Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan
Abstract
Abstract
This study aims to explore the Mangalame tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then,
Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom
Abstrak
Pengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur.
Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Nita. (2025). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Bakar Sayak Pada Malam Nujuh Likur Di Desa Lunjuk Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Nuddin, M. (2025). Pendidikan Islam Multikultural: Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak Angkola Mandailing. Penerbit Adab.
Oktovia, D., & Ritonga, S. (2025). Interaksi Sosial Dan Nilai-Nilai Kerukunan Di Sipirok, Tapanuli Selatan. Nuansa: Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam, 22(2), 81–94.
Putri dan Candra, 2025. Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Banjir Bandang Melalui Kegiatan Trauma Healing di Kabupaten Tanah Datar, 5 (1), 146-150.
Rambe, D. S., Matondang, S. H., & Hutasuhut, S. H. (2025). Etnomatematika Tradisi Mandailing Manaek Bukkulan Sebagai Sumber Kontekstual Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh, 5(4), 588-596.
Ritonga, S., Wuriyani, E., & Harahap, R. (2022). Pemertahanan Nilai Kekerabatan Melalui Tradisi Merendeng-Endeng Pamingke Labuhanbatu Utara. JURNAL SASINDO SASTRA INDONESIA Учредители: State University of Medan, 11(1).
Yani, & Fitrah, N. (2022). Tradisi Pesta Pembuatan Dodol (Akkaleo’dodoro) Desa Lantang, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 8(1), 248–255. Inayatillah, dkk. 2025. Pendampingan Psikososial Anak Pasca Banjir di Desa Pohroh Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. 3 (1), 146-156
Nurmiati, 2025. Trauma Healing Berbasis Aktivitas Bermain Untuk Pemulihan Psikologis Siswa Pascabencana Banjir Bandang. 2 (1), 516-522
Alparazi, R., Riyadi, S., dan Siswadi Siswadi. 2022. Strategi Peningkatan Produksi Ukm Di Sidoarjo Dengan Mesin Pembuat Dodol Multifungsi Kapasitas 5 Kg. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi. 01 ( 01), 7-12.
Andi dkk. 2022. Diseminasi Pengolahan Dodol Ketan Hitam Berbasis Smart Production, Pada Kelompok Tani Maddaung. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat, 3, (3), 7-12.
Hasibuan, S.A. (2025). Sejarah Tradisi Mangalame Menjelang Hari Raya Idul Fitri di Desa Galanggang Kecamatan Batang Onang. Khidmat, 3(2), 243-252.
Lubis, R. M., Pane, S. M., & Lubis, M. (2025). Pergeseran Tradisi Lisan dalam Upacara Adat Perkawinan Mandailing: Sebuah Kajian Budaya Lokal. MIND Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Budaya, 5(1), 62-68.
Nasution, R. S. (2025). Mangalomang and Mangalame Traditions in Welcoming Eid Al-Fitr in Padang Lawas District. Al-Mujtama: Journal of Social Sciences, 1(2), 81-87.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38790
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















