PKM perancangan wujud alat pengering rumput laut di Kabupaten Rote Ndao
Abstract
Abstrak
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berfokus pada perancangan dan penerapan alat pengering rumput laut tipe tray dryer di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Rote merupakan salah satu sentra produksi rumput laut unggulan di Indonesia, khususnya jenis Eucheuma cottonii, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing di pasar internasional. Namun, hingga saat ini masyarakat pembudidaya rumput laut masih menghadapi kendala utama pada tahap pascapanen, terutama proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tradisional tersebut menyebabkan pengeringan tidak optimal, bergantung pada cuaca, kurang higienis, serta berpotensi menurunkan kualitas dan mutu rumput laut sehingga berdampak pada pendapatan petani. PKM ini bertujuan untuk menghadirkan teknologi tepat guna berupa sistem pengering rumput laut otomatis tipe tray dryer yang sederhana, murah, mudah dioperasikan, dan tidak memerlukan operator khusus. Alat ini dirancang menggunakan sistem pemanas berbasis konveksi dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang terkontrol melalui sensor dan mikrokontroler, sehingga mampu menghasilkan rumput laut kering yang lebih merata, higienis, dan berkualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana mitra dari Dinas Perikanan dan kelompok masyarakat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelatihan, perakitan, hingga pengoperasian dan perawatan alat.
Luaran dari kegiatan ini meliputi peningkatan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi rumput laut, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penerapan teknologi pengeringan modern, serta berkurangnya ketergantungan pada metode pengeringan konvensional. Dengan diterapkannya teknologi tray dryer, PKM ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Rote Ndao serta memperkuat pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan.
Kata kunci: rumput laut; kab. rote; pengering tray dryer; pelatihan; pendampingan.
Abstract
This Community Partnership Program (PKM) focuses on the design and implementation of a tray dryer type seaweed drying tool in Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara. Rote Regency is one of Indonesia's leading seaweed production centers, particularly the Eucheuma cottonii variety, which has high economic value and competitiveness in the international market. However, until now, seaweed farmers still face major challenges in the post-harvest stage, especially the drying process, which still relies on sunlight. This traditional method causes suboptimal drying, is weather-dependent, unsanitary, and can potentially reduce the quality and grade of the seaweed, thus impacting farmers' income. This Community Service Program (PKM) aims to present appropriate technology in the form of a simple, inexpensive, easy-to-operate automatic seaweed drying system of the tray dryer type that does not require a specialized operator. The tool is designed using a convection-based heating system with temperature and humidity controlled through sensors and a microcontroller, enabling it to produce more evenly dried, hygienic, and high-quality seaweed. The approach used is participatory, where partners from the Fisheries Service and community groups are actively involved from planning, training, assembly, to operation and maintenance of the tool. The outcomes of this activity include increased quantity, quality, and continuity of seaweed production, improved knowledge and skills of the community in applying modern drying technology, and reduced dependence on conventional drying methods. With the implementation of tray dryer technology, this PKM is expected to help improve the welfare of coastal communities in Rote Ndao Regency and strengthen the sustainable utilization of marine potential.
Keywords: seaweed; rote regency; tray dryer; training; assistance.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahleyani, M., Sholihn, M. R., Afrianti, Lestari, D. F., & Akyuni, Q. (2024). Implementasi Pengering Rumput Laut Otomatis Menggunakan Electrical Heating Seaweed Hybrid Guna Mendukung Optimalisasi Komoditas Rumput Laut Di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Wicara Desa, 2(3), 127–132. https://doi.org/10.29303/wicara.v2i3.4069
Haris, Haq, N., & Kaltsum, R. (2021). Rancang Bangun Mesin Pengering Rumput LautSistem Rotary Dryer Dengan Menggunakan TungkuPembakaran.
Kartika sari et al. (2017). PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP MUTU RUMPUT LAUT KERING. Jurnal Teknika, 13(1), 43–50.
Muhamad Leon Habibi, M. A. I. G. S. F. L. (2021). Rancang Bangun Alat Pengering Rumput LautSederhana Berbasis Arduino. Jurnal Bahari Papadak, 2(2), 94–100.
Mustafa, S., & Muhammad, U. (2021). Rancang Bangun Prototipe Alat Pengering Rumput Laut. Journal Of Electrical Engineering (Joule), 2(1), 81–87.
Orilda, R., & Ibrahim, B. (2021). Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Oven Dengan Suhu Yang Berbeda Eucheuma cottonii Seaweed Drying Used an Oven at Different Temperature. Jurnal Perikanan Terpadu, 2(2), 11–23.
Orilda, R., Ibrahim, B., & Uju, U. (2022). Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Oven Dengan Suhu Yang Berbeda. Jurnal Perikanan Terpadu, 2(2), 11–23. https://doi.org/10.35308/jupiter.v2i2.5201
Panjaitan, K. V., Suryono, S., & Pramesti, R. (2024). Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Kadar Air dan Kadar Abu Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii. Journal of Marine Research, 13(2), 195–202. https://doi.org/10.14710/jmr.v13i2.40257
Putra, A. S., & Kuncoro, H. (2017). PENGARUH KONDISI PENGERINGAN DENGAN KELEMBABAN DAN SUHU RENDAH TERHADAP PENYUSUTAN TEMULAWAK Akbar Sutarya Putra dan Heru Kuncoro. Teknologi Pertanian Andalas, 25(1), 1–10.
Rauf, R. F. (2021). Pemodelan Kinetika Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Pengering Surya Efek Rumah Kaca. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 7(1), 139. https://doi.org/10.26858/jptp.v7i1.19312
Selan, R. N. J. S. B. Y. S. F. (2025). Jurnal Pepadu Implementation of Seaweed Drying System Technology as a Coastal Community Jurnal Pepadu. 6(4), 843–851.
Suparmi, & Sahri, A. (2009). Mengenal Potensi Rumput Laut : Kajian Pemanfaatan Sumber Daya Rumput Laut Dari Aspek Industri Dan Kesehatan. Sultan Agung, XLIV(118), 95–116.
Syafriyudin, & Dwi Prasetyo Purwanto. (2009). Oven Pengering Kerupuk Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535. Jurnal Teknologi, 2, 70–79.
Tarigan, B. V., Bale, J. S., Dwinanto, M. M., Jafri, M., Mangesa, D. P., & Adoe, D. G. H. (2020). RANCANG BANGUN LEMARI PENGERING DAUN MARUNGGA (Moringa Oleifera). Jurnal Fisika : Fisika Sains Dan Aplikasinya, 5(2), 96–99. https://doi.org/10.35508/fisa.v5i2.1760
Turupadang, W., Dj, M., & Oedjoe, R. (2021). Performa Sosial Ekonomi Budidaya Makroalga Pesisir Kabupaten Kupang : Review Keberlanjutan Usaha 20 Tahun Sejak Insepsi. Jurnal Aquatik, 4(2), 83–93.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i1.37634
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















