Deteksi dini penyakit Tuberkulosis dan optimalisasi program TEMukan Pisahkan Obati (TEMPO) pada kelompok berisiko untuk menurunkan kasus Tuberkulosis
Abstract
Abstrak
Kasus Tuberkulosis paru (TB paru) yang ternotifikasi dan mendapatkan pengobatan di Puskesmas ubung sebanyak 40 kasus, sedangkan kasus TB paru di Desa Jelantik sebanyak 12 kasus, dimana salah satu sumber penularannya ialah pemahaman masyarakat mengenai TB paru, cara penularan dan pencegahannya masih rendah, serta kebiasaan penderita TB paru mengeluarkan dahak sembarangan sehingga dapat menginfeksi ke orang sehat terutama kelompok berisiko, seperti orang yang kontak erat atau tinggal satu rumah dengan penderita TB paru, penderita diabetes mellitus dan perokok aktif. Strategi TEMPO merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kasus TB paru baru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TB paru dan menurunkan kasus TB paru dengan strategi TEMPO yaitu TEMukan penderita TB paru melalui deteksi dini TB paru pada kelompok berisiko, antrara lain orang yang kontak erat atau tinggal satu rumah dengan penderita TB paru, penderita diabetes mellitus dan perokok aktif menggunakan Probe-DNA untuk menemukan infeksi baru TB paru, serta membentuk kelompok masyarakat program TEMPO. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksaan serta monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan terdiri dari identifikasi permasalahan, sosialisasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan. Tahap pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan edukasi, deteksi dini TB paru kelompok berisiko, serta pembentukan kelompok masyarakat untuk terlibat dalam program TEMPO. Tahap akhir yaitu evaluasi pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TB paru dari 40% menjadi 85%. Program TEMPO yang telah dilaksanakan dapat meminimalkan bertambahnya kasus TB paru dan telah terbentuk kelompok masyarakat dalam program TEMPO.
Kata kunci: tb paru; kelompok berisiko; program TEMPO.
Abstract
Cases of pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) that were notified and received treatment at the Ubung Community Health Center were 40 cases, while cases of pulmonary TB found in Jelantik Village were 12 cases. One of the sources of transmission it is the low level community's understanding of pulmonary TB, how it was transmitted and its prevention, as well as the habit of pulmonary TB sufferers to spit out sputum carelessly so that it could infect healthy people, especially at-risk groups, such as people who are in close contact or live in the same house with pulmonary TB sufferers, diabetes mellitus sufferers and active smokers. The TEMPO strategy is one of the efforts to reduce new pulmonary TB cases. This activity aims to increase public understanding of pulmonary TB and reduce pulmonary TB cases with the TEMPO strategy, namely finding pulmonary TB sufferers through early detection of pulmonary TB in at-risk groups, including people who are in close contact or live in the same house with pulmonary TB sufferers, diabetes mellitus sufferers and active smokers using DNA Probe to find new pulmonary TB infections, and forming community groups for the TEMPO program. This activity is carried out in three stages, that is: preparation, implementation, and monitoring and evaluation. The preparation stage consists of problem identification, socialization, and preparation for activity implementation. The implementation phase of community service activities includes counseling, education, early detection of pulmonary TB in at-risk groups, and the formation of community groups to participate in the TEMPO program. The final phase is an evaluation of the program's implementation. The counseling has increased community understanding of pulmonary TB from 40% to 85%. The TEMPO program has minimized the increase in pulmonary TB cases and has formed community groups within the TEMPO program.
Keywords: pulmonary TB; risk group; TEMPO program.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR RUJUKAN
Agustina, S. W. U. C. (2017). Pengetahuan dan Tindakan Pencegahan Penularan Penyakit Paru Pada Keluarga Kontak Serumah. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, April 2016, 85–94. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i1.
Budianto, M. B., Harianto, B., Supriadi, A., Setiawan, A., & Pradjoko, E. (2022). Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Jurnal Gema Ngabdi, 4(3), 316–327. https://doi.org/10.29303/jgn.v4i3.296
Eang, M. T., Satha, P., Yadav, R. P., Morishita, F., Nishikiori, N., Van-Maaren, P., & Weezenbeek, C. L. Van. (2012). Early detection of tuberculosis through community-based active case finding in Cambodia. BMC Public Health, 12(1), 1. https://doi.org/10.1186/1471-2458-12-469
Eliandy S.R. (2020). Hubungan prilaku merokok dengan kejadian penyakit tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Belawan Kota Medan. Skripsi. Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Fihiruddin, F., Hanafi, F., & Inayati, N. (2025). Implementasi Community-Based Parsipatory Dan Pemeriksaan Anti-Tb Untuk Deteksi Dini Tuberkulosis. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(2), 2204. https://doi.org/10.31764/jmm.v9i2.29804
Guinn, K. M., & Rubin, E. J. (2021). Implementing New Approaches to Tuberculosis Control. China CDC Weekly, 3(12), 256–259. https://doi.org/10.46234/ccdcw2021.053
Imansyah, M. Z., & Alam, G. (2021). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar. Jurnal Kesehatan Yamasi Makasar, 5(2), 121–127.
Kemenkes RI, R. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022 Indonesia., K. K. R. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2022.. (Vol. 2022).
Kusuma, S. A. K. (2019). Deteksi Dini Tuberkulosis Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis Dan Pengolahan Herbal Antituberkulosis Berbasis Riset. Dharmakarya, 8(2), 124. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i2.19484
Priyono, D., Nurfianti, A., Fahdi, F. K., Maulana, M. A., & Arisanti, N. Y. (2020). Aplikasi TEMPO Sebagai Metode Pengendalian TB dan TB HIV Di Desa Punggur Kapuas dan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pengabdi, 3(1), 1. https://doi.org/10.26418/jplp2km.v3i1.35745
Puskesmas Ubung. (2023). Laporan Tahunan Puskesmas Ubung.
Sulaeman and Supriadi. (2020). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Jelantik Dalam Menghadapi Pandemi Corona Virus Diseases–19 (Covid-19). Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 2(2), 29–31.
Wayan Gede Artawan Eka Putra, I., Kurniasari, N. M. D., Dewi, N. P. E. P., Ketut Suarjana, I., Made Kerta Duana, I., Ketut Hari Mulyawan, I., Riono, P., Alisjahbana, B., Probandari, A., Notobroto, H. B., & Wahyuni, C. U. (2019). The implementation of early detection in tuberculosis contact investigation to improve case finding. Journal of Epidemiology and Global Health, 9(3), 191–197. https://doi.org/10.2991/jegh.k.190808.001
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38280
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















