PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI PRODUK BONEKA EDUKATIF DI KECAMATAN KALIPURO BANYUWANGI

Mohamad Ilham Hilal, Riza Rahimi Bachtiar, Rahayu Pradita

Abstract


ABSTRAK

Lingkungan Warung Kopat Kalipuro merupakan daerah penghasil kelapa di Kabupaten Banyuwangi. Warga di Lingkungan Warung Kopat Kalipuro mayoritas menjadi petani kelapa. Warga menjual kelapa yang dihasilkan dalam bentuk kopra sehingga menghasilkan limbah sabut kelapa yang melimpah tanpa adanya pengolahan. Limbah sabut kelapa ini oleh warga hanya ditumpuk sampai membusuk atau dibakar sehingga menghasilkan polusi udara. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini dilakukan penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah sabut kelapa tersebut menjadi kerajinan tangan yang bernilai tinggi dan bermanfaat sebagai media edukasi pertanian kepada masyarakat luas. Teknologi tepat guna yang diterapkan adalah megolah sabut kelapa menjadi boneka edukatif. Karena boneka edukatif merupakan hasil dari kerajinan tangan dari sabut kelapa maka tergolong produk ramah lingkungan dan dapat dijadikan sebagai bahan edukasi pengenalan ekosistem sederhana dengan adanya tumbuhan yang tumbuh pada boneka edukasi tersebut. Metode yang digunakan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dengan memvariasikannya dengan  tanya jawab/ diskusi serta praktek guna memantapkan apa yang dipaparkan secara teoritik. Hasil telah dicapai adalah 1. Adanya peningkatan pemahaman warga Lingkungan Warung Kopat Kalipuro terkait pengolahan limbah sabut kelapa, 2. Terjadi peningkatan keterampilan membuat boneka edukatif dari limbah sabut kelapa, 3. Adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan warga Lingkungan Kopat Kalipuro terkait digital marketing produk boneka edukatif.

.

Kata kunci: boneka edukatif; digital marketing; sabut kelapa

 

ABSTRACT

Banyuwangi Regency's Warung Kopat Kalipuro is a coconut-producing region. Coconut farmers make up the majority of the population in the Warung Kopat Kalipuro area. Locals produce coconuts and sell them as copra, which generates a lot of waste coconut fiber without any processing. Locals merely stack their discarded coconut fiber till it burns or rots, polluting the air. Through this initiative of community empowerment, leftover coconut fiber is processed using appropriate technology to create high-value handicrafts that can serve as a platform for educating the general public about agriculture. Using the right technology, Educational dolls made from coconut fiber are being produced. Educational dolls are categorized as ecologically friendly products since they are handcrafted from coconut fiber and can be used as educational materials to introduce rudimentary ecosystems through the plants that grow on them. The lecture approach is employed in community empowerment, with modifications made for Q&A/discussions and practice to help solidify theoretical information. The outcomes are: 1. An improvement in the knowledge of the Warung Kopat Kalipuro neighborhood residents regarding the processing of waste coconut fiber; 2. An improvement in the ability to create educational dolls from waste coconut fiber; 3. The knowledge and proficiency of the people living in the Kopat Kalipuro area with regard to digital marketing of educational doll items has increased.

 

Keywords: educational doll; digital marketing; coconut fiber waste


Keywords


educational doll; digital marketing; coconut fiber waste

Full Text:

PDF

References


Apriliani, I. N. (2022). Pengaruh kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman ubi jalar (Ipomea batatas (L.) Lamb). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI], 2(5).

BPS Kabupaten Banyuwangi. (2023). Kabupaten Banyuwangi dalam Angka 2023 (BPS Kabupaten Banyuwangi, Ed.). BPS Kabupaten Banyuwangi.

De Side, G. N., Abdullah, S. H., Sumarsono, J., Priyati, A., & Setiawati, D. A. (2022). Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Sebagai Media Tanam Di Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram, 4(1), 10–17.

Erawati, E., Fida’Listiawan, A., & Permata, A. (2022). Pemanfaatan Gergaji Kayu untuk Pembuatan Boneka Horta dan Budidaya Jamur Kuping Hitam di Sukoharjo. Warta LPM, 311–323.

Istiqlallia, I. (2023). Manfaat alat peraga edukatif boneka horta untuk anak usia dini (studi kasus: kampung selahuni desa ciomas rahayu kota bogor).

Nugroho, L., & Hidayah, N. (2020). E-commerce to improve homemaker productivity (women entrepreneur empowerment at Meruya Utara, Kembangan district, West Jakarta, Indonesia). Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 1(01), 13–24.

Rahma, S., Rasyid, B., & Jayadi, M. (2019). Peningkatan unsur hara kalium dalam tanah melalui aplikasi POC batang pisang dan sabut kelapa. Jurnal Ecosolum, 8(2), 74–85.

Ramdani, H., Rahayu, A., & Setiawan, H. (2018). Peningkatan produksi dan kualitas tomat ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) dengan penggunaan berbagai komposisi media tanam dan dosis pupuk SP-36. Jurnal Agronida.

Tooy, D., Mukuan, E. M. R., & Sue, L. H. (2021). Kajian log chain industri sabut kelapa di sulawesi utara, indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(3), 403–417.

Yudiarno, F. S., Rofi’a, I., Cahyani, R. D., & Hayati, N. (2021). Optimalisasi Strategi Pemasaran BUMDes melalui E-Commerce di Era Pandemi Covid-19 (Studi Kasus BUMDes Madu Sejahtera Desa Segoromadu). Buletin Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, 1(1), 1–12.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i3.19914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: