Pemberdayaan UMKM batik melalui edukasi sertifikasi batik mark dan implementasi canting cap untuk peningkatan produktivitas
Abstract
Abstrak
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, estetis, dan ekonomis serta berperan penting dalam pengembangan industri kreatif berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pelaku usaha batik masih menghadapi berbagai tantangan, berupa persaingan dengan produk tiruan, rendahnya efisiensi produksi, serta keterbatasan pemahaman terhadap standardisasi dan sertifikasi mutu produk. UMKM Batik Ulur Wiji Mojokerto sebagai mitra merupakan produsen batik berbasis eco-fashion dengan motif lokal dan pewarna alami yang menghadapi permasalahan serupa dalam meningkatkan daya saing usaha. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mitra melalui edukasi Sertifikasi Batik Mark dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan pada Maret–Oktober 2025 melalui Webinar Sertifikasi Batik Mark dan pembuatan empat unit canting batik cap yang dirancang berdasarkan identifikasi kebutuhan mitra terhadap motif yang paling sering digunakan pada produk batik dan turunannya. Webinar diikuti oleh 17 peserta yang hadir dari komunitas pengusaha batik, dengan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner dengan perbandingan skor pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan skala Likert 1–5 untuk mengukur peningkatan penerapan IPTEK dan skala Likert 1–4 untuk mengukur kepuasan mitra. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor penerapan IPTEK dari 2,5 menjadi 4,5 atau sebesar 80%, dengan tingkat kepuasan mitra 100%. Implementasi canting batik cap menghasilkan luaran berupa 100 dompet dan 100 totebag yang menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, konsistensi mutu, dan diversifikasi produk.
Kata kunci: batik mark; edukasi sertifikasi; UMKM; canting batik cap.
Abstract
Batik is an Indonesian cultural heritage with significant historical, aesthetic, and economic value and plays an important role in the development of creative industries based on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, batik entrepreneurs still face several challenges, including competition from imitation products, low production efficiency, and limited understanding of product standardization and certification. Batik Ulur Wiji MSME in Mojokerto, which produces eco-fashion batik with local motifs and natural dyes, faces similar challenges in improving business competitiveness. This community service program aims to enhance the competitiveness of Batik Ulur Wiji MSME through Batik Mark certification education and the implementation of appropriate technology in the production process. The program was conducted from March to October 2025 through a Batik Mark certification webinar and the development of four stamped canting tools based on the partner’s most frequently used motifs. The webinar involved 17 batik entrepreneurs and a speaker from the Center for Standardization and Industrial Service of Handicrafts and Batik, Ministry of Industry. Evaluation was carried out through observation and questionnaires using a 1–5 Likert scale to assess improvements in science and technology adoption and a 1–4 Likert scale to measure partner satisfaction. The data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results show an increase in the average technology application score from 2.5 to 4.5 (80%), while partner satisfaction reached 100%. The implementation of stamped canting tools produced 100 wallets and 100 tote bags, indicating improvements in production efficiency, product consistency, and product diversification.
Keywords: batik mark; certification education; MSMEs; batik stamping canting.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alamsyah. (2018). Kerajinan Batik dan Pewarnaan Alami. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi E-ISSN : 2599-1078 Kerajinan, 1(2), 136–148. https://doi.org/10.14710/endogami.1.2.136-148
Arum, D. P., Ramadhani, N. P., Adli, H., Masitoh, P. N., Riyanto, R., & Liesvarastranta, K. (2023). Peningkatan Produktivitas Umkm Batik Di Kelurahan Bendogerit Berbasis Pemanfaatan Bahan Bekas. JICS: Journal of International Community Service, 02(1), 31–39.
Hakim, L. M. (2018). Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia. Nation State : Journal of International Studies, 1(1), 61–90. https://doi.org/10.24076/NSJIS.2018v1i1.90
Hidayat, S. R., Sarwono, & Rudianto, M. (2024). Studi Kasus Kapabilitas UMKM Industri Batik dalam Inovasi Desain Produk. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 4(4), 2495–2508. https://doi.org/10.54082/jupin.1005
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2025). Perjalanan Panjang Batik hingga Diakui Warisan Dunia oleh UNESCO. https://kemenpar.go.id/destinasi-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif/perjalanan-panjang-batik-hingga-diakui-warisan-dunia-oleh-unesco
Masfufah, D., & Fardhani, A. Y. S. (2022). Pengembangan Motif Batik Cap Menggunakan Konsep Modular Stamp Pada Produk Fashion. Jurnal TANRA, 9(3), 251–264. https://doi.org/10.26858/tanra.v9i3.36791
Oktyajati, N., Mayasari, S., Khaerudin, A., Dyah, I. A., W, P., & Purwati, S. (2023). Pelestarian Warisan Budaya Batik Indonesia Melalui Workshop Dan Seminar Pertukaran Budaya Dari Empat Negara Asia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sidoluhur, 3(2), 340–349.
Pangestu, A. D., & Fahma, F. (2022). Komparasi Pemberlakuan SNI dan Batik Mark Sebagai Upaya Perlindungan IKM Batik Pandono di Laweyan Surakarta. Performa : Media Ilmiah Teknik Industri, 21(1), 32–39. https://doi.org/10.20961/performa.21.1.52487
Prasetyawati, Y. R., Fitriyanti, L. R., & Nurhajati, L. (2025). Strategi Pemasaran Inovatif dalam Mengembangkan Produk UMKM Batik Canting Ayu. Journal of Research on Business and Tourism, 4(2), 120–130. https://doi.org/10.37535/104004220243
Salma, I. R. (2020). Inspirasi Kearifan Lokal dalam Pengembangan Motif Batik Nusantara. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, A10. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/54
Saputri, R. A., Wachid, N., & Angraini, N. (2025). Batik sebagai Identitas Budaya Indonesia dalam Diplomasi Global : Kajian Literatur Sistematis. Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial, 809–825.
Sari, I. P., Wulandar, S., & Maya, S. (2019). Urgensi Batik Mark Dalam Menjawab Permasalahan Batik Indonesia (Studi Kasus Di Sentra Batik Tanjung Bumi). Sosio E-Kons, 11(1), 16–27. https://doi.org/10.30998/sosioekons.v11i1.2932
Trixie, A. A. (2020). Filosofi Motif Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia. Folio, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.37715/folio.v1i1.1380
Yusdiansyah, E., & Hendar, J. (2022). Implementasi Batik Mark Dalam Upaya Daya Saing Produk Batik Indonesia. Anterior Jurnal, 21(2), 92–100. https://doi.org/10.33084/anterior.v21i2.3320
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i3.39556
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















