Penerapan Art Therapy berkelompok dalam menurunkan tanda dan gejala pasien dengan halusinasi

Ika Juita Giyaningtyas, Renta Sianturi

Abstract


Abstrak

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Islam Klender yang berlokasi di Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, merupakan fasilitas kesehatan yang berfokus pada pelayanan kesehatan mental. Masalah kesehatan mental yang paling banyak ditemukan di rumah sakit ini adalah halusinasi, yaitu sekitar 93% dari total pasien. Halusinasi merupakan sensasi yang dialami melalui panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar dan dapat menimbulkan dampak serius seperti kehilangan kontrol diri, perilaku kekerasan, bahkan upaya bunuh diri. Program ini bertujuan untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi melalui penerapan art therapy berkelompok serta meningkatkan kemampuan pasien dalam mengalihkan perhatian dari halusinasi ke aktivitas yang lebih positif dan bermakna. Kegiatan dilakukan dengan metode demonstrasi langsung pelaksanaan art therapy. Program dilaksanakan pada tanggal 8 dan 10 juli 2025 dengan 2 kali sesi terapi berkelompok yang diikuti oleh 10 pasien dengan diagnosis halusinasi. Pasien diajak mengekspresikan emosi dan pikiran melalui kegiatan menggambar dan mewarnai untuk mengalihkan fokus dari halusinasi. Setelah dua kali sesi pelaksanaan art therapy berkelompok, pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan interaksi sosial dan ekspresi emosional positif pasien selama berada di ruang rawat. Penerapan art therapy secara berkelompok efektif membantu pasien dengan halusinasi dalam menurunkan tanda dan gejala yang dialami, sekaligus meningkatkan kemampuan ekspresi diri dan interaksi sosial. Intervensi ini dapat menjadi alternatif pendukung terapi keperawatan jiwa di rumah sakit.

 

Kata kunci: art therapy; gangguan jiwa; intervensi halusinasi; terapi kelompok; terapi modalitas

 

Abstract

The Islamic Mental Hospital (RSJ) Klender, located in Duren Sawit District, East Jakarta City, is a healthcare facility focused on mental health services. The most prevalent mental health problem found in this hospital is hallucination, affecting approximately 93% of the total patients. Hallucinations are sensations perceived through the senses without any external stimulus and can lead to serious consequences such as loss of self-control, violent behavior, and even suicidal attempts. This program aimed to reduce the signs and symptoms of hallucinations through the implementation of group art therapy and to improve patients’ ability to redirect their attention from hallucinations to more positive and meaningful activities. The activity was conducted using a direct demonstration method of art therapy implementation. The program was carried out on July 8 and 10, 2025, consisting of two group therapy sessions attended by 10 patients diagnosed with hallucinations. Patients were encouraged to express their emotions and thoughts through drawing and coloring activities to help divert their focus from hallucinations. After two group art therapy sessions, patients showed a reduction in the signs and symptoms of hallucinations. In addition, the activity enhanced patients’ social interactions and positive emotional expressions during hospitalization. The implementation of group art therapy proved effective in helping patients with hallucinations reduce their symptoms while improving self-expression and social interaction skills. This intervention can serve as a supportive alternative in psychiatric nursing care within hospital settings.

 

Keywords: art therapy; group therapy; hallucination management; mental health disorders; modality intervention


Keywords


art therapy; group therapy; hallucination management; mental health disorders; modality intervention

Full Text:

PDF

References


Fekaristi, A. A., Hasanah, U., & Inayati, A. (2021). Art therapy melukis bebas terhadap perubahan halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 262-269.

Firmawati, F., Syamsuddin, F., & Botutihe, R. (2023). Terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pada pasien dengan gangguan presepsi sensori halusinasi di rsud tombulilato. Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 15-24.

Harkomah, I., Maulani, M., & Ningrum, A. L. K. (2023). The Influence of Occupational Arts of Drawing Therapy on Changes in Signs and Symptoms of Schizophrenic Clients' Haluscinating at Jambi Mental Hospital. Independent International Journal Of Nursing And Health Science (Injoine), 1(1), 1-4.

Hidayat, M. I., & Nafiah, H. (2023). Penerapan Art Therapy: Menggambar Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Sena RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. In Prosiding Seminar Nasional Unimus (Vol. 6).

Muthmainnah, M., Syisnawati, S., Rasmawati, R., Sutria, E., & Hernah, S. (2023). Terapi menggambar menurunkan tanda dan gejala pasien skizofrenia dengan halusinasi. Journal of Nursing Innovation, 2(3), 97-101.

Oktavia, S., Hasanah, U., & Utami, I. T. (2021). Penerapan terapi menghardik dan menggambar pada pasien halusinasi pendengaran. Jurnal Cendikia Muda, 2(3), 407-415.

Pratama, AA., Senja, A. (2022). Keperawatan Jiwa. 1st ed. Jakarta: Bumi Medika.

Rahayu, P. P., & Utami, R. (2019). Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Tanda Dan Gejala Serta Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(2), 106-115.

Rizkifani, S., Susanti, R., & Febiani, T. (2023). Kajian Interaksi Obat Antidepresan Dan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak: Study Of Antidepressant And Antipsychotic Drug Interactions In Schizophrenic Patients At The Bangkong River Mental Hospital Pontianak. Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(1), 163-172.

Saputra, A., Kartasasmita, S., & Subroto, U. (2018). Penerapan art therapy untuk mengurangi gejala depresi pada narapidana. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(1), 181-188.

Sari, F. S., Hakim, R. L., Kartina, I., Saelan, S., & Kusuma, A. N. H. (2018). Art Drawing Therapy Efektif Menurunkan Gejala Negatif Dan Positif Pasien Skizofrenia. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 248-253.

Sujiah, S., Warni, H., & Fikrinas, A. (2023). The effectiveness of application of drawing activity occupational therapy against auditory hallucination symptoms. Media Keperawatan Indonesia, 6(2), 83.

Wulansari, A., & Susilowati, T. (2023). Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Gejala Pada Pasien Dengan Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi. Jurnal Anestesi, 1(4), 146-162.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v%25vi%25i.36609

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: