Implementasi teknologi smart-pumping bertenaga surya untuk mendukung pertanian berkelanjutan pada kelompok tani Juma Galuh di Kabupaten Karo
Abstract
Abstrak
Rendahnya akses informasi mengenai pendidikan tinggi, terbatasnya pemahaman masyarakat tentang penerimaan mahasiswa baru, serta minimnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan pendidikan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Kondisi tersebut tercermin dari Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Provinsi Maluku yang baru mencapai 42,89%, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi pendidikan tinggi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi pendidikan tinggi, keterlibatan keluarga, dan kesiapan calon mahasiswa dalam mengakses layanan penerimaan mahasiswa baru melalui implementasi Model LENTERA (Literasi Pendidikan Tinggi Berbasis Keluarga) dalam Program Safari Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN A.M. Sangadji Ambon. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, dengan melibatkan 28 peserta yang terdiri atas 17 calon mahasiswa dan 11 orang tua. Program dilaksanakan melalui sosialisasi pendidikan tinggi, konsultasi keluarga, pemanfaatan media digital, demonstrasi website penerimaan mahasiswa baru, simulasi pembuatan akun, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan diskusi reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai, 100% calon mahasiswa berhasil mengakses laman penerimaan mahasiswa baru, 64,7% berhasil membuat akun pendaftaran secara mandiri, dan 82,4% memanfaatkan layanan konsultasi lanjutan setelah kegiatan. Selain itu, seluruh orang tua mengikuti sesi konsultasi dan menyatakan dukungan terhadap rencana studi anak. Capaian tersebut menunjukkan bahwa implementasi Model LENTERA memberikan hasil positif dalam penguatan literasi pendidikan tinggi, keterlibatan keluarga, dan kesiapan awal calon mahasiswa dalam mengakses layanan penerimaan mahasiswa baru melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kata kunci: literasi pendidikan tinggi; kesiapan akses PMB; Model LENTERA; sosialisasi; pendampingan keluarga
Abstract
Limited access to higher education information, inadequate understanding of university admission procedures, and minimal family involvement in educational decision-making remain significant challenges for communities in Indonesia's archipelagic regions. This condition is reflected in the Gross Enrollment Rate (GER) of higher education in Maluku Province, which is only 42.89%, indicating the need for initiatives to improve higher education literacy. This community service program aimed to strengthen higher education literacy, family engagement, and prospective students' readiness to access university admission services through the implementation of the LENTERA Model (Family-Based Higher Education Literacy) as part of the New Student Admission Roadshow Program of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN A.M. Sangadji Ambon. The program was conducted in June 2026 in Banda District, Central Maluku Regency, involving 28 participants consisting of 17 prospective students and 11 parents. The activities integrated higher education socialization, family consultation, digital media utilization, university admission website demonstrations, online registration simulations, and continuous mentoring. Program evaluation employed observation, interviews, documentation, and reflective discussions, while the collected data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The findings revealed that all participants completed the program, 100% of the prospective students successfully accessed the university admission website, 64.7% independently created admission accounts, and 82.4% continued utilizing post-program consultation services. Furthermore, all participating parents actively engaged in consultation sessions and expressed support for their children's higher education plans. These outcomes indicate that the implementation of the LENTERA Model yielded positive achievements in strengthening higher education literacy, family engagement, and prospective students' initial readiness to access admission services through the use of digital technology.
Keywords: higher education literacy; admission readiness; LENTERA Model; educational outreach; family mentoring
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdillah, F. (2024). Peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Educazione: Jurnal Multidisiplin, 1(1), 13–24. https://doi.org/10.37985/educazione.v1i1.4
Anita, A., & Astuti, S. I. (2022). Digitalisasi dan ketimpangan pendidikan: Studi kasus terhadap guru sekolah dasar di Kecamatan Baraka. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 1–12.
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2025). Statistik pendidikan Provinsi Maluku 2024.
Basuki, B. M., & Setyawan, A. R. (2026). Sosialisasi pengenalan dunia perguruan tinggi dan perencanaan karier bagi siswa SMK Mambail Futuh, Jenu, Tuban. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 3(2), 48–59. https://doi.org/10.62383/jkm.v3i2.3350
Chen, F. (2025). The relationship between digital literacy and college students’ academic achievement: The chain mediating role of learning adaptation and online self-regulated learning. Frontiers in Psychology, 16, Article 1590649. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1590649
Dushkova, D., & Ivlieva, O. (2024). Empowering communities to act for a change: A review of the community empowerment programs towards sustainability and resilience. Sustainability, 16(19), 8700. https://doi.org/10.3390/su16198700
Firdausiyah, L., & Ghofur, M. A. (2024). Keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan pendidikan anak. Al-Muttaqin: Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi, 5(1), 1–12.
Getenet, S., Cantle, R., Redmond, P., & Albion, P. (2024). Students’ digital technology attitude, literacy and self-efficacy and their effect on online learning engagement. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 21(1), 1–20. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00437-y
Habibah, A., & Hidayati, D. (2023). Pemanfaatan media sosial dalam upaya meningkatkan penerimaan siswa baru di SMA swasta. Academy of Education Journal, 14(1), 107–123.
Harini, H., Sulistianingsih, S., Haryanti, E., Putri, A., & Ripki, A. J. H. (2024). Pengaruh keterlibatan orang tua dalam manajemen pendidikan terhadap kesejahteraan siswa dan keluarga. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 3535–3539. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i2.27299
Hasanah, R. (2025). Ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil: Isu HAM dan kebijakan hukum di Indonesia. WICARANA, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.57123/wicarana.v3i1.97
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Data lulusan SMA, SMK, dan MA Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2025.
Lashwaty, N. D., Widiati, I. S., & Turmudi, H. (2020). Peran penggunaan media online dalam penerimaan mahasiswa baru. Jurnal STIE Semarang, 12(3), 72–82. https://doi.org/10.33747/stiesmg.v12i3.461
Lund, H. H. (2024). “We try to give a good life to the children”—refugee parents and ECE professionals’ experiences of the early childhood education partnership in Norway. Frontiers in Education, 9, Article 1331771. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1331771
McGuinness, C., & Fulton, C. (2019). Digital literacy in higher education: A case study of student engagement with e-tutorials using blended learning. Journal of Information Technology Education: Innovations in Practice, 18. https://doi.org/10.28945/4190
Song, B. L., Lee, K. L., Liew, C. Y., & Subramaniam, M. (2023). The role of social media engagement in building relationship quality and brand performance in higher education marketing. International Journal of Educational Management, 37(2), 417–430. https://doi.org/10.1108/IJEM-08-2022-0315
Sunarsi, D., Teriyan, A., & Haryadi, R. N. (2024). Sinergi pendidikan dan pemberdayaan: Program pengabdian kepada masyarakat melalui dialog interaktif dan pembelajaran berkelanjutan. SocServe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 19–24.
Tang, C. M., & Chaw, L. Y. (2016). Digital literacy: A prerequisite for effective learning in a blended learning environment? The Electronic Journal of E-Learning, 14(1), 54–65.
Wijayati, I. W., Hotman, F., Damanik, S., & Prawirosastro, C. L. (2025). Kesenjangan akses pendidikan di daerah terpencil: Analisis kebijakan dan alternatif solusi. Journal Scientific of Mandalika, 6(3), 819–824.
Yunulius, Y., Lestari, L., & Wita, E. (2022). Parental involvement in online learning during the Covid-19 pandemic. Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.63401/jpvi.v1i1.5
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.42094
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















