merapi Yogyakarta. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 12(2), 1–10. https://doi.org/10.20885/jstl.vol12.iss2.art1
Jones, A. D. (2022). Quantifying the city-scale impacts of impervious surfaces on groundwater recharge potential: An urban application of WRF–Hydro. Water (Basel), 14(19), Article 3143. https://doi.org/10.3390/w14193143
Kalantari, C. J., McDonnell, J. K., & Jackson, R. H. (2014). Roads alter subsurface hydrology and reduce groundwater recharge. Hydrological Processes, 28(16), 4524–4537. https://doi.org/10.1002/hyp.9973
Kristanto, W. A. D., Astuti, F. A., Nugroho, N. E., & Febriyanti, S. V. (2024). Sebaran daerah sulit airtanah berdasarkan kondisi geologi di perbukitan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 12(1), 1–14. https://doi.org/10.20885/jstl.vol12.iss1.art6
Loke, M. H. (2004). Tutorial: 2-D and 3-D electrical imaging surveys. Geotomo Software.
Mawardi, M. (2014). Air dan masa depan kehidupan. Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam, 12(1), 131–142.
Media Center Sleman. (2024). Distribusi air bersih Banyurejo. https://mediacenter.slemankab.go.id/2024/11/04/komunitas-mtc-dan-gm-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan-di-banyurejo/
Permana, A. (2019). Analisis kedalaman dan kualitas air tanah di Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(1), 15–22. https://doi.org/10.14710/jil.17.1.15-22
Raiter, K. G., Prober, S. M., Possingham, H. P., Westcott, F., & Hobbs, R. J. (2018). Linear infrastructure impacts on landscape hydrology. Journal of Environmental Management, 206, 446–457. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2017.10.036
Reynolds, J. M. (2011). An introduction to applied and environmental geophysics (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Rois, I., Amalia, R., Santjoko, H., & Mutiara, T. (2023). Pelayanan perbaikan kualitas air bersih sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 95–104. https://doi.org/10.35960/pimas.v4i2.1845
Setiahadiwibowo, A. P., Nugroho, O. B., & Pratama, Y. A. (2020). Penentuan nilai resistivitas unconsolidated sand pada low moisture content menggunakan mikroampermeter pada aliran Sungai Krasak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Geocelebes, 4(1), 46–52. https://doi.org/10.20956/geocelebes.v4i1.9343
Setyowati, R. D. N. (2016). Studi literatur pengaruh penggunaan lahan terhadap kualitas air. SISTEM Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik, 12(1), 7–15.
Sholahuddin, M., & Rodhi, N. N. (2024). Edukasi masyarakat peduli air bersih dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang air bersih. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(3), 416–424. https://doi.org/10.36982/jam.v8i3.4698
Subekti, S., Sasmito, A., Apriyanti, E., Astuti, W., Utomo, D., & Diwangkara, N. K. (2024). Analisis potensi air tanah sebagai upaya pencegahan kekeringan di Kabupaten Banjarnegara. Merdeka Indonesia Jurnal International, 4(1), 286–294. https://doi.org/10.5555/miji.v4i1.155
Takele, T., Bayisa, A., & Jothimani, M. (2025). Impacts of land use and land cover changes on groundwater recharge in the Dire Dawa watershed, Ethiopia. Asian Journal of Water, Environment and Pollution, 22(6), 103–119. https://doi.org/10.36922/AJWEP025180139
Wambena, F. P., Chandra, A. A., & Rusim, D. A. (2024). Identifikasi kedalaman muka air tanah dan posisi akuifer di Kabupaten Tolikara. Jurnal Sipil Terapan, 2(2), 9–21. https://doi.org/10.58169/jusit.v2i2.494
DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i3.37967
Refbacks
- There are currently no refbacks.
EDITORIAL OFFICE:



