Penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi dan sinergitas keagamaan
Abstract
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya untuk menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan moderasi beragama, khususnya kepada generasi muda sebagai agen perubahan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemuda mengenai pentingnya moderasi beragama serta memperkuat peran pemuda dalam membangun sinergitas antarumat beragama guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, penyampaian materi, dan diskusi interaktif kepada peserta. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya moderasi beragama, penguatan literasi digital, toleransi, serta peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sikap toleransi, saling menghormati, dan kerja sama lintas agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga memberikan kesadaran kepada pemuda untuk memanfaatkan media sosial secara positif dan menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penguatan kapasitas pemuda sebagai agen moderasi beragama diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Kata Kunci: moderasi beragama; pemuda; toleransi; keharmonisan sosial.
Abstract
Indonesia is a country that has a very high diversity of ethnicities, cultures, and religions, so efforts are needed to maintain harmony and unity of society. One of the efforts that can be made is through strengthening religious moderation, especially to the younger generation as agents of social change. This community service activity aims to increase youth understanding of the importance of religious moderation and strengthen the role of youth in building synergy between religious communities to create a harmonious social life. The methods used in this activity are socialization, delivery of materials, and interactive discussions to participants. The material presented included the importance of religious moderation, strengthening digital literacy, tolerance, and the role of youth in maintaining national unity in the midst of diversity. The results of the activity showed that the participants had high enthusiasm and gained a better understanding of the importance of tolerance, mutual respect, and interfaith cooperation in community life. This activity also provides awareness to youth to use social media positively and become agents of peace in their respective environments. Thus, strengthening the capacity of youth as agents of religious moderation is expected to be able to support the creation of a peaceful, harmonious, and fraternal social life in the midst of a pluralistic Indonesian society.
Keywords: religious moderation; youth; tolerance; social harmony.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Fadila, Anisa, Dwi Yuliana, Aini Sarah, and Amelia Dewa. (2025). Pancasila Sebagai Kunci Menjaga Keberagaman Dalam Persatuan Indonesia. Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora 5 (1): 7–11.
Farikha, Umi. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial Remaja Di Era Digital. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ) 3: 184–89.
Inovasi, Penelitian, Sani Yulianti, and Rita Rostiani. (2026). Peran Pendidikan Dalam Menguatkan Moderasi Beragama Dan Toleransi. Jurnal Pendidikan Indonesia: 6 (1). https://doi.org/10.59818/jpi.v6i1.2721.
Ismiati, Saptosih. (2025). “PERAN PEMUDA SEBAGAI PILAR PERUBAHAN DALAM MEWUJUDKAN INOVASI TRANSFORMASI.” Al-Mizan Media Universitas Pasundan 1 (2): 150–65.
Lestari, Dea Zailani. (2024). Seminar Pemuda Berdaulat Undiksha: Menelaah Peran Pemuda Dalam Menjaga Kelangsungan Demokrasi. Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia 1 (3): 122–28.
Mikraj, Mikraj, Khairil Fazal, and Muhammad Chaizir. (2025). Strategi Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Multikultural. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) 4 (1): 121–34.
Mulyadi. (2026). KONSEP MULTIKULTURAL, MULTIKULTURALISME DI INDONESIA, PENDIDIKAN KARAKTER. JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN 11 (1): 1280–87.
Sapnaranda, Sarah. (2024). Refleksi Pentingnya Moderasi Beragama Di Lingkungan Sosial. Moderation : Journal of Religious Harmony 1 (2): 79–85.
Soesanto, Edy. (2024). KONFLIK SOSIAL DALAM KOMUNITAS VIRTUAL DI KALANGAN REMAJA. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis 2 (1): 102–12.
Widagdo, Arif. (2026). Dampak Teknologi Digital : Positif & Negatif. J Jurnal Kolaboratif Sains, 9 (1): 144–46. https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.9799.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i3.39612
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















