PENDAMPINGAN PENGOPERASIAN TIK UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN AKM DI SD NEGERI MARON

Nabila Wahyuanna Azzunny, Lili Miranda Putri, Melinda Febriana, Muhimatul Aliyah, Adin Fauzi

Abstract


ABSTRAK

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan siswa untuk dapat belajar dan merupakan bentuk penyederhanaan dari Ujian Nasional yang begitu kompleks. AKM ini dirancang untuk mengukur capaian kognitif peserta didik yang meliputi literasi dan numerasi. Pelaksanaan pengabdian bertema teknologi pendidikan ini bertujuan untuk memberi pendampingan TIK kepada siswa peserta AKM di SD Negeri Maron. Sebelum pelaksaan program, koordinasi dilakukan dengan kepala sekolah dan wali kelas terkait dengan data diri siswa yang mengikuti program persiapan AKM, yang meliputi pendampingan TIK. Dikarenakan media TIK tidak sebanding dengan siswa yang ada, maka program ini dilaksanakan selama 2 hari dengan dibagi menjadi beberapa sesi per harinya. Kendala yang dialami selama pendampingan TIK dan simulasi AKM adalah beberapa laptop yang bermasalah dan siswa yang masih awam dalam mengoperasikan media TIK tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan secara pribadi dalam mengoperasikannya. Setelah adanya pendampingan TIK dan simulasi AKM, siswa mampu mengoperasikan TIK untuk menunjang pengerjaan AKM.

 

Kata kunci: AKM; pendampingan; TIK

 

ABSTRACT

The Minimum Competency Assessment (AKM) is an assessment that measures the minimum skills required by students to be able to learn. It is a simplification of the complex National Examination. AKM is designed to measure the students’ cognitive achievement, namely literacy and numeracy. This community service, focusing on educational technology, aims to assist students in supporting the implementation of AKM at SD Negeri Maron. Before implementing this program, coordination was carried out with the school principal and the homeroom teacher regarding the personal data of students who participated in the preparation of AKM, which includes ICT assistance. Since the number of ICT tools is not comparable to the number of students, this program was implemented in two days, consisting of several sessions per day. The obstacles during the ICT assistance included technical problems and unfamiliarity of the students with ICT. As a result, personal assistance was strongly needed. After receiving assistance, the students are able to operate ICT to complete AKM.

 

Keywords: AKM; assistance; ICT


Keywords


AKM; assistance; ICT

Full Text:

PDF

References


Admin Disdikpora. (2014). Definisi Pendidikan Menurut UU No.20 Th 2003. Diambil darihttps://disdikpora.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/definisi-pendidikan-menurut-uu-no-20-th-2003-79

Handayani, F. S., Dini, H. P., Hendra, E. dkk (2022). Pendampingan Teknis Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer bagi Siswa SD Negeri 05 Palembang. Jurnal Nusantara Mengabdi, 1(3), 191-200. https://doi.org/10.35912/jnm.v1i3.1361

Listya, H. K., Wiguna, P. A., & Akbar, M. S. (2011). Pengaruh Partisipasi Masyarakat terhadap Tingkat Keberhasilan Proyek Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. In Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIV Program Studi MMT-ITS.

Meriana, T., & Murniarti, E. (2021). Analisis Pelatihan Asesmen Kompetensi Minimum. Jurnal Dinamika Pendidikan, 14(2), 110–116. https://doi.org/10.51212/jdp.v14i2.7

Rohim, D. C., Rahmawati, S., & Ganestri, I. D. (2021). Konsep Assesmen Kompetensi Minimum untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SD. Jurnal Varidika, 33(1), 54–62. https://doi.org/10.23917/varidika.v33i1.14993




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i4.11053

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: