Pelatiahan pembuatan komposter POC dengan metode ember tumpuk pada kelompok Dasa Wisma Teratai 8, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara
Abstract
Abstrak
Wilayah Banjarbaru Utara termasuk daerah dengan penduduk yang padat. Hampir setengah dari jumlah penduduk di Kecamatan Loktabat Utara berada di Kelurahan Loktabat Utara. Tingginya jumlah penduduk yang padat akan diikuti dengan meningkatnya sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Masalah sampah ini menjadi masalah yang sangat komplek. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya untuk mengatasi sampah dengan gerakan menyadarkan dan menumbuhkan kepedulian dalam mengolah sampah. Metode yang digunakan untuk menyadarkan adalah dengan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik pada kelompok Dasa Wiswa Teratai 8. Penyuluhan yang dilakukan disertai dengan praktik pengolahan sampah organik dengan metode ember tumpuk. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC dan kompos. Pengetahuan mengenai sampah organik yang mudah terurai dari responden 88% kemudian meningkat menjadi 100%, untuk sampah organik yang sulit terurai masih ada 12% menjadi 0%. Peningkatan masyarakat untuk mengolah sampah dengan ember tumpuk sebagai kelebihan dengan metode lainnya sebesar 8% dari 92% menjadi 100% tertarik. Ketertarikan masyarakat mengelola sampah dengan metode ember tumpuk berdasarkan tingkat kemudahannya sebesar 72%. Melalui pelatihan ini kelompok Dasa Wisma Teratai 8 mendapat informasi tentang pengelolaan sampah organic menggunakan metode ember tumpuk dan mendapat teknologi pengetahuan baru tentang metode pengomposan. Pelatihan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari rerata 63,2% menjadi 84,4%.
Kata kunci: sampah organik; ember tumpuk; penyuluhan; kepedulian; penduduk
Abstract
The North Banjarbaru area is one of the regions with a dense population. Almost half of the population in the North Loktabat District resides in the North Loktabat Urban Village. The high population density will be followed by an increase in waste, both organic and inorganic. This waste problem has become a very complex issue. The aim of this service is an effort to tackle waste through a movement to raise awareness and foster concern in managing waste. The method used to raise awareness is by providing counseling to the community regarding the utilization of organic waste in the Dasa Wiswa Teratai 8 group. The counseling conducted was accompanied by practice in processing organic waste using the stacked bucket method. The results obtained from the counseling showed an increase in knowledge about organic waste that can be used as materials for making POC and compost. Knowledge about easily decomposable organic waste among respondents increased from 88% to 100%, while for hard-to-decompose organic waste, it decreased from 12% to 0%. The increase in community interest in processing waste using stacked buckets, as an advantage compared to other methods, was 8%, increasing from 92% to 100%. Community interest in managing waste using the stacked bucket method based on its ease of use was 72%. The Dasa Wisma Teratai 8 group learned new technological information about composting techniques and learned how to manage organic waste utilizing the stacked bucket approach. Additionally, the participants' knowledge and skills grew from an average of 63.2% to 84.4% as a result of this training.
Keywords: concern; counseling; organic waste; population; stacked buckets.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustini, R. Y., Rianti, W., Supriadi, D. R., & Muharam. (2023). Pemanfatan limbah organik sebagai bahan pembuatan kompos di Gapoktan Citra Sembada. Jurnal Pemberdayaan masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 05(02), 139–143.
BPS. (2024). Dalam angka. In Kota Banjarbaru dalam Angka (10 ed., hal. 524). Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru.
Farista, B., Virgota, A., Syehan, F., Hartawan, M., Sopiandi, I., Nispi, B., Hidayatunnisa, Solihin, M. Y. B., Arofah, M., Iryanti, Rusmania, S. A., Septi, M., & Afrianingsih, N. (2023). Inovasi ember kompos untuk menghasilkan pupuk organik dalam menunjang pertanian maju dan berkelanjutan di Desa Aik Prapa , Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Original, 6(1), 303–307.
Handayani, & Rofiq. (2022). Pelatihan berbasis praktik langsung dalam pengembangan kapasitas masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 9(1), 44–52.
Heriyati, E., & Ismuhajaroh, B. N. (2023). Pengolahan limbah organik menjadi kompos di panti asuhan Hj . Sarwati, Yogyakarta. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 3(2), 18–25.
Ismuhajaroh, B. N., Susanti, H., Sukmana, M. L. Q., Jawak, G., Juharni, Fadhiel, M. I., & Halim, A. R. (2024). Pemanfaatan sampah organik untuk budidaya sayuran organik dengan sistem vertikultur. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 3(3), 644–650.
Pristiandaru, D. L. (2025). Kalimantan Selatan dinyatakan ddarurat sampah, ini sebabnya. Kompas.com. https://lestari.kompas.com/read/2025/02/16/150000986/kalimantan-selatan-dinyatakan-darurat-sampah-ini-sebabnya
Raharjo, S. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dengan pendekatan partisipatif. Jurnal Pengabdian Nusantara, 4(1), 45–56.
Rahmayanti, F. D., Tiana, G., & Nikmah. (2024). Peran pupuk organik cair sebagai nutrisi tanaman dalam mendukung urban farming berkelanjutan di perkotaan : studi kasus pada budidaya tanaman kakao. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(2), 4–10.
Sulistyorini, H., & Wahyuni, I. (2022). Model sosialisasi berbasis komunitas dalam program pengelolaan sampah. Jurnal Komunitas, 14(2), 122–124.
Thesiwati, A. S. (2018). Peranan kompos sebagai bahan organik yang ramah lingkungan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dewantara, 1(1), 27–33.
Universitas Ahmad Dahlan. (2022). Ember tumpuk, solusi upaya pengelolaan sampah dapur organik. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi LLDIKTI V. https://lldikti5.kemdiktisaintek.go.id/home/detailpost/ember-tumpuk-solusi-upaya-pengelolaan-sampah-dapur-organik
Wahtono, S. (2010). Tinjauan manfaat kompos dan aplikasinya pada berbagai bidang pertanian. JRL, 6(1), 29–38.
Yanti, S., Ibrahim, I., Masrullita, Kurniawan, E., & Muhammad. (2022). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah sayuran dengan menggunakan bioaktivator EM4. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 11(2), 267–279.
Yulianus, J. (2025). Ratusan ton sampah tidak terangkut di Banjarmasin. kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/tpas-ditutup-kota-banjarmasin-darurat-sampah
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i3.39554
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















