Edukasi pembuatan silase limbah daun tebu dan ekoenzim sebagai insektisida alami bagi petani di Kampung Lentigi, Sabah, Malaysia
Abstract
Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani tebu di Kampung Lentigi, Kota Belud, Sabah, Malaysia, mengenai dua inovasi berbasis sumber daya lokal, yaitu pemanfaatan limbah daun tebu menjadi silase dan penggunaan ekoenzim sebagai insektisida alami. Petani di daerah tersebut menghadapi masalah berupa penumpukan limbah daun tebu yang belum dikelola secara optimal, serta serangan hama seperti kutu buluh putih, tikus, dan monyet ekor panjang yang turut menimbulkan risiko zoonosis. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode sosialisasi dan demonstrasi langsung dalam satu kali kunjungan. Tim memperkenalkan proses pembuatan silase menggunakan daun tebu cacah, molase, dan EM4 sebagai starter fermentasi, serta pembuatan ekoenzim dari fermentasi gula, kulit bawang merah, dan air sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap keterlibatan aktif dan respons peserta selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari para petani, silase dinilai berpotensi mengurangi limbah sekaligus menyediakan pakan ternak alternatif, sementara ekoenzim dipandang sebagai solusi pengendalian hama yang murah, mudah dibuat, dan lebih aman dibandingkan pestisida sintetis. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan petani dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Lentigi.
Kata kunci: ekoenzim; insektisida alami; limbah daun tebu; penyuluhan; silase
Abstract
This community service activity aimed to educate sugarcane farmers in Kampung Lentigi, Kota Belud, Sabah, Malaysia, on two locally-based innovations: the utilization of sugarcane leaf waste as silage for animal feed, and the application of eco-enzyme as a natural insecticide. Farmers in this area face major challenges including unmanaged accumulation of sugarcane leaf waste and pest attacks from white mealybugs, rats, and long-tailed macaques, the latter of which also poses zoonotic disease risks. The activity was conducted using a qualitative descriptive approach through a single-visit socialization and hands-on demonstration session. The team introduced silage production using chopped sugarcane leaves, molasses, and EM4 as a fermentation starter, as well as eco-enzyme production from fermented sugar, onion peel, and water as an environmentally friendly pest control alternative. Evaluation was carried out through direct observation of participant engagement and responses during the session. Results demonstrated positive reception from the farmers — silage was perceived as a practical solution for waste reduction and alternative feed provision, while eco-enzyme was regarded as an affordable, easy-to-make, and safer alternative to synthetic pesticides. This program is expected to enhance farmers' knowledge, awareness, and skills in managing local resources sustainably, while contributing to food security and community welfare in Kampung Lentigi.
Keywords: eco-enzyme, natural insecticide, outreach, silage, sugarcane waste
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, H. J. (2026). Identifikasi ancaman zoonosis vektor nyamuk dan penyebarannya di Ibu Kota Negara Nusantara, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(2), 1177–1203.
Department of Statistics Malaysia. (2024). Laporan utama banci pertanian 2024: Profil pertanian daerah Kota Belud.
Hermawan, W., & Madyasti, F. S. (2023). Pemanfaatan limbah buah dan sayur sebagai ecoenzyme alternatif pestisida sintetik di Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 12(1), 71–76. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v11i2.36174
Irianto, I. D. K., Purnomo, K., Amanati, A., Savila, D., & Mardiyaningsih, A. (2023). Aktivitas antibakteri eco-enzyme limbah Citrus sinensis, Musa paradisiaca L. var. bluggoe, dan kombinasinya terhadap Staphylococcus aureus. Majalah Farmaseutik, 19(4), 504–513. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i4.79019
Jabatan Perkhidmatan Veterinar. (2023). Perangkaan ternakan 2022/2023. Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan.
Lima, D., & Patty, C. W. (2021). Potensi limbah pertanian tanaman pangan sebagai pakan ternak ruminansia di Kecamatan Waelata Kabupaten Buru. Jurnal Ilmu Ternak, 9(1), 36–43.
Muklas, A., Lubis, E., & Qurniati, A. (2023). Menumbuhkan semangat belajar siswa melalui program bimbingan belajar di luar jam sekolah di Desa Penindaian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia, 2(1), 118–125.
Ningsih, F., Kusuma, R. T., & Prasetyo, B. H. (2022). Efektivitas metode demonstrasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian terhadap peningkatan pengetahuan petani. Jurnal Penyuluhan, 18(1), 55–64. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v18i1.37912
Nissa, K., Sari, M., & Pratiwi, D. (2021). Potensi ekoenzim sebagai biopestisida ramah lingkungan dalam pengendalian hama tanaman. Jurnal Agroteknologi, 15(1), 45–53. https://doi.org/10.19184/j-agt.v15i1.21341
Nurcahyo, Y., Hidayat, N., & Perdana, R. S. (2018). Pemodelan sistem pakar untuk identifikasi hama penyakit tanaman tebu dengan metode Dempster-Shafer. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(3), 1187–1193. https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/1162
Nururrahmani, A., Hibatulloh, M. R., Nabila, R. A., & Djuarsa, P. (2021). Ekoenzim dari berbagai jenis kulit jeruk. HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(1), 30–35.
Pozo-Leyva, D., Costa, R. L. D., & Casanova Lugo, F. C. (2024). Use of sugarcane crop residue silage with different levels of inclusion in dual-purpose cow diets. Ornamental Horticulture, 3177–3191. https://doi.org/10.55905/oelv22n1-167
Prabowo, A., Susanti, S., & Nuraini. (2020). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia melalui teknologi fermentasi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.33772/jitpt.v7i1.11788
Ridwan, R., Ratnakomala, S., Kartina, G., & Widyastuti, Y. (2015). Pengaruh penambahan dedak padi dan Lactobacillus plantarum 1BL-2 dan 1BL-12 dalam pembuatan silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Media Peternakan, 28(3), 117–123. https://doi.org/10.5398/medpet.2005.28.3.117
Sayuti, M., Ilham, F., & Nugroho, T. A. E. (2019). Pembuatan silase berbahan dasar biomas tanaman jagung. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 299–307. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.4144
Setyorini, D., Saraswati, R., & Anwar, E. K. (2017). Pemanfaatan limbah organik pertanian untuk pertanian berkelanjutan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 11(2), 61–74. https://doi.org/10.21082/jsdl.v11n2.2017.61-74
Sugianto, F., Susilo, T. D., & Suryani, F. A. (2024). Pemanfaatan limbah daun tebu kering sebagai mulsa organik pada lahan budidaya bawang merah di Desa Seletreng, Kabupaten Situbondo. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1156–1162.
Wu, S., Wang, C., Chen, D., Zhou, W., Chen, X., & Wang, M. (2022). Effects of pyroligneous acid as silage additive on fermentation quality and bacterial community structure of waste sugarcane tops. Chemical and Biological Technologies in Agriculture, 1–12. https://doi.org/10.1186/s40538-022-00335-x
Wulandari, R., Susanto, A., & Hadiyanto. (2020). Dampak penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani dan lingkungan pertanian. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 89–97. https://doi.org/10.14710/jkm.v15i2.26862
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38083
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















