Pelatihan pemanfaatan peace card game bagi guru sekolah dasar untuk mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik dalam pembelajaran
Abstract
Abstrak
Guru memiliki peran penting dalam mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung penguatan karakter masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam memanfaatkan Peace Card Game sebagai media pembelajaran untuk mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan rancangan one-group pretest-posttest design yang melibatkan 30 guru sekolah dasar di Kota Metro. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi dan modul, pelaksanaan pretest, penyampaian materi, demonstrasi, simulasi penggunaan Peace Card Game, diskusi kelompok, praktik penyusunan skenario pembelajaran, serta posttest. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Normalized Gain (N-Gain) untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest meningkat dari 54,00 menjadi 80,10 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Sebanyak 26,7% peserta memperoleh kategori N-Gain tinggi dan 73,3% berada pada kategori sedang, tanpa peserta berkategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memahami konsep toleransi, resolusi konflik, serta implementasi Peace Card Game sebagai media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Pelatihan ini juga mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Dengan demikian, Peace Card Game berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dan menciptakan budaya sekolah yang damai, inklusif, serta menghargai keberagaman.
Kata kunci: peace card game; guru sekolah dasar; toleransi, resolusi konflik; pendidikan karakter.
Abstract
Teachers play a crucial role in integrating tolerance and conflict resolution education into elementary school learning. However, the use of innovative instructional media to strengthen character education remains limited. This community service program aimed to improve elementary school teachers' knowledge and skills in utilizing the Peace Card Game as a learning medium to integrate tolerance and conflict resolution education. The program employed a one-group pretest-posttest design involving 30 elementary school teachers in Metro City, Indonesia. The implementation stages included needs assessment, preparation of training materials and modules, pretest administration, lectures, demonstrations, Peace Card Game simulations, group discussions, lesson planning practices, and posttest administration. Data were analyzed using descriptive statistics and the Normalized Gain (N-Gain) to determine participants' learning improvement. The results indicated that the mean pretest score increased from 54.00 to 80.10 on the posttest, with an average N-Gain score of 0.58, categorized as moderate. A total of 26.7% of participants achieved a high N-Gain category, while 73.3% were in the moderate category, and none were categorized as low. These findings demonstrate that the training effectively enhanced teachers' understanding of tolerance, conflict resolution, and the implementation of the Peace Card Game as an interactive and contextual learning medium. Furthermore, the training encouraged teachers to develop more participatory, collaborative, and character-oriented learning practices. Therefore, the Peace Card Game has strong potential as an effective instructional medium to support the implementation of the Pancasila Student Profile while fostering a peaceful, inclusive, and diversity-respecting school culture.
Keywords: peace card game; elementary school teachers; tolerance; conflict resolution; character education.
Keywords
References
Asdhar, H. J., & Yoenanto, N. H. (2024). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Sosio-Emosional terhadap Pencapaian Belajar pada Siswa Sekolah Dasar : A Literature Review. 06(03), 115–125.
Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching (6 ed.). Routledg.
Bilqis, A., Riyadi, A. R., & Maulidah, N. (2025). Strategi Pengelolaan Kelas Berdasarkan Kompetensi Sosial Emosional Guru. 8(1), 1–11.
Gustaman, R. F., Gandi, A., Ratnaningsih, N., Siliwangi, U., Artikel, I., Inklusif, P., & Education, J. (2025). Implementasi pendidikan inklusif dalam mewujudkan sekolah ramah anak. 13(1), 660–666.
Hafiyah, H. (2024). Perkembangan Sosial Anak dan Pengaruhnya Bagi Pendidikan : Ditinjau dari Kemampuan Emosional Anak. 9(2), 21–28.
Islamiati, A. N. (2023). Memperkuat Karakter Melalui Landasan Filosofi di Sekolah Dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 09, 1375–1393.
Kamalin, L., Mariana, N., Subrata, H., & Surabaya, U. N. (2024). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Perundungan di Sekolah Dasar : Perspektif Glokalisasi Menghadapi. 5, 11–24.
Keysinaya, E. Y., Internasional, D. H., & Padjadjaran, U. (2022). Peran UNICEF Indonesia Menangani Perundungan di Sekolah Melalui Program Roots Elsye Yubilia Keysinaya 1* , Nuraeni 2. 8090(2019), 207–224. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v8i2.22258
Kristiyan, C., & Handayani, A. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Digital Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan. 4(3).
