Program KKN tematik infrastruktur mengangkat daya tarik ekowisata Desa Meranti Berbasis IMAP
Abstract
Abstrak
Desa Meranti merupakan salah satu desa di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango dengan potensi wisata alam yang menarik namun belum dikelola secara optimal. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur di Desa Meranti bertujuan mengangkat daya tarik wisata alam tersebut menjadi destinasi ekowisata melalui intervensi berbasis IMAP sebagai alat pemetaan dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, serta pembentukan kelompok pemeliharaan pemetaan kawasan. Kegiatan dirancang dalam empat tahap: (1) pemetaan awal potensi, masalah, dan kebutuhan infrastruktur destinasi; (2) pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi fasilitas, dan pemetaan partisipatif; (3) perumusan prioritas bersama pemangku kepentingan melalui FGD; dan (4) Evaluasi dan pemantauan. Output utama mencakup peta tematik aset berdasarkan IMAP dan penetapan model desain ekowisata. Hasil program memperlihatkan peningkatan kesiapan destinasi, keterhubungan antar-objek wisata melalui rute interpretasi, serta bertambahnya kapasitas pengelola lokal dalam memelihara dalam mengelola layanan dasar. Penggunaan IMAP memungkinkan integrasi data biofisik, akses, dan risiko lingkungan ke dalam satu desain yang mudah dipahami lintas pemangku kepentingan, sehingga keputusan investasi infrastruktur menjadi lebih terarah dan terukur dan dapat mempercepat penataan infrastruktur skala desa sekaligus memperkuat daya tarik ekowisata secara berkelanjutan.
Kata kunci: infrastruktur; ekowisata; pemetaan; partisipatif; IMAP.
Abstract
Meranti Village is a village in Tapa District, Bone Bolango Regency with attractive natural tourism potential but has not been optimally managed. The Thematic Infrastructure Community Service Program (KKN) in Meranti Village aims to elevate the natural tourism attraction into an ecotourism destination through IMAP-based interventions as a mapping and decision-making tool. The method used is a participatory and collaborative approach, data collection is carried out through Observation, Interviews, Focus Group Discussions (FGD), socialization, and the formation of area mapping maintenance groups. The activity is designed in four stages: (1) initial mapping of potential, problems, and infrastructure needs of the destination; (2) data collection through field surveys, facility observations, and participatory mapping; (3) formulation of priorities with stakeholders through FGDs; and (4) Evaluation and monitoring. The main outputs include a thematic map of assets based on IMAP and the establishment of an ecotourism design model. The program results show increased destination readiness, connectivity between tourist objects through interpretation routes, and increased capacity of local managers in maintaining and managing basic services. The use of IMAP enables the integration of biophysical data, access, and environmental risks into a single design that is easily understood by all stakeholders, so that infrastructure investment decisions become more targeted and measurable and can accelerate village-scale infrastructure development while strengthening the attractiveness of ecotourism in a sustainable manner.
Keywords: infrastructure; ecotourism; mapping; participatory; IMAP
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Hasanah, H. (2017). “Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-Ilmu Sosial).” At-Taqaddum 8(1):21–46.
Hasdiana, H., Amali, L. N., & Sudana, I. W. (2024). “Edukasi Lingkungan Dan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Pada Program KKN Infrastruktur Di Desa Meranti.” Journal Of Human And Education (JAHE) 4(6):935–41.
Koniyo, Yuniarti, Muhammad Rizq Gobel, and Muh Alsere Bardian Sahaba. (2025). “PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DAN PERSAMPAHAN MELALUI PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BOIDU KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO.” Jurnal Abdi Insani 12(4) (1441–1450).
Maarif, Ihsanul. (2024). “Optimalisasi Penerapan Sanksi Administratif Melalui Pendekatan Partisipatif Dan Kolaboratif.” Jurnal Mahalisan 1(1).
Sarasmika, I. K., Hasdiana & Sudana, I. W. (2023). “Kontribusi Seni Rupa Dalam Merintis Pembentukan Desa Wisata.” Jambura: Jurnal Seni Dan Desain 3(1):27–38.
Sudana, I. W., Hasdiana, H., & Mohamad, I. (2022). “Pembentukan Desa Kreatif Rintisan Berbasis Seni Kerajinan Lokal.” Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) 11(3):710–26.
Syukri, M.R. (2013). “Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Permukiman di Kelurahan Tenilo.” Jurnal Radial 1(2).
Syukri, M.R. (2016). “Analisis Pengembangan Kawasan Permukiman Potensial Di Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Laporan Penelitian Kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum Dan Permukiman.”
Taking, Muhammad Idris. (2023). “Optimalisasi Program Pamsimas Melalui Kegiatan KKN-Tematik Di Desa Paccekke Kabupaten Barru.” EMPOWERMENT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1.2, 82–86.
Tanjung, Darinda Sofia, et al. (2024). “Peran Mahasiswa KKN Dan Masyarakat Di Desa Partibi Lama Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia. 3.4, 197–201.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.35762
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















