Edukasi pencegahan hoaks dan verifikasi informasi online untuk pelajar SMP/SMA di era digital

Yana Cahyana

Abstract


Abstrak

Perkembangan era digital meningkatkan paparan informasi daring pada pelajar, namun tidak seluruh informasi yang beredar bersifat valid sehingga meningkatkan risiko paparan hoaks. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya kemampuan verifikasi informasi secara kritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar SMP/SMA mengenai pencegahan hoaks dan teknik verifikasi informasi daring. Program dilaksanakan pada 15 peserta melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis ceramah interaktif dan simulasi studi kasus. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta mengalami peningkatan skor pemahaman setelah pelatihan. Jumlah peserta yang mampu mengidentifikasi ciri-ciri hoaks dengan benar meningkat dari 6 orang sebelum pelatihan menjadi 15 orang setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis simulasi kasus efektif dalam meningkatkan kemampuan verifikasi informasi. Selain peningkatan aspek kognitif, observasi selama diskusi menunjukkan perubahan sikap peserta menjadi lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi digital.

 

Kata kunci: era digital; pencegahan hoaks; verifikasi informasi online.

 

Abstract

The rapid development of the digital era has increased students’ exposure to online information; however, not all circulating information is reliable, making students vulnerable to hoaxes and misinformation. This condition highlights the importance of strengthening digital literacy, particularly students’ ability to critically verify information. This community engagement program aimed to improve junior and senior high school students’ understanding of hoax prevention and online information verification techniques. The program involved 15 participants and was conducted using a participatory educational approach through interactive lectures and case-based simulation activities. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test design to measure changes in participants’ understanding. The results showed that more than 70% of participants experienced an improvement in their comprehension scores after the training. The number of students who were able to correctly identify characteristics of hoaxes increased from 6 participants before the intervention to 15 participants after the program. These findings indicated that simulation-based educational approaches were effective in enhancing students’ information verification skills. In addition to cognitive improvement, observations during discussions suggested changes in participants’ attitudes, as they became more cautious in receiving and sharing digital information.

 

Keywords: preventing hoaxes; the digital age; verifying information online.


Keywords


preventing hoaxes; the digital age; verifying information online.

Full Text:

PDF

References


Adawiyah, R., Kurniawan, K., Amirullah, F., & Aroyandini, E. N. (2022). Edukasi pencegahan penyebaran berita hoaks melalui sosial media di SMK Negeri 71 Jakarta. Diseminasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 160–167.

Arifiah, A., Lestari, A., & Ichsan, M. N. (2022). Literasi Media sebagai Filter Hoaks di Media Sosial oleh Pelajar di Jakarta. JMS: Jurnal Masyarakat Siber, 1(1), 11–16.

D, S. N. I. S., & HUTABARAT, S. M. D. (2020). Pendampingan Penggunaan Media Sosial Yang Cerdas Dan Bijak Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Diseminasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 34–46. https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v2i1.754

Desi, Y. P. (2020). Gerakan Literasi Digital Berbasis Sekolah: Implementasi dan Strategi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 51. https://doi.org/10.31315/jik.v17i1.3510

Ervianti, L., Huraerah, H., Tangkearung, S. S., & Hendrik. (2023). Kesadaran media sosial bagi siswa SMK Tana Toraja. Resona: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 7(2), 298–306.

Hidayanto, S., Syafrina, A. E., & ... (2024). Bijak Bermedia Sosial untuk Stabilitas Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Pengabdian …, 4(4). https://doi.org/10.59818/jpm.v4i4.769

Juanita, R. T., Fildzah, Z. P., Nasrulloh, N. D., Pamungkas, W. J., & Komunikasi, S. I. (2023). Literasi digital pada remaja dan tantangannya. Program Article Info, 1(2), 10–21.

Juditha, C. (2018). Interaksi komunikasi hoax di media sosial serta antisipasinya. Journal Pekommas, 3(1), 31–34.

Kementrian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, 2025. (2025). Identifikasi 1.923 Konten Hoaks Sepanjang Tahun 2024. In Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/komdigi-identifikasi-1923-konten-hoaks-sepanjang-tahun-2024

Kominfo. (2020). Kominfo Temukan 1.125 Hoaks di Medsos Terkait Corona. In Kominfo. https://www.kominfo.go.id/content/detail/25831/kominfo-temukan-1125-hoaks-di-medsos-terkait-corona/0/sorotan_media

Muhammad Salim Albana, Alif Dava Mahesa, Indriani Putri, & Noerma Kurnia Fajarwati. (2024). Interaksi Komunikasi Hoax Di Media Sosial Serta Antisipasinya. SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains Dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 34–39. https://doi.org/10.59841/saber.v2i2.958

Pennycook, G., & Rand, D. G. (2021). The Psychology of Fake News. Trends in Cognitive Sciences, 25(5), 388–402. https://doi.org/10.1016/j.tics.2021.02.007

Rince Tatik Juanita, R., Fildzah, Z. P., Narulloh, N. D., & Pamungkas, W. J. (2023). Literasi Digital Pada Remaja Dan Tantangannya. Commsphere: Jurnal Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 1(II), 10–21. https://doi.org/10.37631/commsphere.v1iii.1139

Rofii, A., Herdiawan, R. D., Nurhidayat, E., Fakhrudin, A., Sudirno, D., & Nahdi, D. S. (2021). Penyuluhan Tentang Bahaya Pergaulan Bebas Dan Bijak Bermedia Sosial. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 825–832. https://doi.org/10.31949/jb.v2i4.1588

Sari, S. N. I., & Hutabarat, S. M. D. (2020). Pendampingan penggunaan media sosial yang cerdas dan bijak berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Diseminasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 34–46.

Sutarsih, T., Apresziyanti, D., Wulandari, H., & Hasyyati, A. N. (2021). Statistik telekomunikasi Indonesia 2020 (E. Sari, N. Syam, P. Candraningtyas, P. S. Handayani, D. Arifatin, & W. Sunyoto (eds.)). Badan Pusat Statistik Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v%25vi%25i.35797

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: