Pemberdayaan kader kesehatan dalam terapi kinesiotaping untuk meningkatkan sirkulasi kaki penderita diabetes mellitus

Achmad Syukkur, Sulistyono Sulistyono

Abstract


Abstrak

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi vaskular perifer, salah satunya Peripheral Arterial Disease (PAD), yaitu penurunan aliran darah ke ekstremitas bawah yang berisiko menimbulkan ulkus diabetik hingga amputasi. Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang memiliki jumlah penderita DM yang cukup tinggi, namun upaya pencegahan komplikasi kaki diabetik masih terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengingkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui edukasi dan pelatihan kinesiotaping sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan perfusi ekstremitas bawah pada penderita DM. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10-12 Mei 2026 dan  diikuti oleh 11 kader kesehatan lansia melalui metode ceramah dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 52,17%, dari rata-rata pre-test 53,08 menjadi 80,77 pada post-test, serta peningkatan keterampilan pemasangan kinesiotaping sebesar 33,98%, dari 60,02 menjadi 80,42. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memahami gangguan perfusi ekstremitas bawah dan melakukan pemasangan kinesiotaping secara mandiri, sehingga mendukung upaya promotif dan preventif dalam pencegahan komplikasi kaki diabetik di masyarakat.

 

Kata kunci: diabetes mellitus, kaki diabetik, kinesiotaping, pemberdayaan kader kesehatan, perfusi perifer

 

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease that can cause peripheral vascular complications, one of which is Peripheral Arterial Disease (PAD), characterized by reduced blood flow to the lower extremities and an increased risk of diabetic ulcers and amputation. Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency, has a relatively high number of people with DM; however, efforts to prevent diabetic foot complications remain limited. This Community Service Program (PkM) aimed to improve the knowledge and skills of health cadres through education and kinesiotaping training as a non-pharmacological therapy to help improve lower-extremity perfusion in people with DM. The activity was conducted from May 10 to 12, 2026, and was attended by 11 elderly health cadres using lecture and hands-on practice methods. The results showed a 52.17% increase in cadres’ knowledge, from a mean pre-test score of 53.08 to 80.77 in the post-test, as well as a 33.98% increase in kinesiotaping application skills, from 60.02 to 80.42. These findings indicate that education and training effectively improved cadres’ capacity to understand lower-extremity perfusion disorders and independently perform kinesiotaping application, thereby supporting promotive and preventive efforts to prevent diabetic foot complications in the community.

 

Keywords: community health cadre empowerment, diabetes mellitus, diabetic foot, kinesiotaping, peripheral perfusion


Keywords


community health cadre empowerment, diabetes mellitus, diabetic foot, kinesiotaping, peripheral perfusion

Full Text:

PDF

References


ADA. (2021). Diabetes Care. Diabetes Care, 40(January), S33–S43. https://doi.org/10.2337/dc17-S007

Dhanakotti, S., Samuel, R. K., Thakar, M., Doshi, S., & Vadsola, K. (2016). Effects of Additional Kinesiotaping Over the Conventional Physiotherapy Exercise on Pain , Quadriceps Strength and Knee Functional Disability in. 6(January), 221–229. https://pdfs.semanticscholar.org/a435/77bb848064388c1a5dbd0bb6dbafe5feeb95.pdf

Huether, S. E., McCance, K. L., Brashers, V. L., & Rote, N. S. (2019). Buku Ajar Patofisiologi (D. S. Wahono, R. Ratnawati, & H. Sujuti (eds.); 6th ed.). Elsevier.

Ignavaticius, D. D., & Workman, M. L. (2016). Medical Surgical Nursing : Patient-Centered Collaborative Care (8th ed.). Elsevier.

International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). https://diabetesatlas.org/resources/idf-diabetes-atlas-2025/

Kusumawati, N., Hamid, A., & Glorie, K. (2025). UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS KADER POS BINAAN. 6(1), 1283–1289. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/42418/26722

Mano, D. S., Marcella, A., Firmansyah, Y., & Santoso, A. H. (2023). Peningkatan Pemahaman dan Kewaspadaan Masyarakat akan Penyakit Arteri Perifer. 1(2). https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JKB/article/download/337/334?__cf_chl_tk=dMUIMBlx_UIrwZHpBLi3KCvbeBq1qDhotYWg_URaWKw-1768907037-1.0.1.1-7dw4.d40lqoY7y2Sk6NzCehlPEiXIp_n5Afu.e2k8I0

Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat : Ilmu & Seni. Rineka Cipta.

Nurmalisa, B. E., Pangaribuan, H., Sasmita, H., & Siregar, H. (2023). Edukasi Perawatan Kaki Diabetes kepada Kader Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora, 3(September), 1–8. https://doi.org/10.33860/jpml.v3i1.2015

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia 2021.

Riyanti, E., Yardes, N., Pangastuti, T. E., & Silviani, N. E. (2025). Pelatihan Kader Kesahatan untuk Meningkatkan Kompetensi Kader dalam Melakukan Pemeriksaan Gula Darah Mandiri dan Senam Kaki Diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Jatiwarna , Kota Bekasi , Jawa Barat. 5(1), 53–58. https://doi.org/10.54082/jippm.768

Roswita, R., Nurhayati, & Jannah, R. (2025). Pelatihan Pengendalian Faktor Risiko Diabetes Melitus pada Kader Kesehatan Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar. 4(2), 66–72. https://jrsabdimas-poltekkesbjm.com/index.php/JRS/article/view/107

Soyoye, D. O., Abiodun, O. O., Ikem, R. T., Ayodeji, B., Akintomide, A. O., Soyoye, D. O., Ikem, R. T., Kolawole, B. A., Soyoye, D. O., Ikem, R. T., & Kolawole, B. A. (2021). Diabetes and Peripheral Artery Disease : A Review. 12(6), 827–838. https://doi.org/10.4239/wjd.v12.i6.827

Syukkur, A., & Astutik, N. D. (2025). Pelatihan Kader Kesehatan Lansia Terkait Deteksi Dini DM Tipe 2. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Volume, 9(2), 376–383. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jpmb.v9i2.29107

Syukkur, A., & Handini, F. S. (2022). Manajemen Nyeri pada Lansia dengan Teknik Non-Farmakologi: Kinesiotaping Pain Management in the Elderly with Non-Pharmacological Technique: Kinesiotaping. Jurnal Keperawatan Malang, 7(1), 2022. https://jurnal.stikespantiwaluya.ac.id/index.php/JPW

Syukkur, A., & Prihanto, Y. P. (2025). Optimalisasi peran kader kesehatan dalam pencegahan penyakit arteri perifer pada penderita diabetes mellitus. 9(September), 3652–3659. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/33426/13305

Tursilowati, S., Mintarsih, S. N., Ambarwati, R., & Assidhiq, M. R. (2024). Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Efektif Meningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Kader. 20(2), 92–100. https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link/article/view/12303/0#:~:text=pengetahuan kader Posbindu terkait penyakit,memberikan konseling gizi yang baik

Veves, A., Giurini, J. M., & Guzman, R. J. (2018). The Diabetic Foot : Medical and Surgical Management. In R. J. Guzman (Ed.), Diabetic Foot, The (4th ed.). Humana Press. https://doi.org/10.1385/1-59259-168-x:035

Widiastuti, L., Wati, L., Siagian, Y., & Sitindaon, S. H. (2022). Deteksi Dini Peripheral Arterial Disease pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Media Karya Kesehatan, 5(1), 15–31. https://doi.org/10.24198/mkk.v5i1.35384




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.40543

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

EDITORIAL OFFICE: