Pelatihan home remedies berbahan tanaman obat keluarga sebagai upaya mandiri mitigasi stres pada PKK dan anggota Posyandu Remaja Desa Tungkaran

Rizki Rahmadi Pratama, Karina Erlianti, M. Hasan Andryanto, Muliyani Muliyani, Dyta Setiawati Hariyono

Abstract


Abstrak

Masalah kesehatan mental pada remaja seperti stres, ketegangan, dan gangguan tidur masih jarang memperoleh penanganan promotif di tingkat desa. Skrining awal pada anggota Posyandu Remaja Desa Tungkaran menunjukkan gejala yang didominasi iritabilitas dan kesulitan relaksasi, sedangkan tanaman obat keluarga di pekarangan warga belum dimanfaatkan sebagai sarana relaksasi mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Posyandu Remaja dalam mengolah tanaman obat keluarga menjadi home remedies pendukung kesehatan mental. Mitra sasaran adalah kader dan anggota Posyandu Remaja Desa Tungkaran, Kabupaten Tanah Laut, dengan jumlah peserta 36 orang, didampingi lima ibu anggota PKK desa yang hadir sebagai pendamping kegiatan dan tidak termasuk dalam evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dengan metode demonstrasi langsung pembuatan tiga produk, yaitu teh serai penenang, aromaterapi kulit jeruk, dan rebusan pandan pelancar tidur. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi sepuluh butir soal serta observasi selama praktikum. Hasil menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 65,00 menjadi 85,56 atau naik sebesar 31,62%, dengan N-Gain 0,583 berkategori sedang. Seluruh peserta mengalami peningkatan nilai dan jumlah peserta yang mencapai nilai tuntas meningkat dari 18 orang menjadi 36 orang. Peningkatan terbesar terjadi pada materi waktu konsumsi ramuan pandan yang naik dari 50,0% menjadi 86,1% jawaban benar. Seluruh kelompok mampu menyelesaikan ketiga produk secara mandiri sesuai langkah kerja yang diajarkan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan home remedies berbahan tanaman obat keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Posyandu Remaja, sehingga layak dijadikan upaya promotif mitigasi stres secara mandiri di tingkat desa.

 

Kata kunci: home remedies; kesehatan mental remaja; posyandu remaja; relaksasi; tanaman obat keluarga

 

Abstract

Adolescent mental health problems such as stress, tension, and sleep disturbance still rarely receive promotive intervention at the village level. Initial screening among members of the Youth Integrated Health Post of Tungkaran Village revealed symptoms dominated by irritability and difficulty relaxing, whereas family medicinal plants in residents' yards have not been used as a means of independent relaxation. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Youth Integrated Health Post members in processing family medicinal plants into home remedies supporting mental health. The target partner was the cadres and members of the Youth Integrated Health Post of Tungkaran Village, Tanah Laut Regency, involving 36 participants, accompanied by five mothers from the village Family Welfare Empowerment (PKK) group who attended as facilitators and were not included in the evaluation. The activity was held on 18 July 2026 using a direct demonstration of how to make three products: calming lemongrass tea, citrus peel aromatherapy, and pandan decoction for sleep. Evaluation used a ten-item pre-test and post-test together with observation during practice. Results showed that the mean score increased from 65.00 to 85.56, a rise of 31.62%, with an N-Gain of 0.583 in the moderate category. All participants improved, and the number achieving the passing score rose from 18 to 36. The greatest gain occurred on the item concerning the timing of pandan decoction consumption, rising from 50.0% to 86.1% correct answers. All groups completed the three products independently. These results imply that training in home remedies made from family medicinal plants can improve the knowledge and skills of Youth Integrated Health Post members, making it suitable as a promotive effort for independent stress mitigation at the village level.

 

Keywords: adolescent mental health; family medicinal plants; home remedies; relaxation; youth integrated health post


Keywords


adolescent mental health; family medicinal plants; home remedies; relaxation; youth integrated health post

Full Text:

PDF

References


Agustina, R., & Rachman, A. (2025). Pendekatan peer-based dalam promosi kesehatan mental di tingkat posyandu remaja: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(1), 45–52.

Anggarawati, T., & Putri, A. V. A. (2024). Penerapan manajemen stres untuk menurunkan tingkat kecemasan remaja di SMPN 40 Semarang. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 1(3), 203–210. https://doi.org/10.62383/vimed.v1i3.766

Aulia, I., Rindayani, M. F., & Tambunan, L. Y. (2025). Penyuluhan pemanfaatan tanaman obat keluarga: Daun ketepeng cina sebagai salep herbal untuk peradangan ringan. Jurnal Masyarakat Indonesia, 4(2), 304–308. https://doi.org/10.54209/jumas.v4i02.289

Biromo, A. R., Santoso, A. H., Destra, E., Kasvana, K., & Enike, S. C. (2025). Edukasi kesehatan mental dan skrining DASS-42 dalam deteksi risiko gangguan kecemasan dan stres kronis pada dewasa muda. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima, 4(2), 80–88. https://doi.org/10.59030/jpmbd.v4i2.94

Brescia, R., Andriani, W., Saputra, M. D., Melamita, A., & Rani, R. K. (2024). Gangguan stres dan kecemasan pada remaja: Peran bimbingan dan konseling dalam mendukung kesehatan mental. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 9(4), 51–57. https://doi.org/10.29210/025572jpgi0005

Dhamayanti, M., Pandia, V., Arisanti, N., Azriani, D., Bustami, L. E. S., Widyasih, H., & Kresnayana, M. Y. (2023). Pelatihan kader posyandu remaja wujud pemberdayaan remaja dalam meningkatkan kesehatan remaja secara holistik. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 140–145. https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i2.1187

Erlianti, K., Ramadhani, J., Hasniah, H., & Mardiana, L. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cair kombinasi daun kelor dan madu di Desa Telaga Langsat Kabupaten Tanah Laut. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(3), 1747–1751.

