Pemberdayaan ibu - ibu PKK melalui pelatihan pembuatan aksesoris dari kain tenun

Arienncy K. A. Manu, Rima Nindia Selan, Napsiyana Asti Weo, Sarlince O. Manu

Abstract


Abstrak

Kain tenun ikat adalahkain yang dibuat dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benanglungsin yang bias anya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu. Kain tenun ikat termasuk kekayaan NTT yang teknik pembuatannya telah diwariskan turun – temurun . Jika dulu Tenun Ikat NTT hanya digunakan untuk acara adat dengan cara dililitkan kepinggang, kini Tenun Ikat NTT sudah dibuat menjadi berbagai macam produk. Kelompok PKK Desa Ledeke terdiri dari ibu – ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya mengurus rumah tangga. Dari hasil wawancara serta pengamatan, kelompok ibu – ibu rumah tangga PKK Desa Ledeke berkeinginan untuk memiliki mata pencaharian untuk mendapat tambahan penghasilan sehingga bias membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga dan   setidaknya mempunyai kegiatan   yang   positif tetapi menguntungkan. Sebagai bentuk jawaban dari permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan pengabdian yaitu memberi pelatihan kepada ibu – ibu PKK Desa Ledeke untuk membuat aksesoris dari kain tenun yang akan menjadi peluang kerja baru  dan bisa membuka lapangan usaha bagi ibu – ibu yang belum mempunyai pekerjaan. Kegiatan PKM berlangsung di Kantor Desa Ledeke pada tanggal 3 September 2024, diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu – ibu kelompok PKK, aparat desa dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini ibu – ibu kelompok PKK Desa Ledeke dapat membuat aksesoris dari kain tenun berupa anting – anting, kalung, bandana dan jepit rambut.

 

Kata kunci: pemberdayaan; kain tenun ikat; aksesoris tenun

 

Abstract

Ikat woven fabric is a fabric made by inserting weft threads horizontally into the warp threads which are usually dyed and tied first. Ikat woven fabric is one of NTT's treasures whose manufacturing techniques have been passed down from generation to generation. In the past, NTT Ikat Weaving was only used for traditional events by wrapping it around the waist, now NTT Ikat Weaving has been made into various kinds of products. The Ledeke Village PKK group consists of housewives who only take care of the household every day. From the results of interviews and observations, the group of PKK housewives in Ledeke Village want to have a livelihood to earn additional income so that they can help their husbands in meeting household needs and at least have positive but profitable activities. As a form of answer to this problem, the implementation team carried out community service activities, namely providing training to the PKK women of Ledeke Village to make accessories from woven cloth which will be a new job opportunity and can open up business opportunities for mothers who do not yet have jobs. The PKM activity took place at the Ledeke Village Office on September 3 2024, attended by 40 participants consisting of women from the PKK group, village officials and students. As a result of this activity, women from the Ledeke Village PKK group were able to make accessories from woven cloth in the form of earrings, necklaces, bandanas and hair clips.

 

Keywords: empowerment; woven fabrics; woven accessories


Keywords


empowerment; woven fabrics; woven accessories

Full Text:

PDF

References


B. Setiawan, & RR. N. Suwarningdyah. (2014). Strategi Pengembangan Tenun Ikat Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(3), 353–367. https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/view/150

Ga, L. L., Angi, Y. F., Tkela, M. E., & Suryaputra, F. A. G. (2023). Pengelolaan Kain Tenun Ikat Menjadi Ragam Model Aksesoris Sebagai Produk Lokal NTT. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.36908/akm.v4i1.717

Gosal, I., Bunga, M., Ndoen, W. M., & Fanggidae, R. E. (2024). Strategi Promosi Produk Tenun Ikat Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pada Kelompok Tenun Ikat Desa Nekmese Fatuulan Kab. Tts. Glory: Jurnal Ekonomi & Ilmu Sosial, 1407(1417), 1407–1417.

Hamiyati. (2012). Peningkatan Mutu Produk Bidang Busana: Pemanfaatan Perca Kain Dalam Modifikasi Produk Kreatif Bidang Usaha Lenan Rumah Tangga. Seminar Nasional 2012 “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menghadapi UKG” Jurusan PTBB FT UNY, 1–8.

Kusnawan, A., & Perdiansyah Nur, Y. (2021). PEMBERDAYAAN ASET TENUN BIPOLO MELALUI METODE PELATIHAN MARKETING MIX UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA (Sebuah Studi atas Peran Pengabdian KKN Nusantara di Desa Bipolo, Kec. Sulamu, Kab. Kupang, NTT, Indonesia). Al-Khidmat, 3(2), 66–70. https://doi.org/10.15575/jak.v3i2.10324

Liana, D., & Hasnawati. (2020). Pelatihan Pembuatan Aksesoris Untuk Asuhan Muhammadiah Tembilahan. ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 18–23.

Mahmuda, D., Apriani, W., Zurmansyah, E., & Santoso, P. P. A. (2022). Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tenun dengan Teknik Patchwork bagi Komunitas Pengrajin Tenun. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 3(4), 378–385. https://doi.org/10.36596/jpkmi.v3i4.490

Purwati, A. A., Hamzah, M. L., Irman, M., & Rahman, S. (2023). Implementasi Teknologi Digital pada Pengelolaan UMKM Cahaya Kemilau (Pengrajin Tenun Songket Melayu Riau). Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(1), 108–118. https://doi.org/10.29407/ja.v7i1.18749

Salma, I. ina R., Syabana, D. K., Satria, Y., & Christianto, R. (2018). Diversifikasi Desain Produk Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur Dengan Paduan Teknik Tenun Dan Teknik Batik. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 35(2), 85. https://doi.org/10.22322/dkb.v35i2.4174

Sarjan, M., Ulansari, B. R., Fitriani, D., & Sukma, W. (2021). Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Pewarna Alami Tenun Tradisional Sembalun Lawang. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(3), 20–29.

Shiddiq Arifin Dwi Putra, & Wahmuda, F. (2021). Desain Produk Fesyen Aksesoris Dengan Mengangkat Budaya Lokal Kalimantan Timur. Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 9(2), 12. https://doi.org/10.46964/jkdpia.v9i2.175

Sooai, A. G., & Dwiandri, F. A. A. (2024). Pengenalan Citra Kain Tenun Nusa Tenggara Timur Menggunakan SqueezNet dan Decision Tree. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi Dan Sistem Informasi, 4(1), 136–145. https://doi.org/10.24002/konstelasi.v4i1.9220

Sudirtha, I. G. (2023). Pembuatan aksesoris busana berbahan kain perca untuk meningkatkan keterampilan peserta didik sekolah menengah kejuruan prodi busana. 8(November).

Ulfa, S., br Sinulingga, T. E., & Sinulingga, J. (2023). Kain Tenun Tradisional: Warisan Budaya dan Industri Kreatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 29709–29715. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/11780

Wahyuningsih, D. D., & Asfuri, N. B. (2020). Pelatihan Pembuatan Aksesoris Dari Limbah Kain Perca Oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga Desa Blimbingan,Baturan. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 186–190. https://doi.org/10.31949/jb.v1i3.323




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v8i4.27246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: