Pengembangan kapasitas TP-PKK sebagai sentral penggerak kolaborasi dalam mewujudkan perilaku pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar

Dicky Indirwan, Isnam Junais, Andi Pramesti Ningsih, Ummul Paidah, Rosalinda Rosalinda

Abstract


Abstrak

Krisis kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menuntut adanya intervensi pengelolaan sampah dari hulu berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Makassar mengenai tata kelola sampah terpadu dan sirkular. Pelaksanaan program menggunakan metode pelatihan partisipatif dan demonstrasi interaktif. Tingkat keberhasilan intervensi dievaluasi secara komprehensif menggunakan empat level Model Kirkpatrick (Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program berjalan sangat efektif. Pada level reaksi, 92% peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap relevansi pelatihan. Pada level pembelajaran, tercatat peningkatan kognitif sebesar 60,8% (rata-rata pre-test 53,0 meningkat menjadi post-test 85,2), dengan lonjakan pemahaman tertinggi pada materi aplikasi komposter (97,6%). Pada level perilaku, peserta terbukti mampu mempraktikkan pemilahan sampah dan mensimulasikan penggunaan komposter secara mandiri. Sebagai luaran tingkat hasil, program ini menyerahkan satu paket percontohan komposter dan urban farming terintegrasi. Kesimpulannya, edukasi lingkungan yang disertai penyediaan sarana konkret berhasil meningkatkan kompetensi kognitif dan psikomotorik mitra, sekaligus memfasilitasi Gedung TP-PKK sebagai pusat edukasi dan ketahanan pangan berkelanjutan.

 

Kata kunci: ekonomi sirkular; pengelolaan sampah; komposter; urban farming; evaluasi kirkpatrick.

 

Abstract

The capacity crisis at landfills necessitates community-based upstream waste management interventions. This community service program aims to enhance the capacity of the Family Welfare Empowerment (TP-PKK) cadres in Makassar City regarding integrated and circular waste management. The program was implemented using participatory training and hands-on learning methods. The success of the intervention was comprehensively evaluated using the four-level Kirkpatrick Model (Reaction, Learning, Behavior, and Results). The evaluation results indicated that the program was highly effective. At the reaction level, 92% of participants highly appreciated the training's relevance. At the learning level, there was a cognitive increase of 60.8% (the average pre-test score of 53.0 increased to a post-test score of 85.2), with the most significant surge in understanding found in the composter application material (97.6%). At the behavior level, participants successfully practiced waste sorting and independently simulated composter utilization. As the results-level output, the program handed over an integrated composter and urban farming pilot package. In conclusion, environmental education accompanied by the provision of concrete facilities successfully improved the partners' cognitive and psychomotor competencies while establishing the TP-PKK building as a sustainable center for education and food security.

 

Keywords: circular economy; waste management; composter; urban farming; kirkpatrick evaluation.


Keywords


Ekonomi Sirkular; Pengelolaan S circular economy; waste management; composter; urban farming; kirkpatrick evaluation.

Full Text:

PDF

References


Akbar, F., Chairani, M., & Rusdi, M. (2025). Pemberdayaan kepala keluarga tentang pengelolaan sampah metode maggot composter dan ecobrick. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 757–767. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v6i2.5364

Azteria, V., Veronika, E., Irfandi, A., Cucu Cahyanti, Mulyati Natul, K., Aljunita, I., Keisha, T., & Yuliazahra, A. (2025). Penerapan teknologi pengolahan sampah organik dengan metode komposter untuk mewujudkan lingkungan zero waste. Pelita Masyarakat, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.31289/pelitamasyarakat.v7i1.14836

Breukelman, H., Krikke, H., & Löhr, A. (2019). Failing services on urban waste management in developing countries: A review on symptoms, diagnoses, and interventions. Sustainability, 11(24), 6977. https://doi.org/10.3390/su11246977

