Pelatihan pembuatan BESAN (Bio-Spray Anti Nyamuk) dan peningkatan pengetahuan masyakarat dalam upaya pencegahan DBD di Desa Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang
Abstract
Abstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia akibat tingginya angka kejadian dan penyebaran yang dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, kondisi lingkungan, serta perilaku masyarakat. Pengendalian vektor masih didominasi penggunaan insektisida sintetis yang berpotensi menimbulkan resistensi, pencemaran lingkungan, dan dampak kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengendalian vektor yang efektif, aman, dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan DBD melalui pelatihan pembuatan BioSpray anti-nyamuk (BESAN) berbahan cengkih, sereh, dan kulit jeruk sebagai bioinsektisida alami. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dengan melibatkan 52 peserta. Kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan mengenai DBD dan pengendalian vektor, demonstrasi pembuatan Bio-Spray, praktik langsung, serta post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 48,85±7,83 menjadi 83,27±6,16 dengan peningkatan sebesar 34,42 poin (70,46%) dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,001). Sebanyak 86,5% peserta memiliki keterampilan kategori baik dalam pembuatan BioSpray, sedangkan 94,2% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Pelatihan BioSpray berbahan alami terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pengendalian DBD berbasis pemberdayaan masyarakat. Inovasi ini berpotensi mendukung pengendalian vektor yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap insektisida sintetis, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal secara ramah lingkungan.
Kata kunci: demam berdarah dengue; biospray; pengetahuan; pelatihan.
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health problem in Indonesia due to high incidence rates and spread influenced by population density, environmental conditions, and community behavior. Vector control is still dominated by synthetic insecticides, which can lead to resistance, environmental pollution, and adverse health effects. Therefore, there is a need for effective, safe, and environmentally friendly vector-control innovations using natural ingredients. This activity aims to improve the community’s knowledge and skills in preventing DBD by training in the production of anti-mosquito BioSpray (BESAN) made from cloves, lemongrass, and orange peel, a natural bioinsecticide. The community service program was conducted on June 7, 2026, in Kebondowo Village, Banyubiru Subdistrict, Semarang Regency, involving 52 participants. The activities included a pre-test, an educational session on dengue fever and vector control, a demonstration of Bio-Spray production, hands-on practice, and a post-test. The data were analyzed descriptively and using a paired t-test. The average knowledge score increased from 48.85±7.83 to 83.27±6.16, representing an increase of 34.42 points (70.46%) and a statistically significant difference (p<0.001). A total of 86.5% of participants demonstrated “good” skill levels in BioSpray production, while 94.2% expressed satisfaction with the implementation of the activity. The training on natural-ingredient BioSpray proved effective in improving community knowledge, skills, and awareness regarding community-empowerment-based dengue fever control. This innovation has the potential to support sustainable vector control, reduce dependence on synthetic insecticides, and promote the environmentally friendly use of local resources.
Keywords: dengue fever; biospray; knowledge; training
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alvira, N., Baskoro, T., Satoto, T., Wibawa, T., Frutos, R., Maguin, S., & Kadek, I. (2020). Knowledge , Attitudes and Practices on Community with Dengue Haemorrhagic Fever in Mataram , West Nusa Tenggara Pengetahuan , Sikap dan Praktik Masyarakat dengan Demam Berdarah Dengue di. Balaba, 16(2), 149–158.
Anokhe, S. K. S. T. A. (2026). Impacts of Insecticides on Human Health (1st ed.). NOVA Science Publisher.
Benelli, G., & Pavela, R. (2018). Beyond mosquitoes—Essential oil toxicity and repellency against bloodsucking insects. Industrial Crops and Products, 117(February), 382–392. https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2018.02.072
Broto, W., Fatimah, S., Arifan, F., & Damayanti, E. K. (2021). Pemanfaatan Ekstrak Batang Serai dan Limbah Kulit Jeruk Sebagai Obat Spray Anti Nyamuk. Pentana, 2(1), 6–11.
Demirak, M. Ş. Ş., & Canpolat, E. (2022). Plant-Based Bioinsecticides for Mosquito Control: Impact on Insecticide Resistance and Disease Transmission. Insects, 13(2), 1–24. https://doi.org/10.3390/insects13020162
Fajariyanto, S., Abadi, F. N., Khairunnisa, A. S., Alfarel, L. M., Salsabilla, N., Suwerda, B., & Yamtana, Y. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Larvitrap Sebagai Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Polaman. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 189–194. https://doi.org/10.60126/jgen.v4i2.1520
Indonesia, M. of H. R. (2023). Health Profile of Indonesia 2022 (Ms. P. Farida Sibuea, SKM (ed.); 1st ed.). Ministry of Health Republic Indonesia.
Lindawati, N. Y., Murtisiwi, L., Rahmania, T. A., Damayanti, P. N., & Widyasari, F. M. (2021). Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Rangka. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 473–476. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/4305
Maulana, M. R., Sofyanita, E. N., & Hadipranoto, I. (2024). Increasing Community Knowledge through Larvitrap’s Making Training as an Effort to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Rowosari Village, Semarang. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(4), 853–858. https://doi.org/10.54082/jamsi.1214
Maulana, M. R., Yudhastuti, R., Lusno, M. F. D., Mirasa, Y. A., Haksama, S., & Husnina, Z. (2023). Climate and visitors as the influencing factors of dengue fever in Badung District of Bali, Indonesia. International Journal of Environmental Health Research, 33(9), 924–935. https://doi.org/10.1080/09603123.2022.2065249
Nadjib, Mardiati ., D. (2019). Economic burden of dengue in Indonesia. PLOS Neglected Tropical Diseases |, 13(1), 1–14.
Pavela, R., & Benelli, G. (2016). Essential Oils as Ecofriendly Biopesticides? Challenges and Constraints. Trends in Plant Science, 21(12), 1000–1007. https://doi.org/10.1016/j.tplants.2016.10.005
Priya, S. S., Vasantha-Srinivasan, P., Altemimi, A. B., & Keerthana, R. (2023). Bioactive Molecules Derived from Plants in Managing Dengue. Molecules.
Putri Dela Atikah, Harahap, I. S., & Sartiami, D. (2022). Potensi minyak atsiri daun jeruk purut sebagai fumigan nabati terhadap Araecerus fasciculatus (De Geer) (Coleoptera: Anthribidae) pada biji kakao di tempat penyimpanan. Jurnal Entomologi Indonesia, 19(1), 77. https://doi.org/10.5994/jei.19.1.77
Saragih, F. L., & Sirait, H. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tb Paru Di Puskesmas Teladan Medan Tahun 2019. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 5(1), 9–15. https://doi.org/10.34008/jurhesti.v5i1.131
Sari, V., Gafur, A., & Sari, D. R. (2023). Efektivitas Minyak Serai Sebagai Bioinsektisida Nyamuk. Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM), 3(1), 28–36. https://doi.org/10.31004/jestm.v3i1.96
Wilke, A. B. B., Vasquez, C., Mauriello, P. J., & Beier, J. C. (2018). Ornamental bromeliads of Miami-Dade County, Florida are important breeding sites for Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). Parasites and Vectors, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s13071-018-2866-9
World Health Organization. (2022). Dengue and severe dengue. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Wulandari, R. A., Rahmawati, T., Asyary, A., & Nugraha, F. (2023). Analysis of Climate and Environmental Risk Factors on Dengue Hemorrhagic Fever Incidence in Bogor District. Kesmas, 18(3), 209–214. https://doi.org/10.21109/kesmas.v18i3.7351
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.41678
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















