Pelatihan inovasi produk pangan pembuatan wingko jagung bagi kelompok PKK Kelurahan Gunung Anyar Surabaya
Abstract
Abstrak
Potensi melimpahnya jagung di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku produk pangan olahan menjadi latar belakang diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota kelompok PKK Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya, dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk inovatif bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan Wingko Jagung sebagai bentuk inovasi produk pangan. Program ini diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi hasil, serta pembinaan dan keberlanjutan program. Metode pelatihan meliputi penyampaian teori mengenai konsep Intermediate Moisture Food (IMF), praktik langsung pembuatan Wingko Jagung, serta evaluasi peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman peserta meningkat signifikan, dari 4,32% sebelum pelatihan hingga 94,60% setelah pelatihan. Analisis bahan baku menunjukkan bahwa formulasi tepung jagung, tepung ketan, dan tapioka menghasilkan Wingko Jagung dengan tekstur dan cita rasa yang sesuai dengan standar mutu pangan semi basah. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Kata kunci: inovasi produk pangan; pelatihan; pengabdian masyarakat; PKK; wingko jagung.
Abstract
The abundant potential of corn in Indonesia, which has not been optimally utilized as a raw material for processed food products, served as the background for this community service activity. This activity aims to enhance the skills and knowledge of the PKK women’s group in Gunung Anyar Subdistrict, Surabaya, in processing local agricultural products into innovative and economically valuable products through training on making Wingko Jagung as a form of food product innovation. The program was attended by 30 participants and implemented through four main stages, namely preparation, training implementation, evaluation of results, and program sustainability. The training method included theoretical sessions on the concept of Intermediate Moisture Food (IMF), hands-on practice in making Wingko Jagung, and evaluation of participants’ knowledge improvement through pre-test and post-test. The evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding, from 4.32% before training to 94.60% after training. The analysis of raw materials indicated that the formulation of corn flour, glutinous rice flour, and tapioca produced Wingko Jagung with texture and flavor that met semi-moist food quality standards. This community service activity had a positive impact on improving skills, economic independence, and the sustainable utilization of local resources.
Keywords: community service; food product innovation; PKK; wingko jagung; training.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Nurasikin, S., & Nurjihadi, M. (2024). Analisis nilai tambah komoditas jagung untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Rhee, Kabupaten Sumbawa. Indonesian Journal of Social Development, 1(3), 1–12.
Bhavadharani, B., & Gurumoorthi, P. (2025). Evaluation of gluten-free noodles formulated with germinated Proso and barnyard millets: studies on process optimization for structural and functional integrity using RSM. Journal of Food Science and Technology, 62(1), 1–10.
Gedif, M. (2025). Nutritional composition of Zea mays L: A comprehensive Review of Macronutrients, Micronutrients, and Bioactive Compounds. Open Research Africa, 8(15), 1–16.
Handito, D., Wahyudi, A., & Rohman, A. (2024). Pengolahan dan pengemasan cookies dari tepung jagung lokal di Desa Jubung Kabupaten Jember. Jurnal Kumawula, 7(1), 10-18.
Kamal, D.S. (2016). Eksperimen Pembuatan Wingko Menggunakan Bahan Dasar Campuran Jagung Manis Dengan Tepung Ketan. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.
Kementrian Pertanian. (2020). Produksi dan Kualitas Jagung Indonesia Tidak Kalah Saing dengan Impor. https://www.pertanian.go.id/?act=view&id=3933&show=news&utm_source. Diakses 4 Oktober 2025.
Li, Y., Chen, Y., Zhang, H., Liu, S., Zha, M., & Wang, J. (2025). Research on physicochemical properties and in vitro digestive characteristics of high-amylose corn starch–ultrasound-treated waxy rice flour blends. Foods, 14(16), 2920.
Sulistyaningsih, E., & Wardani, S. (2022). Edukasi penggunaan bahan pengawet makanan pada kelompok produksi wingko babat di Karangwuni, Rongkop Gunungkidul. Journal of Community Service, 1(2), 56–62.
Suryaningsih, L., Gumilar, J., Putranto, W. S., Pratama, A., Wulandari, E., & Utama, D. T. (2024). Pengaruh penambahan jenis tepung yang berbeda pada burger sapi terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 5(1), 121–132.
Satmika, G., & Pambudi, B. (2024). Kualitas wingko dengan bahan tepung mocaf. PARIS | Jurnal Pariwisata dan Bisnis, 6(1), 2423–2427.
Chen, H.-Y., & Chen, C. (2025). A study of the response surface methodology model with regression analysis in three fields of engineering. Applied System Innovation, 8(4), 99.
USDA. (2025). 2025 Technical report | Cornstarch | Handling. Agricultural Marketing Service, U.S. Department of Agriculture.
Vaclavik, V. A., & Christian, E. W. (2024). Essentials of food science (5th ed.). Springer.
Winarti, S. (2010). Makanan Fungsional. Edisi Pertama Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Widagdyo, M. T., Ratnaningsih, N. C., & Khasanah, L. U. (2023). Optimization of defective coffee beans decaffeination using palm oil as a natural solvent. ASEAN Journal of Chemical Engineering, 23(1), 123-132.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38880
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