Majid, A. (2024). Gangguan Psikologis dalam Dunia Pendidikan: Mengupas Hubungan Gangguan Perilaku dan Gangguan Belajar pada Kesehatan Mental. Jurnal Mitra, 1–22.
Mardin, Herinda, Hartono d Mamu, dkk. (2025). Perkembangan Peserta Didik. Tahta Media.
Martdana, R. A. (2025). Gamifikasi dalam Pembelajaran Sejarah : Analisis Literatur Terhadap Dampaknya pada Motivasi dan Keterlibatan Belajar Siswa. 4(2), 327–335.
Mislia, D. (2025). Implementasi Gamifikasi dalam Pembelajaran Untuk Meningatkan Motivasi Siswa. Jurnal Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 6(1), 461–470.
Ningrum, S., Guru, P., Dasar, S., & Padang, U. N. (2025). Peran Lingkungan Sekolah dan Teman Sebaya dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SD IT Permata Kita. 3.
Nur, M., & Sari, D. (2025). Peningkatkan Kesadaran dan Empati Siswa dalam Pencegahan Bullying : Intervensi Berbasis Pengabdian Masyarakat di SD. AL KHIMAD(Jurnal Pengabdian Masyarakat), 10, 1–14.
Probolinggo, A. S. M., Aziz, M. A., & Riyanto, R. (2025). PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA. 06(02), 254–268.
Pupsitasari, I. N. N. (2017). Menuju Sekolah Ramah Anak Holistik - Integratif Melalui Learning Organization. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 9(2), 107–129.
Putri, A. D., Aurora, Q., Pitri, N. D., Sukma, E., & Padang, U. N. (2026). Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Era Digital melalui Literasi Digital. 10, 17346–17354.
Rahmadi, A. N., Yunus, E. Y., Marwiyah, S., & Hadiyanto, M. (2025). Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Pendidikan dan Kecakapan Hidup Sebagai Bekal Masa Depan pada Siswa Madrasah Aliyah Raudlatul Fatah. 1(1), 1–16.
Romain Parlier. (2024). Violence and bullying in schools: UNESCO calls for better protection of students. In UNESCO. https://www.unesco.org/en/articles/violence-and-bullying-schools-unesco-calls-better-protection-students
Sanusi. (2023). Pentingnya Mengutamakan Kesejahteraan Mental Siswa bagi Puncak Pencapaian Pedagogis. Journal Of Early Childhood Education, 4(1), 14–31.
Saputra, H. (2026). Social-Emotional Learning ( SEL ) dalam Pendidikan Dasar : Bukti Empiris dan Implikasi Implementatif. 14–25.
Sarah, S., Mangunsong, S., Maharaja, N., & Ok, A. H. (2026). Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Menanamkan Nilai Toleransi melalui Pendidikan Multikultural. Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini, 3(2), 41–53.
Sulis, N. F., & Fitrayadi, D. S. (2026). Persepsi Peserta Didik Tentang Lingkungan Sekolah Dalam Pembentukan Sikap dan Karakter di SMAN 2 Pandeglang. 6(1), 10142–10160.
Susanti, I., Ubudiyah, M., Pendidikan, P., Ners, P., Lamongan, U. M., & Timur, J. (2025). PENGALAMAN VICTIM PADA REMAJA DENGAN KEJADIAN BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH : STUDI CROSS-SECTIONAL History of Victim in Adolescents and Bullying Incidents : A Cross Sectional Study Prodi Keperawatan , Universitas Muhammadiyah Lamongan , Jawa Timur .
Zahro, N. F. (2025). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SEKOLAH DASAR. 12(September), 389–400.
Lickona, T. (2012). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Prananda, G. (2024). Psikologi perkembangan siswa sekolah dasar. CV. Sketsa Media.
Tilaar, H. A. R. (2012). MULTIKULTURALISME, BAHASA INDONESIA, DAN NASIONALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. Grasindo.
Wahyuni, A. (2021). Pendidikan Karakter (Membentuk Pribadi Positif dan Unggul di Sekolah). Umsida Press.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.40772
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