Dermawan, D., Lahming, L., & S. Mandra, Moh. A. (2018). Kajian strategi pengelolaan sampah. UNM Environmental Journals, 1(3), 86. https://doi.org/10.26858/uej.v1i3.8074

Faisal-E-Alam, Md., & Islam, A. R. Md. T. (2025). Exploring the hierarchical framework of the Kirkpatrick model in training evaluation from a developing country. Evaluation and Program Planning, 113, 102696. https://doi.org/10.1016/j.evalprogplan.2025.102696

Framita, R. M., Emiyati, E., Purnawinata, D. T., Barikah, A., & Hargianti, M. (2025). Pendampingan Pengolahan Limbah Organik Menjadi Kompos di SMAN 1 Muara Enim. Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 24–32. https://doi.org/10.56799/joongki.v5i1.10572

Indirwan, D., Ningsih, A. P., & Afdhal, M. R. (2026). Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Ketersediaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah: Studi Kualitatif di Kota Makassar. Jurnal Ners, 10(2), 4967–4972. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56617

Kayyis, U. A. A. (2026). Stuck in the system: A root cause analysis of policy inertia and behavioral stagnation in urban waste management. Waste, Society and Sustainability, 3(1), 91–107. https://doi.org/10.61511/wass.v3i1.2026.3137

Maulana, R. A., Warsono, H., Astuti, R. S., & Afrizal, T. (2022). Urban Farming: Program Pemanfaatan Lingkungan Untuk Pengembangan Pertanian Perkotaan di Kota Semarang. PERSPEKTIF, 11(4), 1329–1335. https://doi.org/10.31289/perspektif.v11i4.6302

Meidiana, C., & Gamse, T. (2010). The new Waste Law: Challenging opportunity for future landfill operation in Indonesia. Waste Management & Research: The Journal for a Sustainable Circular Economy, 29(1), 20–29. https://doi.org/10.1177/0734242x10384013

Nawaz, F., Ahmed, W., & Khushnood, M. (2022). Kirkpatrick model and training effectiveness: A meta-analysis 1982 to 2021. Business & Economic Review, 14(2), 35–56. https://doi.org/10.22547/ber/14.2.2

Nengsih, A., Burhanuddin, F., & Apriani Rumata, N. (2025). Perubahan Luas Area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Antang Kota Makassar Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh. Journal of Muhammadiyah’s Application Technology, 4(3), 256–264. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/4eyaj761

Rakhmawati, T., Damayanti, S., Jati, R. K., & Astrini, N. J. (2023). An extended TPB model of waste-sorting intention: A case study of Indonesia. Management of Environmental Quality: An International Journal, 34(5), 1248–1268. https://doi.org/10.1108/meq-11-2022-0309

Rusni, N. K. (2024). Permasalahan sampah kota Makassar studi kasus TPA Tamangapa. Waste Handling and Environmental Monitoring, 1(1). https://doi.org/10.61511/whem.v1i1.2024.511

Widjayanti, F. N., Wijaya, I., Rosa, F., Zahra, F., & Pamadi, F. (2024). Pemberdayaan PKK dengan Pemanfaatan Lingkungan Secara Urban Farming untuk Pengembangan Pertanian Perkotaan. Kontribusi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 106–117. https://doi.org/10.53624/kontribusi.v5i1.494

Wilson, D. C., Velis, C. A., & Rodic, L. (2013). Integrated sustainable waste management in developing countries. Proceedings of the Institution of Civil Engineers - Waste and Resource Management, 166(2), 52–68. https://doi.org/10.1680/warm.12.00005

Yasin, F., Salviana Darvina S, V., & Su’adah, S. (2021). Ecofeminism movement through household waste Management in the Zona Bening Community, Batu City- East Java. Jurnal Perempuan Dan Anak, 4(2), 104–119. https://doi.org/10.22219/jpa.v4i2.19175




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.42084

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

EDITORIAL OFFICE: