Lulur dari limbah kopi : solusi tepat guna pemanfaatan sisa ampas kopi sebagai antioksidan

Rodhia Ulfa, Mauizah Fadhilah, Ikhwanul Khairi, Maulida Zulfa, Melinda Berliana, Natasya Surya, Nida Nurul, Novia Rahma, Nur Fadhilah, Nur Hafizah, Nur Izzati

Abstract


Abstrak

Peningkatan konsumsi kopi di masyarakat, terutama di Kota Pekanbaru, menyebabkan meningkatnya jumlah limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan karena menghasilkan gas metana. Namun, ampas kopi mengandung senyawa bioaktif seperti kafein dan asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Kelurahan Tobekgodang melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk lulur antioksidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi kesehatan kulit, demonstrasi pembuatan lulur dari ampas kopi, praktik langsung, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat, dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8% menjadi 88% (p < 0,05). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus membuka peluang usaha kecil berbasis bahan alami yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan berlanjut sebagai model pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi kreatif dan berkelanjutan.

 

Kata kunci: ampas kopi; antioksidan; lulur; teknologi tepat guna; pemberdayaan masyarakat.

 

Abstract

The increasing coffee consumption in society, particularly in Pekanbaru City, has led to a rise in coffee waste, which can harm the environment due to methane gas emissions. However, spent coffee grounds contain bioactive compounds such as caffeine and chlorogenic acid that exhibit antioxidant and anti-inflammatory properties, making them potential natural ingredients for skin care. This community service program aimed to empower members of the PKK women’s group in Tobekgodang Village through the application of appropriate technology in processing coffee waste into antioxidant body scrub products. The activities included socialization, health education, demonstration, hands-on training, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the “good” knowledge category increasing from 8% to 88% (p < 0.05). The program effectively enhanced community awareness and skills in utilizing waste materials into value-added products, while also creating opportunities for small-scale, environmentally friendly businesses. It is expected that this initiative will serve as a sustainable community empowerment model supporting creative and green economic development.

 

Keywords: coffee grounds; antioxidant; body scrub, appropriate technology, community empowerment.


Keywords


coffee grounds; antioxidant; body scrub, appropriate technology, community empowerment.

Full Text:

PDF

References


A, M. (2023). Formulasi Sediaan Lulur Dari Ampas Kopi Sipirok (Coffea) Sebagai Perawatan Kulit.

Ali, F., Stevani, H., dan Rachmawaty, D. (2019). Formulasi Dan Stabilitas Sediaan Body Scrub Bedda Lotong Dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin. Media Farmasi, 15(1), 71.

Arnanda, Q. P., dan Nuwarda, R. F. (2019). Radiofarmaka Teknesium-99m Dari Senyawa Glutation Dan Senyawa Flavonoid Sebagai Deteksi Dini Radikal Bebas Pemicu Kanker. Farmaka, 17(2), 236–243.

Budiman, R. A. (2013). Kapita selekta kuesioner: pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Salemba Medika, 1(2), 4–8.

C, A., & Perestrelo, R. (2022). Bioactive Compounds and Antioxidant Activity from Spent Coffee Grounds as a Powerful Approach for Its Valorization. Molecules, 27(21).

Darwis, N. I. Z., Khalid, N. I. I., Dariyanti, E. W., Harun, M. A., dan Rimantho, D. (2024). Kandungan Flavonoid pada Ampas Kopi Toraja untuk Mengimpiskan Jerawat pada Remaja. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 1210–1221.

Ernawati, B., & Tahlil, T. (2016). Peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dalam memberikan ASI eksklusif melalui edukasi kelompok. Ilmu Keperawatan, 4(2).

Puspitaningsih, N. W. E., dan Mahyuni, L. P. (2021). Pelatihan Pembuatan Daun Bidara Menjadi Produk Lulur Tradisional Di Desa Kutuh. Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 488–499.

Puspitasari, D. F., Sulistiyanto, F. W., Indriyanti, E., Pratiwi, A. D. E., Ramonah, D., Purwaningsih, Y., Anggoro, A. B., Dinurrosifa, R. S., dan Elisa, N. (2020). Pemanfaatan Ampas Kopi (Coffea sp) Sebagai Sediaan Body Scrub di Desa Tempur Jepara. Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 76.

Roychand, R., Kilmartin-Lynch, S., Saberian, M., Li, J., Zhang, G., dan Li, C. Q. (2023). Transforming spent coffee grounds into a valuable resource for the enhancement of concrete strength. Journal of Cleaner Production, 419.

S, N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sari, Y. P. dan S. (2020). Formulasi Body Scrub dari Ampas Kopi dan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb). Journal Beauty and Cosmetology (JBC), 1(2), 44–56.

Sholikhati, A., Sukoharjanti, B. T., dan Rusidah, Y. (2023). potensi ekstrak kopi (coffea sp.) sebagai antioksidan: review. Jurnal Medika Indonesia, 4(2), 30–38.

Suwarno, K. N., Pratiwi, V. H., Guseynova, S., Safitri, A. N., Hanifah, I. N., Arafat, A., Supianti, N., Mentari, I. A., dan Kustiawan, P. M. (2024). Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam Untuk Kosmetik Guna Membangun Kesadaran Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3).




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i1.37672

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: