Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik rasional melalui penyuluhan “antibiotik tepat, tubuh pun sehat” di Dusun Kudang, Desa Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya
Abstract
Abstrak
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai menjadi salah satu faktor utama yang memicu resistensi bakteri, yang berkontribusi terhadap kenaikan angka penyakit, kematian, dan pengeluaran di bidang kesehatan. Memberikan edukasi kepada publik merupakan langkah strategis untuk mendorong penggunaan antibiotik yang lebih bijak. Kegiatan penyuluhan bertajuk “Antibiotik Tepat, Tubuh Pun Sehat” diadakan pada 22 Agustus 2025 di Aula Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, yang ditujukan bagi penduduk Dusun Kudang RT 03, RT 04, RT 05, dan RT 06. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan yang meliputi penyampaian materi, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di kalangan masyarakat, di mana kategori “Baik” meningkat dari 65% menjadi 80%, sedangkan kategori “Kurang” berkurang dari 15% menjadi 5%. Pengujian Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,001) antara hasil pre-test dan post-test. Penyuluhan ini terbukti berhasil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang tepat, sehingga diharapkan dapat meminimalkan risiko resistensi bakteri dalam komunitas.
Kata kunci: antibiotik; edukasi; penyuluhan; resistensi; pengetahuan masyarakat
Abstract
Inappropriate antibiotic use is a major factor triggering bacterial resistance, which contributes to increased disease rates, deaths, and healthcare expenditures. Providing public education is a strategic step to encourage wiser antibiotic use. An outreach activity entitled "The Right Antibiotics, a Healthy Body" was held on August 22, 2025, at the Sukaratu Village Hall, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency, aimed at residents of Kudang Hamlet RT 03, RT 04, RT 05, and RT 06. A total of 20 participants were involved in the activity which included delivering materials, showing educational videos, interactive discussions, and completing pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results showed an increase in knowledge among the community, where the "Good" category increased from 65% to 80%, while the "Poor" category decreased from 15% to 5%. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significant difference (p = 0.001) between the pre-test and post-test results. This outreach has proven successful in increasing public awareness about the proper use of antibiotics, so it is hoped that it can minimize the risk of bacterial resistance in the community.
Keywords: antibiotics; education; counseling; resistance; public knowledge
Keywords
References
Alqarni, S. A., & Abdulbari, M. (2019). Knowledge and attitude towards antibiotic use within consumers in Alkharj, Saudi Arabia. Saudi pharmaceutical journal, 27(1), 106–111. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2018.09.003
Amarullah, A., Adzani, F., Sampurno, B., & Sa’adah, A. (2022). Edukasi Resistensi Antibiotik Kepada Masyarakat Di Desa Sedenganmijen Krian Sidoarjo. Journal Of Community Servise, 1(2), 7–9. http://dx.doi.org/10.36932/ejcs.v1i2.87
Artika, M. P., Nugraha, I. S., & Dewi, N. (2023). Pengaruh Edukasi pada Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.54107/abdimahosada.v1i2.204
Christanti, J. V., Setiadi, A. P., Setiawan, E., Presley, B., Halim, S. V., Wardhani, S. A., Sunderland, B., & Wibowo, Y. I. (2024). Community-based approach to promote rational use of antibiotics in Indonesia: the development and assessment of an education program for cadres. Community Health Equity Research & Policy, 44(3), 281–293. https://doi.org/10.1177/2752535X231184029
Dewi, E. R., KM, S., Purwanjani, W., Farm, M., Saraswati, M., & Farm, M. (2025). Promosi Kesehatan Rasionalitas Penggunaan Antibiotika. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Fauzia, R. R. (2019). Budaya Hukum Apoteker dalam Pemberian Informasi, Edukasi dan Penyerahan Obat Keras (Daftar G). Sintax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(10), 125–138. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v4i10.758
Febrianti, F. (2024). Peran Edukasi Komunitas dalam Mengurangi Risiko Resistensi Antibiotik. Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.63202/bnpmi.v1i1.7
Gilham, E. L., Pearce-Smith, N., Carter, V., & Ashiru-Oredope, D. (2024). Assessment of global antimicrobial resistance campaigns conducted to improve public awareness and antimicrobial use behaviours: a rapid systematic review. BMC Public Health, 24(1), 396. https://doi.org/10.1186/s12889-024-17766-w
Gunawan, S., Tjandra, O., & Halim, S. (2021). Edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang rasional di lingkungan SMK Negeri 1 Tambelang Bekasi. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.24912/jbmi.v4i1.11925
Herawati, F., Yulia, R., Arifin, B., Frasetyo, I., Setiasih, Woerdenbag, H. J., Avanti, C., & Andrajati, R. (2021). Educational video improves knowledge about outpatients’ usage of antibiotics in two public hospitals in Indonesia. Antibiotics, 10(5), 606. https://doi.org/10.3390/antibiotics10050606
Lingga, H. N., Intannia, D., & Rizaldi, M. (2021). Perilaku Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Di Wilayah Kabupaten Banjar. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 6(3).
Organization, W. H. (2022). Global antimicrobial resistance and use surveillance system (GLASS) report 2022. World Health Organization.
Pratama, N. Y. I., Suprapti, B., Ardhiansyah, A. O., & Shinta, D. W. (2019). Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Bedah dengan Menggunakan Defined Daily Dose dan Drug Utilization 90% di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 8(4), 256. https://doi.org/10.15416/ijcp.2019.8.4.256
Putri, C. K. (2017). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kabupaten Klaten Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ruslin, Jabbar, A., Wahyuni, Malik, F., Trinovitasari, N., Agustina, Bangkit Saputra, Chichi Fauziyah, Fitrah Fajriani Haming, Herda Dwi Saktiani, Nurfadillah Siddiqah, Rezky Marwah Kirana, Sitti Masyithah Amaluddin, & Yuyun Asna Sari. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.33772/mosiraha.v1i1.5
Sukohar, A., Ramdini, D. A., Oktoba, Z., Junando, M., Ambarwati, E., Damayanti, E., Hidayat, R., Panjaitan, A. T., Antoni, D. I., & Nurjana, S. S. A. (2025). Penyuluhan Cerdas Dan Bijak Menggunakan Antibiotik Dalam Rangka Melindungi Keluarga Dari Bahaya Resistensi Antibiotik Pada Kader Pkk Sukabanjar. JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai, 10(2), 109–115. https://doi.org/10.23960/jpmrj.v10i2.3790
Wulandari, A., & Rahmawardany, C. Y. (2022). Perilaku Penggunaan Antibiotik di Masyarakat. Sainstech Farma, 15(1), 9–16. https://doi.org/10.37277/sfj.v15i1.1105
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.41337
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















