Interactive digital literacy: penguatan konsep 2P (Pelopor dan Pelapor) sebagai strategi terpadu keamanan ruang digital dan pencegahan pernikahan dini di KOTA BATU
Abstract
Abstrak
Rendahnya literasi keamanan digital dan tingginya risiko pernikahan dini pada remaja di Indonesia merupakan dua persoalan yang saling berkelindan, salah satunya melalui fenomena cybergrooming. Di Kota Batu, peran pengurus Forum Anak Mahasatu sebagai agen Pelopor dan Pelapor (2P) masih perlu terus diperkuat, sejalan dengan pentingnya model edukasi yang memadukan isu keamanan digital dengan pencegahan pernikahan dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Forum Anak Mahasatu sebagai agen 2P melalui model Interactive Digital Literacy, yang menempatkan remaja sebagai subjek aktif, bukan sekadar objek sosialisasi. Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan: Planning, Acting, dan Reflecting yang melibatkan mitra DP3AP2KB Kota Batu dan mahasiswa KKN-T Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Sosialisasi interaktif dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di Balai Kota Among Tani melalui presentasi, ice breaking, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Hasil evaluasi post-test Quizizz menunjukkan rata-rata ketepatan jawaban peserta sebesar 78%, diiringi partisipasi aktif dan tumbuhnya komitmen peserta untuk menjalankan peran 2P, sehingga program dinyatakan tercapai dengan tingkat ketercapaian 100%, meski sempat menghadapi kendala teknis berupa penyesuaian jumlah peserta pada hari pelaksanaan. Pendekatan partisipatif ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kesiapan Forum Anak sebagai agen perubahan, sehingga perlu direplikasi secara berkelanjutan disertai pendampingan pascakegiatan.
Kata kunci: forum anak; pelopor dan pelapor; keamanan digital; pernikahan dini
Abstract
Low digital security literacy and the high risk of early marriage among adolescents in Indonesia are two closely intertwined problems, one of which manifests through the phenomenon of cybergrooming. In Batu City, the role of the Mahasatu Children's Forum administrators as Pioneer and Reporter (2P) agents still needs continuous strengthening, in line with the importance of an educational model that integrates digital security issues with the prevention of early marriage. This community service activity aims to strengthen the capacity of the Mahasatu Children's Forum as 2P agents through an Interactive Digital Literacy model that positions adolescents as active subjects rather than mere objects of socialization. The activity employed a Participatory Action Research (PAR) method through three stages: Planning, Acting, and Reflecting, involving the DP3AP2KB Batu City partner and KKN-T students from the Faculty of Administrative Science, Universitas Brawijaya. An interactive outreach session was held on 9 July 2026 at the Among Tani City Hall, featuring presentations, ice breaking, group discussions, and a question-and-answer session. The Quizizz-based post-test evaluation (16 items) showed an average participant accuracy rate of 78%, accompanied by active participation and the emergence of participants' commitment to carrying out the 2P role, so that the program was deemed to have achieved a 100% success rate, despite encountering a minor technical constraint involving an adjustment to the number of participants on the day of implementation. This participatory approach proved effective in enhancing the Children's Forum's understanding and readiness as an agent of change, indicating the need for sustained, ongoing replication accompanied by post-activity mentoring.
Keywords: children's forum; pioneer and reporter; digital security; early marriage.
Keywords
References
Afandi, A. , S. M. H. , & M. A. (2016). Modul_participatory_action_research_PAR.
Andaru, I. P. N. (2021). Cyber Child Grooming sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online di Era Pandemi. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 2(1), 41–51. https://doi.org/10.22146/jwk.2242
Asma, N., Pramana, C., & Agustiani, M. D. (2026). Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan Peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3230–3237. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.998
Badan Pusat Statistik. (2025). Proporsi perempuan umur 20–24 tahun yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun menurut provinsi. . 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTM2MCMy/proporsi-perempuan-umur-20-24-tahun-yang-berstatus-kawin-atau-berstatus-hidup-bersama-sebelum-umur-18-tahun-menurut-provinsi.html
Hikmawan, R., & Maulida, R. A. (2020). Peningkatan Kapasitas Forum Anak Tangsel Mengenai Pembangunan Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 539–549. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v4i3.3356
Kementerian Komunikasi dan Informatika, K. I. C. & S. (2022). Literasi Digital Masyarakat Indonesia Membaik. Https://Www.Komdigi.Go.Id/Berita/Artikel/Detail/Literasi-Digital-Masyarakat-Indonesia-Membaik, 1–1.
Iwannudin, F. A. , I. D. A. A. , & M. U. (2025). (2025). Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Strategi Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Pemberdayaan Orang Tua Iwannudin. https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/maslahat/index
John W. Santrock. (2019). Adolescence.
Kementerian Komunikasi dan Digital. (2024, September 10). Peluncuran Hasil Pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024: “Membangun Masyarakat Digital Berbasis Kewilayahan.” Https://Bpsdm.Komdigi.Go.Id/Satker/Pusbangesdmk/Berita-Peluncuran-Hasil-Pengukuran-Indeks-Masyarakat-Digital-Indonesia-Imdi-2024-m-5-76, 1–1.
Khairur Rooziqina, K. (2024). Fundamental and Applied Management Journal Analisis Perilaku Keamanan Remaja Di Media Sosial Dengan Menggunakan Metode Kuantitatif. In Journal of Innovation and Applied Education (Vol. 1, Number 3).
Khanifah, L. N., & Yosphia Fahruddiana. (2025). Analisis Partisipasi Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor dalam Mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(2), 20–35. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i2.3919
Kinanggi, R., & Ananta, A. (2025). Psychoeducation on Early Marriage to Increase Knowledge Among Adolescents of the Youth Community PPA Ester Bergema Nunbaun Sabu Sub-District Alak Village. In JSRET (Journal of Scientific (Vol. 4).
Nugroho, C., & Nasionalita, K. (2020). Digital Literacy Index of Teenagers in Indonesia. Journal Pekommas, 5(2), 215. https://doi.org/10.30818/jpkm.2020.2050210
Sarwono, S. (2019). Menikah Muda di Indonesia; Suara, Hukum dan Praktik. Wacana, 20(3), 589. https://doi.org/10.17510/wacana.v20i3.800
United Nations Children’s Fund. (2017). Children in a digital world. UNICEF.
United Nations Children’s Fund. (2019). UNICEF poll: More than a third of young people in 30 countries report being a victim of online bullying. https://www.unicef.org/eca/press-releases/unicef-poll-more-third-young-people-30-countries-report-being-victim-online-bullying
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i4.41953
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















