Pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan advokasi partisipatif berbasis keluarga di Desa Akuni
Abstract
Abstrak
Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang dapat menghambat perkembangan generasi muda dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang bahaya kenakalan remaja dan memperkuat peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan kepada anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Polsek Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, melibatkan 20 peserta yang terdiri dari remaja dan orang tua/wali dari Desa Akuni. Metode yang digunakan adalah pendekatan advokasi partisipatif melalui identifikasi masalah, konseling, bimbingan orang tua, serta evaluasi dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan meliputi bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, pengaruh media sosial, dan konsekuensi hukum dari perilaku menyimpang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor penyebab kenakalan remaja dan strategi pencegahannya. Orang tua juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya komunikasi, pengawasan, dan bimbingan bagi anak-anak mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penguatan peran keluarga sebagai agen kontrol sosial, yang didukung oleh kolaborasi antara masyarakat, kepolisian, dan universitas, merupakan strategi yang efektif untuk mencegah kenakalan remaja secara berkelanjutan.
Kata kunci: advokasi; edukasi remaja; kenakalan remaja; kontrol sosial; pendampingan orang tua.
Abstract
Juvenile delinquency is a social issue that can hinder the development of the younger generation and lead to various negative consequences for individuals and society. This community service program aimed to enhance adolescents' understanding of the risks associated with juvenile delinquency while strengthening the role of parents in providing guidance and supervision for their children. The program was conducted at the Tinanggea Sector Police Station, South Konawe Regency, involving 20 participants consisting of adolescents and parents or guardians from Akuni Village. A participatory advocacy approach was implemented through problem identification, counseling, parental guidance, and joint evaluation and reflection. The educational sessions addressed the risks of promiscuity, drug abuse, alcohol consumption, the influence of social media, and the legal consequences of delinquent behavior. The results showed that participants developed a better understanding of the factors contributing to juvenile delinquency and effective prevention strategies. Parents also demonstrated greater awareness of the importance of communication, supervision, and guidance for their children. This community service program demonstrates that strengthening the family's role as an agent of social control, supported by collaboration among the community, the police, and the university, is an effective strategy for the sustainable prevention of juvenile delinquency.
Keywords: advocacy; youth education; juvenile delinquency; social control; parental guidance.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afrita, F., & Yusri, F. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja. Aducativo: Jurnal Pendidikan, 2(1), 14–26.
Andriyani, J. (2020). Peran Lingkungan Keluarga dalam Mengatasi Kenakalan Remaja. Jurnal At-Tujih, 3(1), 86–98. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/taujih.v3i1.7235
Arliman S, L. (2018). Peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia Untuk Mewujudkan Perlindungan Anak. Jurnal Hukum Respublica, 17(2), 193–214. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/respublica.v17i2.1932
Aviyah, E., & Farid, M. (2025). Religiusitas , Kontrol Diri dan Kenakalan Remaja. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02), 126–129. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/persona.v3i02.376
Budiwati, Y., & Yudanto, D. (2021). Tinjauan Kriminologis Terhadap Kenakalan Remaja di Surakarta. Jurnal Ilmiah Edunomika, 05(02), 746–754. https://doi.org/https://doi.org/10.29040/jie.v5i2.2482
Madani, A., Arsalim, Niasa, L., & Basoddin. (2022). Faktor Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Pencurian (Suatu Studi di Kabupaten Konawe Selatan). Sultra Law Review, 04(2), 2178–2192. https://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sulrev
Muawanah, L. B., & Pratikto, H. (2022). Kematangan Emosi, Konsep Diri dan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi, 7(1), 490–500. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/jpt.v7i1.202
Pathony, T. (2020). Proses Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Subang. Ijd-Demos, 1(2), 262–289. https://doi.org/10.31506/ijd.v1i2.23
Rival, M., Misriani, & Bakrim, L. O. (2024). Penerapan Metode Cluster dalam Data Mining Mengelompokkan Kenakalan Remaja (Studi Kasus Polda Sultra). Jurnal Sistem Informasi Dan Sistem Komputer, 9(1), 79–89. https://doi.org/https://10.51717/simkom.v9i1.375
Shidiq, A. F., & Raharjo, S. T. (2018). Peran pendidikan karakter di masa remaja sebagai pencegahan kenakalan remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 2017, 176–187.
Sulihin, L. O. M., Tatawu, G., Sirjon, L., Jabalnur, & Rizky, A. (2024). Peningkatan pemahaman hukum tentang kekerasan seksual pada siswa sma di kecamatan konda kabupaten konawe selatan. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 5(1), 558–565. https://doi.org/https://10.46306/jabb.v5i1.963
Suryandari, S. (2020). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kenakalan Remaja. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(1), 23–29. http://unikastpaulus.ac.id/jurnal/index.php/jipd
Unayah, N., & Sabarisman, M. (2015). Fenomena Kenakalan Remaja dan Kriminalitas. Jurnal Sosio Informa, 200, 121–140. https://ejournal.poltekesos.ac.id/index.php/Sosioinforma/article/view/142/89
Utami, A. C. N., & Raharjo, S. T. (2021). Pola Asuh Orang Tua dan Kenakalan Remaja. Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 1–15. https://jurnal.unpad.ac.id/focus/article/viewFile/22831/15773
Wahyuni, E., Nilawati, F., Widayati, A., Wibawa, Y. A., Hariani, S., Sari, Y. I., Pgri, U., & Malang, K. (2026). Sinergi Tiga Pilar (Sekolah , Keluarga , Kepolisian) dalam Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja yang Tergabung dalam Geng di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(4), 4559–4564. https://bhinnekapublishing.com/ojsbp/index.php/Jpmb
Widayanto, Y. (2021). Upaya kepolisian resort dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kota Surakarta. Jurnal Ilmiah Edunomika, 4(1), 52–57. https://doi.org/https://doi.org/10.29040/jie.v5i2.2482
Yolanda, S. S., Ummah, T., Hamado, H., Aza, D. W., & Astuti, D. A. (2024). Studi Kualitatif Kenakalan Remaja: Tren Kenakalan di Kalangan Remaja dan Faktor Penyebabnya. Jurnal Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 3(01), 25–38. https://doi.org/10.56741/bikk.v3i01.484
Yuniarsi, U., Mutmainnah, M., Meinarisa, Ekawaty, F., & Mekeama, L. (2025). Hubungan Teman Sebaya dan Media Sosial Terhadap Kenakalan Remaja di SMPN 8 Tanjab Timur. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 10(2). https://doi.org/https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2416
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.40101
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