Hardayati, Y. A., & Wihardja, H. (2022). Edukasi kesehatan cegah kecemasan dan stres kepada remaja di era pandemi COVID-19 di SMP Budi Mulia, Bogor. Jurnal PengaMAS, 5(1), 71–80. https://doi.org/10.33387/pengamas.v5i1.3301

Hasniah, H., Fauzi, M., Rahman, F., Fadillah, A., Erlianti, K., & Ramadhani, J. (2021). Sosialisasi penggunaan tanaman herbal untuk diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan Tanah Laut. Jurnal Abdidas, 2(3), 551–557.

Husnah, R., Andolina, N., & Adienda, S. (2025). Pemberdayaan kader remaja melalui peningkatan sarana pemeriksaan kesehatan dasar di posyandu remaja. J.Abdimas: Community Health, 5(2), 72–79. https://doi.org/10.30590/jach.v5n2.1072

Ichfa, M. S., Maulana, F. A., Utami, N. W. P., Handayani, E., Fitriani, F., Hikmaturrohmi, H., Haqiqi, N., Saraswati, P. B. A., Nurhidayati, S. Z., Qoriasmadillah, W., Arrazy, M., Ramadhan, M. F., & Prasedya, E. S. (2024). Penyuluhan penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai jamu tradisional masyarakat Desa Sengkol. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1651–1664. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1472

Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). Manual for the Depression Anxiety Stress Scales (2nd ed.). Psychology Foundation of Australia.

Maelissa, S. R., & Tomasoa, V. Y. (2025). Pemberdayaan kader posyandu remaja (Posrem) sebagai support health group generasi berkualitas. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 34–38.

Moita, S., Sarpin, S., Damsid, D., Supiyah, R., Rahman, R., & Harjudin, L. (2022). Pemberdayaan kader posyandu dalam sosialisasi kesehatan reproduksi dan mental pada kalangan remaja di Kelurahan Tongauna. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 36–42. https://doi.org/10.47540/ijcs.v1i1.508

Rahmawati, R., Fatmawati, A., & Nurhidayat, N. (2020). Sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai pengobatan herbal bagi masyarakat Dusun Pimpinga Desa Baturappe Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 1–7. https://doi.org/10.53861/abdimas.v1i2.53

Rashidi Maybodi, F., Herandi, V., & Vaezpour, M. S. (2025). Effect of aromatherapy with lemongrass (Cymbopogon citratus) on the anxiety of patients undergoing scaling and root planning: A randomized clinical trial. BMC Complementary Medicine and Therapies, 25(1), 100. https://doi.org/10.1186/s12906-025-04834-w

Rizki, M. I., Triyasmono, L., Hadi, S., Normaidah, N., Ratnapuri, P. H., Izma, H., Mahdi, N., Malahayati, S., Buih, P. H. J., & Agustina, N. K. A. (2024). Upaya peningkatan pengetahuan terhadap permasalahan penyakit hipertensi di Desa Tambak Baru Ilir Kabupaten Banjar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pratama, 2(4), 216–224. https://doi.org/10.20527/jpmp.v2i4.13964

Sari, S. M., Ennimay, E., & Tengku, A. R. (2019). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 1–7. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v3i2.2833

Soemarie, Y. B., Erlianti, K., & Tohari, S. (2023). Edukasi dan pelatihan pembuatan home remedies untuk mengurangi masalah kesehatan mental. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM), 7(4), 3388–3398.

Stiawati, T., & Indriyany, I. A. (2022). Penyuluhan optimalisasi peran organisasi wanita Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pemberdayaan perempuan di tengah era globalisasi di Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 30–37.

Tyas, L. W. (2022). Hubungan depresi, kecemasan dan stres dengan kejadian insomnia pada remaja sekolah menengah atas Kota Surabaya. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(3). https://doi.org/10.22487/preventif.v13i3.405

Ulfa, F. (2024). Cyberchondria pada remaja: Peran literasi kesehatan mental dan kecemasan kesehatan. Nathiqiyyah, 7(2), 183–192. https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v7i2.1273

Uno, W. Z., Pakaya, M. S., Hunawa, R. D., & Anggai, R. A. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai herbal antidiabetes di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 4(1), 64–73. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v4i1.31309

Widayati, S., & Marliyah, L. (2023). Sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga bagi masyarakat. Manggali, 3(1), 99. https://doi.org/10.31331/manggali.v3i1.2441

Widyawati, S., Setiawan, H., & Pratama, R. (2025). Manifestasi stres akademik dan iritabilitas pada remaja: Peran koping adaptif. Jurnal Psikologi Terapan Nusantara, 8(2), 112–120.

Wirawan, A. B., Mulyani, S., & Kusuma, D. (2026). Uji validitas dan reliabilitas instrumen Depression Anxiety Stress Scales 42 (DASS-42) versi bahasa Indonesia pada populasi remaja. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan Jiwa, 5(1), 22–30.

Wulan, N., Nugraha, M. D., Nurfallah, N. S., & Afriliani, D. (2025). Pengaruh self card affirmation terhadap tingkat stres dan kesehatan mental remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 16(2), 281–290. https://doi.org/10.34305/phm5h793

Wulandari, R., Rimbawati, Y., & Romadhon, M. (2023). Pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam komunikasi terapeutik keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa, 1(1), 22–25. https://doi.org/10.52120/jpm.v1i1.105




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.41987

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

EDITORIAL OFFICE: