Peningkatan kesadaran dalam pengelolaan destinasi wisata Banten Lama sebagai cagar budaya
Abstract
Abstrak
Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 437/Kep.160-Huk/2018 menjadikan kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya sehingga keberadaannnya perlu dijaga terutama oleh masyarakat sekitar, tetapi dalam kenyataannnya di daerah wisata cagar budaya tersebut masih ada perbuatan vandalism, penjagaan daerah inti cagar masih longgar dan tidak adanya pusat informasi yang memadai tentang daerah wisata cagar budaya, sehingga harus ada kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar khususnya di daerah cagar budaya yaitu yang terletak di Kelurahan Banten untuk melestarikan lingkungan dan memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan diskusi secara interaktif secara langsung, peserta yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut diketahui bahwa di daerah wisata cagar budaya Banten Lama sudah terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk masyarakat sekitar tetapi karena ada beberapa permasalahan internal yang mengakibatkan pokdarwis tersebut tidak aktif lagi sehingga diperlukan kegiatan lanjutan kegiatan Pkm untuk mengaktifkan kembali pokdawris di kawasan Banten Lama dengan harapan dapat lebih mendorong tingkat kesadaran masyarakat setempat di Kawasan wisata cagar Budaya.
Kata Kunci : pengabdian; wisata; cagar budaya; kesadaran masyarakat.
Abstract
Based on Banten Governor Decree No. 437/Kep.160-Huk/2018, the Banten Lama area has been designated as a Cultural Heritage Tourism Area, so its existence needs to be preserved, especially by the local community. However, in reality, acts of vandalism still occur in the cultural heritage tourism area, the protection of the core zone of the heritage area remains lax, and there is no adequate information center about the cultural heritage tourism area. Therefore, there must be awareness and participation from the local community, especially in the cultural heritage area located in Banten Village, to preserve the environment and provide good service to tourists. The approach used in this community service activity is a participatory method, which involves the community in direct socialization and discussion in an interactive manner with 30 participants consisting of various elements of the community. From the implementation of this community service activity, it is known that in the Banten Lama cultural heritage tourist area, a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has been formed by the local community, However, due to several issues, the Pokdarwis is no longer active, necessitating further community service activities to reactivate the Pokdarwis in the Banten Lama area, with the hope of enhancing the local community's awareness of the cultural heritage tourism area.
Keywords: community service; tourism; cultural heritage; public awareness.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Lestari, A. A.-1. (2021). Pengaruh Revitalisasi Kawasan Banten Lama Terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan Kawasan Religi Keraton Kesultanan Banten di Kecamatan Kasemen Kota Serang. Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1-13.
Hoirun Anisah, I. N. (2023). Banten Lama sebagai Daya Tarik Wisata Bersejarah di Kabupaten Serang. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 69.
Dwi Ayu Harmiati, O. T. (2022). Analisis Pengaruh Budaya Asing Pada Desain Interior BangunanMasjid Agung Banten. Surabaya: Mozaik Buletin Perancangan Arsitek.
Trio Saputra, N. ,. (2022). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH . Riau: Jurnal Kebijakan Publik.
Rusli, T. S. (2022). PENGANTAR METODOLOGI PENGABDIAN MASYARAKAT. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Irawan, A. F. (2023). Strengthening differentiate learning using ethnomathematics in the implementation of the independent curriculum. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4456.
Helmi Aliansyah, W. H. (2019). PERAN SEKTOR PARIWISATA PADA PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 42.
Abdillah Rafi Athallah, M. S. (2024). PERAN SEKTOR PARWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI ASEAN 4 (THAILAND, SINGAPORE, MALAYSIA, DAN INDONESIA). Jurnal Industri Pariwisata, 5.
Fadilla, H. (2024). Pengembangan Sektor Pariwisata untuk meningkatkan Pendapata Daerah Di Indonesia. BENEFIT: Journal Of Business, Economics, And Finance, 37.
Budi Sulistyo, G. V. (2019). REVITALISASI KAWASAN BANTEN LAMA SEBAGAI WISATA ZIARAH. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic, 54.
Agustinova, D. E. (2022). STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 61.
Prasetyo, B. (2018). Efektifitas Pelestarian Cagar Budaya dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Jurnal Legislasi Indonesia, 69-78.
Jaelani, A. M. (2023). Kesadaran Masyarakat Dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Lakeba Kota Baubau. Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi, 72.
Nasution L, A. S. (2020). Pengaruh Program Sapta Pesona Terhadap Tingkat Kunjungan Objek Wisata T-Gardendi Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang . Jurnal Darma Agung, 211-230.
Iza Rianita, S. F. (2025). PERAN KOMUNITAS LOKAL DALAM MENDORONG WISATA BERKELANJUTAN TERHADAP PELUANG DAN TANTANGAN PADA DESTINASI WISATA AIR PANAS DESA NYELANDING KECAMATAN AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN. Sapta Pesona : Jurnal Kepariwisataan, 3.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.34230
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















