Pemberdayaan berbasis lingkungan pada masyarakat rawan banjir melalui pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kebun Tebeng

Ida Agus Setiawati, Hellen Prescilia Anggraini, Okner Ristiwansah, Dinda Dwi Lestari

Abstract


Abstrak      

Sampah rumah tangga masih menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan dan banjir di permukiman, termasuk di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu. Minimnya kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah mengakibatkan penumpukan limbah pada saluran drainase dan lingkungan sekitar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga dalam mengelola sampah domestik melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos dan penguatan fungsi bank sampah sebagai bentuk pemberdayaan berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di RT 06 Kelurahan Kebun Tebeng dengan melibatkan 19 warga serta stakeholder lokal, meliputi pihak kelurahan, pengelola Bank Sampah Manunggal Lestari, Kelompok Tani Stupulo, dan LPM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik pembuatan kompos menggunakan komposter ember sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi warga selama edukasi dan praktik. Masyarakat memperoleh pemahaman tentang urgensi pemilahan sampah organik-anorganik, teknik pengomposan, serta mekanisme bank sampah. Selain berdampak ekologis melalui reduksi volume sampah, kegiatan ini berpotensi memberi manfaat ekonomi dari pemanfaatan kompos dan penjualan sampah anorganik. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, pendanaan, dan SDM pengelola bank sampah. Karena itu, dukungan dan pendampingan berkelanjutan diperlukan agar program pemberdayaan berbasis pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

 

Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; sampah rumah tangga; bank sampah; mitigasi banjir.

 

Abstract

Household waste is still one of the main causes of environmental pollution and flooding in residential areas, including in Kebun Tebeng neighbourhood in Bengkulu city. The lack of awareness among residents regarding the sorting and management of waste leads to the accumulation of waste in drainage systems and the surrounding environment. The purpose of this community service project is to increase residents' knowledge and skills in managing domestic waste through the processing of organic waste into compost and strengthening the function of the waste bank as a form of environmental empowerment. The activity was carried out in RT 06, Kebun Tebeng, with the involvement of 19 residents and local stakeholders, including the local council, the Bank Sampah Manunggal Lestari management, the Stupulo farming group, and the LPM. The participatory approach used included interactive lectures, discussions and practical sessions on how to make compost using a simple bucket composter. The results of the activity showed the high level of enthusiasm and participation of the residents during the education and practical sessions. The community gained an understanding of the importance of separating organic and inorganic waste, composting techniques, and the functioning of a waste bank. As well as having an ecological impact through reducing the volume of waste, this activity has the potential to provide economic benefits through the use of compost and the sale of inorganic waste. The challenges faced include limited facilities, funding, and human resources for managing the bank. Therefore, continuous support and guidance are needed to ensure that the empowerment programme based on waste management can run optimally and sustainably.

 

Keywords: community empowerment; household waste; waste bank; flood mitigation.


Keywords


community empowerment; household waste; waste bank; flood mitigation.

Full Text:

PDF

References


Arkania, C., Putri, B. A., & Ningrum, D. P. (2025). Komunikasi Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra: Analisis Respons Publik di Media Sosial. 01(02).

Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tasikmalaya. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 136–141. https://doi.org/10.22146/jml.18783

Fahmi, M. R., Hem, S., & Subamia, I. W. (2009). Potensi maggot untuk peningkatan pertumbuhan dan status kesehatan ikan. Jurnal Riset Akuakultur, 4(2), 221–232.

Fauziah, N., & Rahmawati, D. (2021). Strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 245–253.

Nugraha, A. R., Pratama, R., & Sari, D. P. (2022). Efektivitas budidaya maggot Black Soldier Fly dalam mereduksi sampah organik rumah tangga. Jurnal Teknologi Lingkungan, 23(1), 55–62.

Prasetyo, B., & Lestari, S. (2019). Penerapan komposter sederhana untuk pengolahan sampah organik skala rumah tangga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 112–118.

Sari, M., Hidayat, T., & Putra, R. A. (2023). Bank sampah sebagai media pemberdayaan ekonomi masyarakat perkotaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 34–42.

Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah: Studi kasus Bank Sampah Malang. Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial, 5(1), 71–84. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v5i1.447

Suwerda, B. (2012). Bank sampah: Kajian teori dan penerapan. Pustaka Rihama.

Widyastuti, E., Susilo, A., & Kurniawan, B. (2020). Pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos: Upaya peningkatan kesadaran lingkungan dan ekonomi keluarga. Jurnal Sains Lingkungan, 18(3), 301–310.

Yuliana, A. I., Ardhi, M. W., & Efendi, M. (2021). Pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos melalui komposter sederhana. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(1), 66–70. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v4i1.575




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i3.39740

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: