Kualitas Komunikasi Tenaga Kefarmasian Kepada Pasien Dalam Pelayanan Non Resep di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar

I Putu Tangkas Suwantara, Ni Putu Udayana Antari, Fitria Megawati, Ni Putu Dewi Agustini

Abstract


Dalam melakukan pelayanan kefarmasian, tenaga kefarmasian wajib melakukan komunikasi yang efektif dan efisien. Komunikasi yang baik dapat mengoptimalkan efek terapi yang diterima pasien. Dengan kata lain, komunikasi yang baik merupakan parameter keberhasilan dalam sebuah interaksi atau dinyatakan sebagai kualitas yang efektif, sedangkan kualitas yang buruk menandakan ketidakefektifan dalam komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kualitas komunikasi tenaga kefarmasian kepada pasien dalam pelayanan non resep di Apotek wilayah Sesetan Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, dimana pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan teknik purposive sampling terhadap 200 sampel. Data penelitian ini disajikan dalam bentuk persentase untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kualitas komunikasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 dimensi, yaitu clarity, humble, audible, emphaty, dan respect. Dari 5 dimensi yang dianalisis, diperoleh hasil yang menunjukkan hasil diatas 80% pada masing-masing dimensi, dengan rata-rata total dimensi 81,3% yang artinya komunikasi telah dilakukan oleh Petugas Kefarmasian di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar sudah sangat baik.

Keywords


Apotek Kualitas komunikasi Petugas kefarmasian Swamedikasi Non resep

Full Text:

PDF

References


Antari, N. P. U., Meriyani, H., & Suena, N. M. D. S. (2019). Communication factors that influence the trust level toward pharmacy tecnician. Jurnal Ilmiah Medicamento, 5(2), 63–69. Opgehaal van http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/431/414

Coiera, E. (2006). Communication systems in healthcare. The Clinical biochemist. Reviews, 27(2), 89–98. Opgehaal van http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17077879%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC1579411

Diana, K., Tandah, M. R., & Basuki, M. (2019). Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kota Palu. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 11(1), 45–54. https://doi.org/10.33096/jifa.v11i1.504

Haq, K. (2016). Pengaruh Pelatihan Komunikasi Efektif Terhadap Kemampuan Komunikasi. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 32–39. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i1.3928

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016. 4(June), 2016.

Kusuma, F. A. L., Susanto, A., & Nurcahyo, H. (2022). Correlation Emotional Intelligence and Interpersonal Attraction with Drug Service Satisfaction in Goge Farma Pharmacy. 5(1049–1056), 1049–1056.

Liansyah, T. M., & Kurniawan, H. (2015). Pentingnya Komunikasi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 15(2), 120–124. Opgehaal van https://jurnal.usk.ac.id/JKS/article/view/3264

Maryanti, L., Rahmi Rulianti, M., Farmasi, J., & Kemenkes Palembang, P. (2023). Identifikasi Komunikasi Efektif Antara Tenaga Teknis Kefarmasian Dengan Pasien Di Puskesmas Selama Masa Pandemi Covid-19 Kota Palembang. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 17(1), 136–142. Opgehaal van https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index

Muhammad Kusasi. (2014). Hubungan Empati dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kualitas Hidup. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 3(1), 37–49. Opgehaal van https://core.ac.uk/download/pdf/268076006.pdf

Nugraha, D. F., Zulliati, Z., Tasalim, R., Noval, N., & Rahman, F. (2020). Persepsi Kebutuhan Pendidikan Komunikasi dalam Kesehatan. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), 126–131. https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.436

Prabandari, S. (2018). Gambaran Manajemen Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Permata Kota Tegal. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(1), 202–208. https://doi.org/10.30591/pjif.v7i1.741

Qiyaam, N., Furqoni, N., & Hariati. (2016). Evaluasi Manejemen Penyimpanan Obat di Gudang Obat Instalasi Farmasi RSUD dr. R. Soejono Selong Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 61–70.

RI, K. (2017). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG APOTEK. Peraturan mentri kesehatan Republik Indonesia, 32.

Rusu, A., Chereches, M. C., Popa, C., Botezatu, R., Lungu, I. A., & Moldovan, O. L. (2022). Community pharmacist’s perspective regarding patient-centred communication in conjunction with pharmaceutical practice: A cross-sectional survey. Saudi Pharmaceutical Journal, 30(9), 1327–1344. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2022.06.014

Sarmadi. (2017). Identifikasi Komunikasi Efektif Antara Tenaga Teknis Kefarmasian dengan Pasien di Beberapa Apotek Wilayah Kecamatan Kemuning Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Palembang, 12(Komunikasi, Komunikasi Efektif), 1–7.

Supardi, S., Yuniar, Y., & Sari, I. D. (2020). Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di Beberapa Kota Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 3(3), 152–159. https://doi.org/10.22435/jpppk.v3i3.3177

Wiryani, L. S. U., Putri, E. M., & Dhafin, A. A. (2024). Analisis tentang sikap apoteker terkait penggunaan telefarmasi pada pelayanan kefarmasian di apotek kota denpasar. 5(36), 12309–12324.




DOI: https://doi.org/10.31764/lf.v7i1.31699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EDITORIAL OFFICE: