Sosialisasi Apoteker Remaja (APORE) siswa MAN 2 Kota Semarang mengenai DAGUSIBU

Dwi Monika Ningrum, Sulistyaningsih Sulistyaningsih, Indiana Gita Anggraeni, Rissa Maharani Dewi, Tasya Salsabila Ramadhina, Dhini Rachma Aulia, Naysila Nur Maulida, Mayori Isna Rahmadani

Abstract


Abstrak

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok remaja yang sering melakukan swamedikasi tanpa pengetahuan yang cukup mengenai penggunaan obat yang benar. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) merupakan program edukasi yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan obat dengan tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa MAN 2 Kota Semarang mengenai konsep DAGUSIBU melalui program Apoteker Remaja (APORE). Adapun metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 45 siswa yang tergabung dalam organisasi sekolah yaitu Palang Merah Remaja (PMR) yang terdiri dari kelas XI dan XII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan edukasi mengenai DAGUSIBU mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Hal ini diperoleh dari peningkatan skor rata-rata dari 8,78 menjadi 9,87 dengan uji Paired t-test menunjukkan nilai p = 0,089 ( p > 0,05), sehingga peningkatan tersebut secara analisis statistik tidak signifikan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan

peningkatan pemahaman pada aspek penggunaan obat sesuai etiket dan pemilihan tempat memperoleh obat yang aman, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek penyimpanan dan pembuangan obat. Temuan ini mengindikasikan bahwa satu sesi penyuluhan belum optimal bagi kelompok lansia, sehingga intervensi edukatif yang terstruktur, berulang, dan didukung media multisensori diperlukan untuk memaksimalkan pemahaman dan perubahan perilaku dalam pengelolaan obat. Program Apoteker Remaja diharapkan dapat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional.

 

Kata kunci: DAGUSIBU; apoteker remaja; edukasi obat; penggunaan obat rasional.

 

Abstract

Irrational drug use is still a public health problem in Indonesia, especially among teenagers who often practice self-medication without sufficient knowledge regarding the correct use of drugs. The DAGUSIBU (Get, Use, Store and Dispose of Medicines Correctly) program is an educational program initiated by the Indonesian Pharmacists Association to increase public awareness of proper medication management. This community service activity aims to increase the knowledge of MAN 2 Semarang City students regarding the DAGUSIBU concept through the Teen Pharmacist program (APORE). The activity method is carried out through socialization, interactive discussions, and evaluation using pre-test and post-test methods. The activity participants were 45 students who were members of the school organization, namely Palang Merah Remaja (PMR), consisting of classes XI and XII. The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge after education regarding DAGUSIBU regarding how to obtain, use, store and dispose of medicines correctly. This was obtained from an increase in the average score from 8.78 to 9.87 with the Paired t-test showing a value of p = 0.089 (p > 0.05), so that the increase was not statistically significant in statistical analysis. Qualitatively, participants showed. increased understanding of the aspect of using medicines according to the label and selecting a safe place to obtain medicines, however, weaknesses were still found in aspects of storing and disposing of medicines. These findings indicate that one counseling session is not optimal for the elderly group, so that educational interventions that are structured, repeated, and supported by multisensory media are needed to maximize understanding and change behavior in drug management. The Teen Pharmacist Program is expected to become an agent of health education in the school and community environment so that it can increase public awareness regarding the rational use of drugs.

 

Keywords: DAGUSIBU; teen pharmacist; drug education; rational drug use .


Keywords


DAGUSIBU; teen pharmacist; drug education; rational drug use.

Full Text:

PDF

References


BPOM. (2023). Laporan Kinerja 2023.

BPOM, R. (2021). Peraturan BPOM No 24 Tahun 2021 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor Farmasi di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian.

Dewi, D. A. P. S., Widowati, I. G. A. R., Suryaningsih, N. P. A., Septiari, I. A., & Sutema, I. A. M. P. (2023). Sosialisasi Apoteker Remaja (APORE) Siswa SMAN 7 Denpasar Mengenal Dagusibu dan Toga. DEDIKASI PKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 529–537. https://doi.org/10.32493/dedikasipkm.v4i3

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2023). PROFIL KESEHATAN TENGAH TAHUN 2023.

Mutmainah, N., Jannah, P. N. M., & Vieda, Z. T. (2022). Pengetahuan , Sikap dan Perilaku DAGUSIBU Obat pada Kader PKK. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 141–147.

Nafisah, U., Oktaviana, A., Dewi, T., & Cahyaningsih, S. (2024). Edukasi DAGUSIBU dan Beyond Use Date Obat di Posyandu Musuk , Boyolali Untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan. Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 32–38.

Nilansari, A. F., Wardani, S., & Widyawarman, D. (2022). Edukasi Beyond Use Date Obat Rumah Tangga Di Desa Demangan Kecamatan Gondokusuman. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 771–777. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i2.1995

PUSKESMAS KARANGDORO. (2024). PROFIL PUSKESMAS KARANGDORO TAHUN 2024.

Saepudin, E., Rizal, E., & Rusman, A. (2017). Peran Posyandu Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Ibu dan Anak. Record and Library Journal, 3(No.2), 201–208.

Saputra, Y. D., Ulya, T., Hasina, R., Aini, S. R., Puspitasari, C. E., Andanalusia, M., Lisnasari, B. R. W., & Hamdin, C. D. (2024). Pharmacist Goes to School : Promoting DAGUSIBU As A Pharmaceutical Education Tool for Adolescents. Jurnal Gema Ngabdi, 6(No.3), 279–286. https://doi.org/10.29303/jgn.v6i3.522

Saputri, R., Hakim, A. R., & Mustaqimah. (2023). EDUKASI DAGUSIBU OBAT PADA KELOMPOK PALANG MERAH REMAJA SMAN 1 GAMBUT. Majalah Cendekia Mengabdi, 1(No.1), 16–20.

Wastiti, A., Purnaweni, H., & Rahman, A. Z. (2021). FAKTOR PENDORONG DAN FAKTOR PENGHAMBAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN REJOMULYO KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG.

Widyaningrum, E. A., Fadrian, M. F., & Admaja, W. (2023). Pengaruh Pelayanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot terhadap Pengetahuan Masyarakat. Majalah Farmasetika, 8(3), 235–249.

Zulbayu, L. O. M. A., Nasir, N. H., Awaliyah, N. H., & Juliansyah, R. (2021). Edukasi DAGUSIBU ( Dapatkan , Gunakan , Simpan dan Buang ) Obat di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 2(2), 46–51.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i3.39699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: