Strategi edukatif dan partisipatif dalam pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kemandirian kesehatan Desa Pulau Semambu

Nita Aminasih, Hary Widjajanti, Yuniar Harvianti, Trissa Silvian, Khosy Khoirunnisa

Abstract


Abstrak

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, organisasi perempuan tingkat desa (PKK) Desa Pulau Semambu dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA dipilih sebagai alternatif peningkatan kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi kesehatan terkait jenis tanaman obat, manfaat, serta teknik pengolahan dan pemanfaatannya untuk penanganan penyakit ringan. Selain itu, belum tersedia media edukasi yang dapat diakses sebagai panduan praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap: survei awal, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan TOGA, penyediaan buku saku dan media digital, serta pendampingan lapangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang tanaman obat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas peserta menyatakan mendapat pemahaman baru terkait budidaya TOGA dan mulai menerapkannya di pekarangan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang mudah diakses, ekonomis, dan ramah lingkungan. Rencana tindak lanjut berupa pembentukan Kelompok TOGA Desa Pulau Semambu dan pendampingan lanjutan disusun untuk menjamin keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah kemampuan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan mendukung pelestarian kearifan lokal berbasis tanaman obat.

 

Kata kunci: tanaman obat keluarga; literasi kesehatan; keterlibatan masyarakat; pelestarian pengetahuan lokal; ketahanan kesehatan keluarga.

 

Abstract

This community service program was developed to address low health literacy regarding medicinal plants and inadequate access to educational resources in Semambu Island Village. The initiative aimed to enhance PKK women's knowledge and skills in cultivating and using Family Medicinal Plants (TOGA) as a sustainable, accessible health solution. Through a participatory approach encompassing surveys, socialization activities, hands-on training in TOGA cultivation and processing, distribution of educational materials, and continuous field mentoring, the program engaged community members directly in the learning process. Results revealed significant improvements in participants' understanding of medicinal plant types, their health benefits, and processing techniques. Most notably, the majority of participants successfully implemented TOGA cultivation in their home gardens and began applying herbal remedies to manage minor illnesses. Beyond individual skill acquisition, the program fostered collective awareness about medicinal plants as an economical and environmentally friendly alternative to conventional healthcare. To ensure long-term sustainability, the Semambu Island Village TOGA Group was established with plans for ongoing mentoring. This initiative not only enhanced community capacity and health literacy but also strengthened family health resilience while preserving valuable local knowledge about medicinal plants for future generations.

 

Keywords: family medical plants; health literacy; community engagement; local wisdom preservation; family health resilience.


Keywords


family medical plants; health literacy; community engagement; local wisdom preservation; family health resilience.

Full Text:

PDF

References


Adiyasa, M. R., & Meiyanti. (2021). Pemanfaatan Obat Tradisional di Indonesia: Distribusi dan Faktor Demografis yang Berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130-138.

Chaniago, E. A. L, (2022). Penyuluhan Pemanfaatan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga Dimasa Pandemi di Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Deputi Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi, 2(1), 63–66.

Hapid, A., Ariyanti, Erniwati, Suena, N.M.D.S., Adrianta, K.A., Yuniarti, K., Muthmainnah. (2023). Diversity of Types of Medicinal Plants and Local Wisdom of the Kaili Tribe in Processing Medicinal Plants Around The Forest Areas Of Central Sulawesi, Indonesia. Pharmagon J, 15(4), 535-540.

Laksono, A.D., Wulandari, R.D., Tumaji, Rukmini, Ipa, M. & Suharmiati. (2024). Traditional Health Services Utilization In Disadvantage Areas in Indonesia. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology, 14(1), 231-236.

Maulana, D.A., Putri, R.A., Apriani, E.M., Nasrullah, M.A.F., Maesa, T.P., Naufal, M.N., Uyun, T., Maisarah, K.N., Nuzulilazmi, Q., Azhari, Y.C. (2024). Pengembangan Apotek Hidup untuk Kemandirian Kesehatan di Desa Rembitan: Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Jurnal Wicara Desa, 2(4), 211-223.

Nurhab, I. M. (2023). Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Bagi Masyarakat Desa Negeri Tua. Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS), 33.

Nurhidayah. (2022). Edukasi Media Booklet dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Mental pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Samata. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 11(2), 130-142.

Pallathadka, H. & Roy, P. D. (2025). Women as Healthcare Gatekeepers: Gendered Dimensions of Health Decision-Making in Tribal Communities of Northeast India. Journal for Research in Applied Sciences and Biotechnology, 4(3), 75-91.

Rahmayani, I. (2025). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Pemanfaatan TOGA dalam Menjaga Kesehatan Pada Komunitas Lansia As-Sinar. Senadimas: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 10(1), 795–801.

Rizki, M. I., Sari, A. K., Normaidah, & Silviana, M. (2023). Upaya Pembudidayaan dan Pemanfaatan Tanaman Obat keluarga (TOGA) di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura. Jurnal pengabdian Masyarakat Panacea, 1(3), 89-96.

Rizkianti, A., Afifah, T., Saptarini, I., Rakhmadi, M.F. (2020). Women’s Decision-Making Autonomy in the Household and the use of Maternal Health Services: An Indonesian Case Study. Midwifery, 90, 1-9.

Rosdiana, D. (2018). Pengetahuan Asam Urat, Asupan Purin dan Status Gizi Terhadap Kejadian Hiperurisemia pada Masyarakat Perdesaan. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner, 7(2), 1.

Suhariyanti, E. (2020). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Sosialisasi Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Lingkungan Bandung. AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, 2(1), 31–36. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/.

Sultan, M.A., Miller, E., Tikkanen, R. S., Singh, S., Kullu, A., Cometto, G., Fitzpatrick, S., Ajuebor, O., Gillon, N., Edward, A., Moleman, Y.P., Pandya, S., Park, I., Shen, J.Y., Yu, Y., Perry, H. Scott, K., & Closser, S. (2025). Competency-Based Education and Training for Community Health Workers: A Scoping Review. BMC Health Services Research, 25(263), 1-18.

Sutrisno. (2011). Pengantar Pembelajaran Inovatif: Berbasis Teknologi dInformasi dan Komunikasi. Gaung Persada Press.

Yazid, A., Huda, N., & Anwar, Q.K. (2024). Penyuluhan Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Pengembangan UMKM di Desa Ngaran Polanharjo Klaten. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 34-41.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: