PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI LOMBOK TENGAH NTB

Suhairin Suhairin, Muanah Muanah, Earlyna Sinthia Dewi

Abstract


ABSTRAK

Pembuatan tahu menghasilkan volume limbah yang cukup banyak terutama limbah cairnya. Limbah cair tahu ini mengandung protein tinggi yang mudah terurai dengan cepat. Cairan ini apabila dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu dapat menyebabkan bau busuk dan suasana yang tidak enak. Maka dari itu tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk organik dengan cara fermentasi. Proses fermentasi membutuhkan waktu selama 14 hari dengan tambahan EM4, air kelapa, gula putih, dan air secukupnya. Semua bahan dicampur dan diaduk merata kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Setelah dua minggu pupuk organik cair sudah dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman oleh masyarakat di desa Mertak Tombok Kabupaten Lombok Tengah.  Kegiatan ini melibatkan 15 orang mahasiswa KKN dan 12 orang masyarakat dikumpulkan dalam satu ruang siap menerima materi dan penjelasan. Bentuk evaluasi dilakukan secara berkala dengan melakukan kunjungan, memantau secara langsung proses fermentasi; dan pemanfaatan produk pupuk cair ini secara terbatas.

Kata kunci: limbah cair tahu; fermentasi; pupuk organik cair.

 

ABSTRACT

Making tofu produces a large volume of waste, especially liquid waste.
Tofu liquid waste contains high protein which is easily broken down quickly.
If this liquid is disposed of into the environment without treatment it can cause a bad smell and an unpleasant atmosphere.
Therefore, the aim of this service is to process the tofu liquid waste into organic fertilizer by means of fermentation.
The fermentation process takes 14 days with the addition of EM4, coconut water, white sugar, and enough water.
All ingredients are mixed and stirred evenly then put in a closed container.
After two weeks, the liquid organic fertilizer can be used for fertilizing plants by the community in Mertak Tombok village, Central Lombok Regency.
This activity involved 15 KKN students and 12 community members gathered in one room ready to receive material and explanations.
This form of evaluation is carried out periodically by conducting visits, directly monitoring the fermentation process; and limited use of this liquid fertilizer product.

 

Keywords: Tofu liquid waste, fermentation, liquid organic fertilizer.


Keywords


Tofu liquid waste, fermentation, liquid organic fertilizer.

Full Text:

PDF

References


Elfarisna, Puspitasari, R.T., dan Mirdani, M. (2013). Kombinasi Penggunaan Berbagai Dosis Air Limbah Cucian Beras dengan Miza Plus terhadap Pertumbuhan dan Produksi Max (L) Merril. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan Dan Umbi- Umbian.

Elfarisna, Rita Tri P,. Puspitasari, dan M. (2014). Isolasi Mikroba yang Dapat Menghilangkan Bau pada Pupuk Organik Air LimbahCcucian Beras. Jurnal Matematika. Sains, Dan Teknologi, 15(2), 91–96.

Fahruddin dan Sulfahri. (2019). Pengaruh Molase dan Bioaktivator EM4 terhadap Kadar Gula pada Fermentasi Pupuk Organik Cair. Jurnal Biologi Makassar Volume 4 no 2 Halaman 138-144.

Humaedi, S., Adharani, Y., & Herliani, Y. K. (2018). Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Secara Mandiri dan Pemetaan Sosial. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.24198/jppm.v5i1.16037

Kasmawan, I. G. A. (2018). PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KOMPOSTING SEDERHANA. Buletin Udayana Mengabdi. https://doi.org/10.24843/bum.2018.v17.i02.p11

Kaswinarni, F. (2008). Kajian Teknis Pengolahan Limbah Padat Dan Cair Industri Tahu. Majalah Ilmiah Lontar.

Koem, S. (2019). Membangun Ketahanan Berbasis Komunitas dalam Mengurangi Risiko Bencana di Desa Pilomonu Kabupaten Gorontalo. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. https://doi.org/10.30653/002.201942.143

Liandari, N, P.T. (2017). Pengaruh Bioaktivator EM 4 dan Aditif Tetes Tebu terhadap Kandungan N, P, dan K dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Tahu.

Rasmito, A., Hutomo, A., & Hartono, A. P. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang Dan Kubis, dan Bioaktivator EM4. Jurnal IPTEK. https://doi.org/10.31284/j.iptek.2019.v23i1.496

Nohong (2010). Pemanfaatan limbah tahu sbg bahan penyerap logam krom, Kadmium, dan Besi dalam air Lindi TPA Kendari. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Haluoleo. Kendari.Samsudin, W.,

Selomo, M., & Natsir, M. F. (2018). Pengolahan limbah cair industri tahu menjadi pupuk organik cair dengan penambahan effektive mikroorganisme-4 (EM-4). Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan.

Samsudin, W., Selomo, M., Natsir, M. F. (2018). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu menjadi PUPUK Organik Cair dengan Penambahan EM4. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan. 1(2), 1-14.

Sulfahri., F. dan. (2019). Pengaruh Molase dan Bioaktivator EM4 terhadap Kadar Gula pada Fermentasi Pupuk Organik Cair. Jurnal Biologi Makassar, 4(2), 138–144.

Suharto, (2010). Limbah kimia dalam pencemaran air dan udara. Andi, Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.3144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: