Pelatihan inovasi petani cabai merah keriting melalui sinergi produksi dengan “Ikigai Sego Cokot”
Abstract
Abstrak
Petani cabai merah keriting di Kabupaten Purworejo menghadapi persoalan fluktuasi harga yang sering menekan pendapatan, terutama saat panen melimpah. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan inovasi pascapanen dan rendahnya literasi manajerial petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengolahan hasil panen, memperkuat kemitraan usaha, dan memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan “Ikigai Sego Cokot.” Program dilaksanakan dengan metode partisipatif Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan 5 petani mitra secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Pelaksanaan kegiatan mencakup pelatihan teknis pengolahan cabai menjadi produk bernilai tambah (cabai kering, bubuk cabai, dan sambal kemasan), pendampingan manajerial, serta fasilitasi kerja sama pemasaran berbasis kemitraan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, dengan 70% peserta mampu melakukan pengolahan secara mandiri, serta peningkatan kapasitas manajerial di mana 60% peserta sudah mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Produk olahan yang dihasilkan mampu bertahan hingga enam bulan dan memperoleh harga jual sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan cabai segar. Data penjualan bulan pertama menunjukkan peningkatan omzet petani sebesar 15%. Secara kualitatif, terjadi peningkatan kepercayaan diri petani dalam bernegosiasi dengan mitra serta terbentuk kelompok kerja kecil yang memperkuat solidaritas dan keberlanjutan produksi. Hasil ini membuktikan bahwa sinergi kemitraan, diversifikasi produk, dan literasi keuangan mampu menjadi solusi terhadap ketidakstabilan harga cabai serta mendukung ketahanan ekonomi petani secara berkelanjutan.
Kata kunci: cabai merah keriting; pengolahan pascapanen; kemitraan; pemberdayaan petani; ketahanan ekonomi.
Abstract
Red chili farmers in Purworejo Regency face challenges due to frequent price fluctuations that suppress their income, especially during abundant harvests, compounded by limited post-harvest innovation and low managerial literacy. This community service program aims to enhance farmers’ capacity in post-harvest processing, strengthen business partnerships, and expand market access through collaboration with “Ikigai Sego Cokot.” Implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach involving five partner farmers from planning to evaluation, the program included technical training on processing chili into value-added products (dried chili, chili powder, and packaged chili sauce), managerial mentoring, and facilitation of partnership-based marketing. Results show that 70% of participants can now process chili products independently, 60% have begun applying simple financial records, and the processed products last up to six months with selling prices around 20% higher than fresh chili. Sales data indicate a 15% increase in farmers’ turnover, while qualitatively, farmers have gained confidence in negotiating with partners and formed small working groups that strengthen solidarity and production sustainability. These outcomes demonstrate that partnership synergy, product diversification, and financial literacy effectively address price instability and promote sustainable economic resilience among chili farmers.
Keywords: curly red chili; post-harvest processing; partnership; farmer empowerment; economic resilience.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Blibli. (2025). Harga cabai merah keriting Purworejo September 2025. Retrieved from https://www.blibli.com
Chambers, R. (2017). Rural development: Putting the last first. London: Routledge.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo. (2025). Laporan harga cabai di pasar tradisional Purworejo. Purworejo: DPRD Kabupaten Purworejo.
Fauziyah, N. (2023). Penguatan kelembagaan petani dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan, 15(2), 112–124.
Food and Agriculture Organization [FAO]. (2021). Sustainable agriculture for economic resilience. Rome: FAO.
Harga Komoditas. (2025). Data harga cabai merah keriting. Retrieved from https://hargakomoditas.id
Hidayat, A. (2022). Evaluasi program pemberdayaan petani hortikultura berbasis kemitraan. Jurnal Pembangunan Pertanian, 9(1), 44–56.
Hidayat, R., & Ramdhani, T. (2022). Teknologi pascapanen sebagai strategi penguatan ketahanan pangan. Jurnal Teknologi Pertanian, 18(1), 77–89.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2017). Laporan kemitraan petani dan industri olahan cabai. Jakarta: Kemendag RI.
Mulyani, A., & Agus, F. (2022). Pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 24(1), 1–10.
Nurhadi, M. (2021). Modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat tani. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 144–156.
Pontjo, S. (2025). Pemberdayaan petani cabai melalui pola kemitraan dan pengolahan pascapanen. Jurnal Agribisnis Nusantara, 10(3), 211–225.
Prasetyo, Y., & Suryana, A. (2021). Pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan daya saing petani hortikultura. Jurnal Agribisnis Digital, 5(1), 33–47.
Rakhmawati, D. (2020). Peran kelompok tani dalam peningkatan kesejahteraan petani hortikultura. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(2), 77–89.
Susilowati, E. (2021). Pemanfaatan teknologi pengolahan cabai untuk meningkatkan nilai tambah. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 14(2), 85–94.
Suryanto, H. (2023). Inovasi produk olahan hortikultura dalam mendukung ketahanan ekonomi petani. Jurnal Inovasi Pertanian, 6(1), 33–47.
Tokopedia. (2025). Harga cabai merah Purworejo September 2025. Retrieved from https://www.tokopedia.com
Wibowo, A. (2022). Strategi pemasaran produk olahan cabai di era digital. Jurnal Ekonomi Pertanian Modern, 8(2), 56–69.
Widodo, S., & Arifin, Z. (2020). Peran kelembagaan lokal dalam pemberdayaan petani hortikultura. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 12(1), 17–29.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i1.38011
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















