Peningkatan Nilai ekonomi produk tanaman pangan dan perkebunan melalui teknologi tepat guna di Arso IV, Kabupaten Keerom Papua
Abstract
Abstrak
Kawasan Arso IV, Kabupaten Keerom, memiliki potensi agraris yang melimpah pada komoditas keladi dan kakao, namun mayoritas petani masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah (raw material) yang memicu fluktuasi harga dan rendahnya pendapatan. Permasalahan ini diperparah oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam melakukan diversifikasi produk serta minimnya penerapan standar pascapanen, khususnya proses fermentasi kakao. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK/KWT sebagai pengelola hilirisasi dan bapak-bapak tani sebagai penyedia bahan baku di Kampung Arso IV melalui pendekatan partisipatif bottom-up. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi audiovisual (penayangan video tutorial secara terstruktur tanpa praktik langsung di tempat), yang mencakup aspek manajemen usaha agrisbisnis, diversifikasi pengolahan keladi menjadi keripik, dan pencetakan cokelat batang sesuai standar higienitas serta parameter teknis. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan pencapaian yang optimal, di mana aspek kognitif peserta mengalami peningkatan pemahaman melampaui target minimal 75% dari kondisi awal, serta aspek psikomotorik prosedural berhasil membekali peserta dalam mengenali tahapan kritis dan parameter teknis pengolahan. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik serta mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Sebagai tindak lanjut, program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan fasilitasi bantuan alat tepat guna dan pendampingan pemasaran guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata kunci: diversifikasi produk; pemberdayaan perempuan; kakao; keladi; demonstrasi audiovisual.
Abstract
Arso IV region in Keerom Regency possesses abundant agricultural potential, particularly in taro (keladi) and cocoa commodities. However, the majority of farmers still sell their harvest in the form of raw materials, which triggers price fluctuations and low incomes. This problem is exacerbated by the community's limited knowledge in product diversification and the minimal implementation of post-harvest standards, especially proper cocoa fermentation processes. This Community Service Program (PkM) aims to empower PKK/Women Farmers Groups (KWT) as downstream management agents and male farmers as raw material suppliers in Arso IV Village through a participatory bottom-up approach. The implementation method utilized socialization and audiovisual demonstrations (structured video tutorial screenings without direct hands-on practice on-site), covering aspects of agribusiness management, taro chips processing diversification, and chocolate bar molding in accordance with hygiene standards and technical parameters. The evaluation of the activity showed optimal achievements, wherein the participants' cognitive aspect experienced an increase in understanding exceeding the minimum target of 75% from the initial condition, and the procedural psychomotor aspect successfully equipped participants in recognizing critical stages and technical parameters of processing. The activity was successfully implemented and received a positive response and high enthusiasm from the participants. As a follow-up, the program is recommended to be continued with appropriate technology tool assistance and marketing mentoring to strengthen community economic independence sustainably.
Keywords: product diversification; women empowerment; cocoa; taro; audiovisual demonstration.
Keywords
References
Ardiani, F. D., & Dibyorini MC Candra Rusmala. (2021). Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tan i ( KWT ) “ ASRI ” Kalurahan Bendung Kapanewon Semin Kabupaten Gunung Kidul. Sosio Progresif: Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial, 1(1), 1–12.
Arumsari, V., & Syamsiar, S. (2011). AGROINDUSTRI PANGAN LOKAL ( Suatu Kajian Agroindustri Gula Kelapa Kristal di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ). SEPA, 8(1), 35–41.
Beloan, B., Rostini, Iriani, N., Ilyas, N., Jamaluddin, A., Harniati, & Syahribulan. (2023). Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga. Journal of Training and Community Service Adpertisi (JTCSA), 3(1), 1–5.
Endah, K. (2020). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : MENGGALI POTENSI LOKAL DESA. Moderat, 6(1), 135–143.
Faizien Hilmy Awalu. (2025). Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Pertanian. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 4(April), 49–63.
Hapsari, U., Nihayah, B., Sutiarso, L., Rahayu, E. S., Purwadi, D., & Saputra, W. (2024). Hilirisasi Teknologi Sistem Integrasi Tanaman Ternak Ikan ( SITTI ) Menggunakan Pendekatan Konsep Bio economy , Green Economy , Circular Economy ( BGC Economy ). Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 301–312.
Hariyadi, P. (2010). Penguatan Industri Penghasil Nilai Tambah Berbasis Potensi Lokal Peranan Teknologi Pangan untuk Kemandirian Pangan. Pangan, 19(4), 295–301.
Hartuti Sri, J. dan K. R. (2020). Upaya Peningkatan Kualitas Biji Kakao Melalui Tahap Penanganan Pascapanen (ulasan). Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 15(2), 38–52.
Harudin, L., Panga, L., & Tao, H. (2025). Peran Gender dalam Pemberdayaan Agribisnis Masyarakat Desa. Intelektual: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa Dan Akademisi, 1(3), 149–162.
Hatu Rauf A. (2010). Pemberdayaan dan Pendampingan Sosial dalam Masyarakat (Suatu Kajian Teoritis). Inovasi, 7(4), 240–254.
Juslaeni, S., Wahid, N., & Riskasari. (2024). Pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Unismuh, 5(4), 705–719.
Kabeer, N. (2005). Gender equality and women’s empowerment: A Critical Analysis of The Third Millennium Development Goal. Gender and Development, 13(1), 13–24.
Kowarin Lena Ratu Ningsih; Fitriana; Santoso Rachmat Agus. (2024). Pemberdayaan Perempuan Papua untuk Kemajuan Ekonomi Lokal. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 17(2), 1882–1898.
Muslim, A. (2007). Pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan masy ararat. Aplikasia, Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, VIII(2), 89–103.
Noor, T. I., Sulistyowati, L., Yudha, E. P., Saidah, Z., Wicaksono, S. L., Syakirotin, M., Sindhu, I. P., & Widhiguna, R. (2023). Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian Guna Menjadikan Desa Tahan Pangan. Abdimas Galuh, 5(1), 560–568.
Nurfitriani Rizki Amalia dan Widowati Sri. (2023). Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan (Perspektif Ekonomi, Sosial dan Budaya) (Nurfitriani Rizki Amalia dan Widowati Sri (ed.); Pertama). BRIN Publishing.
Rai, K. (2019). Association of Financial Attitude , Financial Behaviour and Financial Knowledge Towards Financial Literacy : A Structural Equation Modeling Approach. FIIB Business Review, 8(1), 51–60. https://doi.org/10.1177/2319714519826651
Ramdani, R. P. A. M. Y. A. I. R. R. R. Y. R. P. P. (2025). Peran Perempuan dalam Ekonomi: Meningkatkan Partisipasi dan Pemberdayaan untuk Kesetaraan Gender dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan. Syntax Literate, 1–6.
Senna, A. B. (2020). Pengolahan Pascapanen pada Tanaman Kakao untuk Meningkatkan Mutu Biji Kakao : Review Berdasarkan data Direktorat Jenderal. Jurnal Triton, 11(2), 51–57.
Suasridewi Desak Gede; Latupeirissa Jonathan Jacob Paul; Suryawan I Made Yuda; Natashya Regita; Mufida Imroatul; Supriyani Anik. (2024). Transformasi Ekonomi dan Sosial: Dampak Pemberdayaan Perempuan di Indonesia Berdasarkan Kajian Literatur. GOVERNANCE : Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 11(2), 12–27.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.41254
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















