PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN NARMADA.

Fitria Yulastini, Evalina Fajriani, Baiq Fitrihan Rukmana

Abstract


ABSTRAK

Remaja adalah aset dan generasi penerus bangsa, sehingga penting sekali memperjuangkan hak remaja untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi sesuai dengan kebutuhannya. Pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal dalam berperilaku yang sehat dan bertanggungjawab. Pada umumnya, remaja akan menghadapi masalah yang sama di awal kematangan reproduksinya yaitu minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akibat terbatasnya akses informasi dan advokasi pada remaja, yang akan berdampak pada cara mereka bersikap dan berprilaku dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksinya. Berdasarkan survei yang dilakukan di Pondok Pesantren Haramain menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi. Hasil akhir yang diharapkan dari pengabdian ini adalah dapat memberikan manfaat pada remaja untuk memiliki pengetahuan dan kesadaran pentingnya kesehatan reproduksi sebagai upaya dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, sehingga remaja memperoleh informasi yang tepat sebagai bekal untuk bersikap dan berperilaku sehat selama proses pematangan fisiknya.

 

Kata kunci: pendidikan kesehatan; kesehatan reproduksi; remaja

 

ABSTRACT

Teenagers are an asset and the next generation of the nation, so it is vital to fight for the rights of teenager to obtain information and reproductive health services according to their needs. Correct knowledge and understanding of reproductive health can be a guide to healthy and responsible behavior. In general, teenagers will face the same problem at the beginning of their reproductive maturity, which is the lack of knowledge of reproductive health as a result of limited access to information and advocacy in teenagers, which will affect how they behave and behave in dealing with their reproductive health problems. Based on a survey conducted at Pondok Pesantren Haramain shows that there are still many teenagers who dont know about reproductive health. The expected outcome of this devotion is to be able to give a benefit for teenagers to have knowledge and awareness about the importance of reproductive health as an effort to maintain their reproductive health. The methods used are lectures, question-and-answer and discussion. There is an increase in  teenagers knowledge about reproductive health, so that teenagers get the right information as a provision to behave and behave in a healthy manner during the process of their physical maturity.

 

Key words: health education; reproductive health; teenagers


Keywords


health education; reproductive health; teenagers

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak (Percepatan Yang tidak Bisa Ditunda). Jakarta.

Badriah, Santi, W & Zaitun. (2015). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMK Mandiri Cirebon. Jurnal Keperawatan Sudirman. Vol 10(1), 24-32 . http://dx.doi.org/10.20884/1.jks.2015.10.1.589

Dahro, A., Destri, Y., & Astari, A. (2019). Pendidikan Kesehatan Pada Remaja Terhadap Perilaku Seksual Remaja. Majalah Wellness And Healthy , 1 (2), 261-266. https://doi.org/10.30604/well.90122019

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Pusat Data dan Informasi. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. (http://www.depkes.go.id). Jakarta. Diakses tanggal 08 Februari 2021.

Maimaznah, M., & Indrawati, I. (2019). Peningkatan Kesehatan Pada Remaja Tentang Reproduksi Sehat Menuju Generasi Hebat. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 1(1), 40-44. http://dx.doi.org/10.36565/jak.v1i1.17

Mustari, R., & Indriyana, I. (2018). Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Di Dusun Pallantikang Desa Balumbungang Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto Tahun 2017. Media Bidan, 3(2), 78-86. Retrieved from https://uit.e-journal.id/MedBid/article/view/93

Notoatmodjo, S. (2012). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

Prijatni, I., & Rahayu, S. (2016). Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Jakarta, Modul Bahan Ajar Cetak Kebidanan.

Widiyanto, B., Purnomo & Sari, A. M. (2013). Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan tentang Perilaku Seksual. Jurnal Keperawatan Komunitas, 1(2).

Yusfarani, D. (2020). Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Tentang Kesehatan Reproduksi. Jurnal'Aisyiyah Medika, 5(1).https://doi.org/10.36729/jam.v5i1.307




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4065

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: