Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pertanian terintegrasi untuk mendukung program MBG
Abstract
Abstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan ketersediaan bahan pangan lokal yang bergizi, aman, dan berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki potensi dalam mendukung penyediaan pangan tersebut melalui pemanfaatan pekarangan dan pengembangan usaha pertanian serta peternakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT dalam budidaya sayuran hortikultura dan pemeliharaan ayam petelur terintegrasi, pengelolaan hasil produksi, serta memperkuat keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan bahan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juni 2026 di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dengan melibatkan 65 peserta. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Community Empowerment melalui tahapan edukasi, pelatihan, praktik, implementasi, pengelolaan hasil produksi, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh materi kegiatan. Pada pre-test, pemahaman peserta didominasi kategori cukup paham sebesar 36,9–46,2%, sedangkan pada post-test kategori sangat paham meningkat menjadi 70,8–81,5% dan tidak terdapat peserta pada kategori tidak paham. Persentase sangat paham tertinggi terdapat pada materi rantai pasok dan distribusi SPPG sebesar 81,5%, sedangkan budidaya sayuran hortikultura dan manajemen usaha masing-masing mencapai 80,0%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan terintegrasi mampu meningkatkan kapasitas KWT dalam mendukung produksi pangan bergizi, pengelolaan usaha, dan keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan pangan lokal bagi SPPG.
Kata kunci: kelompok wanita tani; pertanian terintegrasi; pangan bergizi; pemberdayaan masyarakat; satuan pelayanan pemenuhan gizi.
Abstract
The Free Nutritious Meals Program (Program Makan Bergizi Gratis/MBG) requires the availability of nutritious, safe, and sustainable local food supplies. Women Farmers' Groups (Kelompok Wanita Tani/KWT) have the potential to support local food provision through productive home gardens and the development of household-scale agricultural and livestock activities. This community service activity aimed to enhance the capacity of KWT members in integrated vegetable cultivation and laying-hen management, production management, and strengthening the linkage between group production and the food supply needs of the Nutrition Fulfillment Service Unit (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG). The activity was conducted on June 4, 2026, in Sungai Mandau District, Siak Regency, Riau, involving 65 participants. The activity employed Participatory Rural Appraisal (PRA) and Community Empowerment approaches through education, training, practical activities, implementation, production management, evaluation, and follow-up assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively based on the percentage distribution of participants' understanding levels. The results showed an improvement in participants' understanding across all activity materials. In the pre-test, participants' understanding was predominantly categorized as moderately understood, ranging from 36.9% to 46.2%, whereas in the post-test, the very well understood category increased to 70.8%–81.5%, with no participants classified as not understanding. The highest percentage of participants in the very well understood category was recorded for the supply chain and SPPG distribution material (81.5%), followed by vegetable horticultural cultivation and business management (80.0% each). These findings indicate that an integrated approach combining education, training, and mentoring can improve KWT capacity in supporting nutritious food production, business management, and the linkage of local production with food supply needs for SPPG.
Keywords: women farmers' group; integrated agriculture; nutritious food; community empowerment; nutrition fulfillment service unit.
Keywords
References
Anggraeni, E. W., Handayati, Y., & Novani, S. (2022). Improving Local Food Systems through the Coordination of Agriculture Supply Chain Actors. Sustainability (Switzerland), 14(6). https://doi.org/10.3390/su14063281
Arti, D., Barchia, M. F., Hermawan, B., Suharyanto, S., & Putra Utama, S. (2022). Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Pekarangan Untuk Meningkatkan Sumber Pangan Dan Gizi Keluarga. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 11(2), 144–150. https://doi.org/10.31186/naturalis.11.2.24139
Bisht, A., & Singh, S. P. (2024). Postharvest Losses and Management of Horticultural Produce: A Review. Journal of Scientific Research and Reports, 30(3), 305–320. https://doi.org/10.9734/jsrr/2024/v30i31881
Dewanti, P., Handoyo, T., Restanto, D. P., Widuri, L. I., & Alfian, F. N. (2022). Peningkatan Ketrampilan Siswa–Siswi SMK di Kabupaten Jember Melalui Pelatihan Aplikasi Teknologi Mutasi Tanaman Anggrek. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(4), 263-269. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i4.2280
Fiaz, S., Noor, M. A., & Aldosri, F. O. (2018). Achieving food security in the Kingdom of Saudi Arabia through innovation: Potential role of agricultural extension. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 17(4), 365–375. https://doi.org/10.1016/j.jssas.2016.09.001
Garrity, K., Krzyzanowski Guerra, K., Hart, H., Al-Muhanna, K., Kunkler, E. C., Braun, A., Poppe, K. I., Johnson, K., Lazor, E., Liu, Y., & Garner, J. A. (2024). Local Food System Approaches to Address Food and Nutrition Security among Low-Income Populations: A Systematic Review. Advances in Nutrition, 15(4), 100156. https://doi.org/10.1016/j.advnut.2023.100156
Ihsan, T., & Derosya, V. (2024). Tinjauan Strategi Pengemasan Buah dan Sayur dalam Memerangi Food Loss dalam Rantai Pasokan Pascapanen di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(4), 1078–1087. https://doi.org/10.14710/jil.22.4.1078-1087
Mahatmayana, I. K. M. (2021). Analisis Penerapan Sistem Usahatani Terintegrasi di Provinsi Bali. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 2(1), 31–41. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v2i1.5581
Matisic, M., Dugan, I., & Bogunovic, I. (2024). Challenges in Sustainable Agriculture—The Role of Organic Amendments. Agriculture (Switzerland), 14(4). https://doi.org/10.3390/agriculture14040643
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Tata kelola penyelenggaraan program makan bergizi gratis (Number 132447). https://peraturan.go.id/files/perpres-no-115-tahun-2025.pdf
Rab, S. A., Fuah, A. M., Salundik, Yani, A., & Sumiati. (2024). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Sistem Integrasi Ternak dan Sayuran (Income Analysis and Feasibility of Livestock with Vegetable Integration System). Jurnal Sains Dan Teknologi Peternakan, 5(2), 55–65.
Rizzo, G., Migliore, G., Schifani, G., & Vecchio, R. (2024). Key factors influencing farmers’ adoption of sustainable innovations: a systematic literature review and research agenda. Organic Agriculture, 14(1), 57–84. https://doi.org/10.1007/s13165-023-00440-7
Sulandjari, K., Putra, A., Sulaminingsih, S., Cakranegara, P. A., Yusroni, N., & Andiyan, A. (2022). Agricultural extension in the context of the Covid-19 pandemic: Issues and challenges in the field. Caspian Journal of Environmental Sciences, 20(1), 137–143. https://doi.org/10.22124/CJES.2022.5408
Uddin, M. K., Saha, B. K., Wong, V. N. L., & Patti, A. F. (2025). Organo-mineral fertilizer to sustain soil health and crop yield for reducing environmental impact: A comprehensive review. European Journal of Agronomy, 162(August 2024), 127433. https://doi.org/10.1016/j.eja.2024.127433
Widadie, F., Bijman, J., & Trienekens, J. (2021). Value Chain Upgrading through Producer Organisations: Linking Smallholder Vegetable Farmers with Modern Retail Markets in Indonesia. International Journal on Food System Dynamics, 12(1), 68–82. https://doi.org/10.18461/ijfsd.v11i5.76
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.41470
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















