Optimalisasi pengetahuan dan praktik gizi untuk mencegah stunting melalui program cinta gizi Desa Trawas

Jasmine Sukma Anggraeni

Abstract


Abstrak

Permasalahan stunting masih menjadi fokus kesehatan yang memerlukan penanggulangan sedini mungkin. Di Indonesia, prevalensi kejadian stunting mencapai 19,8% di tahun 2024, termasuk Kabupaten Mojokerto dimana prevalensi stunting sebesar 15,3%. Angka ini masih belum memenuhi target nasional sebesar 14%. Maka dari itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang dapat mencegah stunting dengan meningkatkan kesehatan ibu hamil sebagai penentu kondisi kesehatan anak yang akan dilahirkan. Kegiatan pengabdian yang dirancang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi menjaga kesehatan ibu hamil melalui edukasi gizi, pengenalan modifikasi pangan bakso lele, pemeriksaan kesehatan, dan monitoring pola makan. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu hamil sejumlah 8 orang yang ada di Desa Trawas. Metode kegiatan meliputi (1) Edukasi Gizi, ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Keluarga Sadar Gizi, (2) Evaluasi melalui Pre-test dan Post-test, (3) Pengenalan modifikasi pangan bakso lele, (4) Pemeriksaan Kesehatan, dan (5) Food Recall. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 5 ibu hamil meningkat pengetahuannya setelah mendapatkan edukasi dengan kenaikan sebesar 21,88%, sebanyak 43,7% ibu hamil menyukai bakso lele, dan ibu hamil mengonsumsi makanan yang sehat dan bervariatif berdasarkan pencatatan 24hours Recall. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan terkait gizi, dan motivasi menjaga pola makan, sehingga stunting dapat dicegah. Dukungan dan peran dari masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan demi keberlanjutan program.

 

Kata kunci: bakso lele; edukasi gizi; ibu hamil; stunting; food recall

 

Abstract

The problem of stunting is still a health focus that requires early intervention. In Indonesia, the prevalence of stunting is expected to reach 19,8% by 2024, including in Mojokerto Regency, where the prevalence is 15,3%. This figure still falls short of the national target of 14%. Therefore, health interventions are needed to prevent stunting by improving maternal health, as this determines the health of the unborn child. The community service activities are designed to increase knowledge and motivation to maintain the health of pregnant women through nutrition education, introduction of catfish meatball food modifications, health checks, and monitoring of eating patterns. The targets of this activity are 8 pregnant women from Trawas village. The activity methods include (1) Nutrition Educaton, Exclusive Breastfeeding, MP-ASI, and Nutrition Aware Families, (2) Evaluation through Pre-test and Post-test, (3) Introduction to modified catfish meatball food, (4) Health Checks, and (5) Food Recall. The results showed that 5 pregnant women’s knoelwdge increased after receiving education with an increase of 21,88%, 43,7% of pregnant women liked catfish meatballs, and pregnant women consumed healthy and varied foods based on 24hours Recall recording. In conclusion, the community service activities carried out provided real benefits in increasing knowledge ewlated to nutrition, and motivation to maintain diet, so that stunting can be prevented. Support and roles from the community, health workers, local governments, and universities are needed for the sustainability of the program.

 

Keywords: catfish meatballs; nutrition education; pregnant women; stunting; food recall


Keywords


catfish meatballs; nutrition education; pregnant women; stunting; food recall

Full Text:

PDF

References


Aghadiati, F., Ardianto, O., & Rida Wati, S. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Suhaid Relationship Between Mother’s Knowledge and Stunting In the Work Area of the Suhaid Health Center. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 130–137. https://doi.org/https://doi.org/10.33143/jhtm.v9i1.2793

Apriyanti, D., Rusmilawaty, Rafidah, & Prihatanti, N. R. (2025). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Booklet dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMPN 16 Banjarmasin Tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(08), 1467–1477. https://doi.org/https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.271

Arini, D., Citra Mayasari, A., Zul, M., & Rustam, A. (2019). Gangguan Perkembangan Motorik dan Kognitif pada Anak Toodler yang Mengalami Stunting di Wilayah Pesisir Surabaya. Journal Of Health Science And Prevention, 3(2), 122–128. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i1.231

Astuti, N. W., & Astuti, D. A. (2025). Hubungan Kunjungan Antenatal Care dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 4(01), 18–24. https://doi.org/10.56741/bikk.v4i01.693

Azriani, D., Masita, Qinthara, N. S., Yulita, I. N., Agustian, D., Zuhairini, Y., & Dhamayanti, M. (2024). Risk factors associated with stunting incidence in under five children in Southeast Asia: a scoping review. In Journal of Health, Population and Nutrition (Vol. 43, Number 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s41043-024-00656-7

Edayani, S., Muhazir, R., Mauliana STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, R., Darussalam No, J., Selatan, H., & Sakti, B. (2024). Perilaku Pencegahan Stunting Menggunakan Health Promotion Model. Journal of Language and Health, 5(3), 1271–1278. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH

Hasan, A., Kadarusman, H., & Sutopo, A. (2022). Air Minum, Sanitasi, dan Hygiene sebagai Faktor Risiko Stunting di Wilayah Pedesaan. 300 Jurnal Kesehatan, 13(2), 299–307.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/

Kuswanti, I., & Azzahra, K. S. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 15–22. https://doi.org/10.36419/jki.v13i1.560

Maryuni, Handayani, L., & Trustisari, H. (2021). BUTATING Buku Pintar Cegah Stunting (Widi Arti, Ed.). BFS Medika. www.penerbitbfsmedika.com

Pemerintah Republik Indonesia, Pub. L. 72, Presiden Republik Indonesia (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021

Prabowo, B., & Peristiowati, Y. (2023). Faktor Risiko Stunting pada Balita di Indonesia. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2275–2283. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.5928

Probosiwi, H., Huriyati, E., & Ismail, D. (2017). Stunting dan perkembangan anak usia 12-60 bulan di Kalasan. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(11), 559–564. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/bkm.26550

Putra, P. R. S., Karina, I., & Imtihan. (2024). Analisis Kandungan Gizi Pada Produk Diversifikasi Olahan Ikan Lele (Clarias gariepenus). SEMAH : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 8(1), 65–73. https://doi.org/https://doi.org/10.36355/semahjpsp.v8i1.1389

Samsuddin, Agusanty, S. F., Desmawati, Kurniatin, L. F., Bahriyah, F., Wati, I., Ulva, S. M., Abselian, U. P., Laili, U., Malik, M. F., Purwadi, H. N., & Ernawati, Y. (2023). STUNTING (Yusuf Sabilu, Lilin Rosyanti, & Nina Indriyani Nasruddin, Eds.; 1st ed.). EUREKA MEDIA AKSARA.

Sari, A. (2023). Dukungan Suami Dan Pola Makan Terhadap Pencegahan Stunting Pada Saat Ibu Hamil Di Kota Depok. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 18, 304–315. https://doi.org/10.32382/medkes.v18i2

Siswati, T. (2018). STUNTING (Hari Kusnanto & Toto Sudargo, Eds.; 1st ed.). Husada Mandiri Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

World Health Organization. (2024). World health statistics 2024 Monitoring health for the SDGs, Sustainable Development Goals (World Health Organization, Ed.).




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38919

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: