Inovasi kampus hijau: menumbuhkan wirausaha muda melalui diversifikasi pengolahan buah sukun
Abstract
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pemanfaatan potensi lokal buah sukun (Artocarpus altilis) sebagai bahan baku inovasi produk pangan. Sukun merupakan komoditas lokal yang melimpah di Provinsi Jambi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan serta strategi pemasaran menjadi kendala utama dalam pengembangan nilai ekonominya. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Kewirausahaan Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, dengan pendekatan pelatihan dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan baku sukun, teknik pengolahan menjadi tepung sukun, pembuatan produk turunan seperti brownies bebas gluten, desain kemasan, dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan testimoni untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap potensi ekonomi sukun yaitu sebesar 87,5% peserta memahami kalau tepung sukun tidak mengandung gluten. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi terkait “Lulusan memperoleh pekerjaan, wirausaha, atau studi lanjut” dalam aspek pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini juga sesuai dengan SDGs No.8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memperkuat konsep green campus melalui pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing di era ekonomi kreatif.
Kata kunci: diversifikasi produk; kampus hijau; kewirausahaan; pengabdian masyarakat; sukun.
Abstract
This community service activity aims to foster students’ entrepreneurial spirit through the utilization of the local potential of breadfruit (Artocarpus altilis) as a raw material for innovative food products. Breadfruit is an abundant local commodity in Jambi Province; however, it has not yet been optimally utilized. Limited knowledge and skills in processing techniques as well as marketing strategies constitute the main obstacles to the development of its economic value. The activity was conducted at the Entrepreneurship Laboratory of the Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, University of Jambi, using a training and hands-on practice approach. The training materials included an introduction to breadfruit as a raw material, techniques for processing breadfruit into flour, the production of derivative products such as gluten-free brownies, packaging design, and digital marketing. Evaluation was carried out through questionnaires and testimonials to measure the improvement in participants’ knowledge and skills before and after the training.The results of the activity indicate an increase in students’ understanding of the economic potential of breadfruit, with 87.5% of participants recognizing that breadfruit flour is gluten-free. This program also contributes to the achievement of the Higher Education Key Performance Indicators (IKU), particularly the indicator related to “Graduates obtaining employment, entrepreneurship, or further study,” through aspects of entrepreneurial development and local economic empowerment. In addition, it aligns with Sustainable Development Goal (SDG) No. 8 on Decent Work and Economic Growth. Overall, this activity not only strengthens the green campus concept through the sustainable utilization of natural resources, but also serves as a strategic platform for nurturing innovative and competitive young entrepreneurs in the creative economy era.
Keywords: breadfruit; community service; entrepreneurship; green campus; product diversification.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, N., & Osman, M. (2017). Breadfruit (Artocarpus altilis): Nutritional composition and potential as functional food. Food Research International, 95, 138–146. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2017.02.017
Adinugraha, H. A., & Mashudi, M. (2015). Variasi morfologi buah sukun dari empat populasi sebaran di Jawa Timur. Cakrawala, 9(1), 31–41. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v9i1.194
Arifin, B., & Nuryartono, N. (2020). Green campus initiative and its role in developing sustainable entrepreneurship among students. Journal of Sustainable Development, 13(4), 45–56. https://doi.org/10.5539/jsd.v13n4p45
Devi, et al. (2023). Pemanfaatan Sukun Menjadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu. 1(2), 221–224.
Hapsari, R., & Putra, A. D. (2021). Pengembangan produk pangan lokal berbasis sukun (Artocarpus altilis) sebagai upaya diversifikasi pangan dan peningkatan nilai tambah pertanian. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 145–156. https://doi.org/10.21082/jai.v9n2.2021.145-156
Hendarmin, H., & Kartika, A. (2019). Peran perguruan tinggi dalam pengembangan kewirausahaan berbasis lingkungan. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 21(2), 123–132. https://doi.org/10.9744/jmk.21.2.123-132.
Kurnia P, dkk. (2022). Energy And Fiber Content AnalysisIn Processed Breadfruit (Steam Brownies And Cookies). JGK, 14(1), 161-168.
Lempang, M. (2016). Potensi dan pemanfaatan buah sukun sebagai sumber pangan alternatif. 9(2), 65–74.
Marta, et al. (2017). Program Diversifikasi Produk Olahan Berbahan Baku Sukun sebagai Upaya Peningkatan Usaha di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 6(3), 227–232.
Mayrowani, H., & Ashari. (2016). Pengembangan Agroforestri untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Noviasari, S. (2023). Peluang dan potensi sukun (Artocarpus altilis) sebagai alternatif ingredient pangan. Jurnal Food Processing (JFP). https://jim.usk.ac.id
Numba, et al. (2023). Pertumbuhan Stek Bibit Tanaman Sukun (Artocarpus altilis) dengan Pemberian Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Akar Bambu. Jurnal Galung Tropika, 12(3), 373–383.
Prastika A, et al. (2022). Diversifikasi Pemanfaatan Buah Sukun (Artocarpus altilis) Menjadi Sereal
Sebagai Alternatif Pangan Potensial. LIPIDA (Jurnal Teknologo Pangan dan Agroindustri Perkebunan), 2(1), 108-117.
Putra, A. R., & Dewi, S. (2020). Pengembangan Produk Olahan Buah Sukun sebagai Alternatif Makanan Fungsional. Jurnal Teknologi Pangan, 15(2), 123–130.
Saepudin, L., Setiawan, Y., & Sari, P. D. (2017). Pengaruh perbandingan substitusi tepung sukun dan tepung terigu dalam pembuatan roti manis. Agroscience, 7(1), 227–243.
Sari, R. P. (2018). Teknologi Pengolahan Buah dan Sayur. Gramedia Pustaka Utama.
Suryani, A., & Winarno, F. G. (2018). Diversifikasi produk pangan lokal berbasis umbi dan buah untuk meningkatkan nilai tambah. Jurnal Pangan, 27(1), 1–10.
Wulandari, T., & Santoso, B. (2019). Analisis Kandungan Nutrisi dan Potensi Pengolahan Buah Sukun Menjadi Keripik. Jurnal Agritech, 9(1), 45–52.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i1.36296
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















