Manajemen media sosial dengan produksi konten berbasis cerita untuk mengoptimalkan potensi kopi Wonogiri
Abstract
Abstrak
Kopi Wonogiri telah melalui perjalanan cerita yang panjang. Ratusan tahun lalu, tepatnya pada tahun 1800-an, Wonogiri menjadi sentra produksi kopi di Jawa Tengah dan menjadi pusat perkebunan kopi milik Mangkunegara IV. Namun kejayaan kopi Wonogiri meredup saat Belanda tidak lagi berkuasa. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2018 beberapa pegiat kopi mulai membangun kembali geliat industri kopi di Wonogiri sebagai salah satu komoditas unggulan. Semangat ini dilanjutkan dengan pembentukan kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Wonogiri guna mendapatkan pengakuan atas potensi kopi Wonogiri oleh Kementerian Hukum RI pada akhir tahun 2025. Meski demikian, MPIG Kopi Robusta Wonogiri belum memiliki program lanjutan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pasar dalam rangka memajukan potensi kopi di Wonogiri setelah menerima pengakuan secara hukum dari kementerian tersebut. Dikhawatirkan hal ini dapat menyurutkan semangat para pegiat kopi yang tengah membangkitkan kembali kejayaan kopi Wonogiri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung 16 orang anggota MPIG Kopi Robusta Wonogiri melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan manajemen media sosial dengan produksi konten berbasis cerita (storytelling) tentang kopi Wonogiri. Konten storytelling dinilai mampu membangun keterlibatan emosional audiens, sehingga cenderung akan menciptakan kesan positif dan memperkuat daya tarik kopi Wonogiri. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari skor pre-test 5,5 menjadi 8,75. Namun hasil praktek penyusunan naskah storytelling menunjukkan bahwa peserta melewatkan unsur konflik dalam alur cerita. Selain penting untuk melengkapi narasi storytelling, unsur konflik juga dapat menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menghindarkan penonton dari rasa bosan. Karenanya, dibutuhkan kegiatan lanjutan yang lebih intensif yang bersifat praktis.
Kata kunci: kopi Wonogiri; manajemen media sosial; konten; narasi cerita
Abstract
Wonogiri coffee has a long history. Centuries ago, specifically in the 1800s, Wonogiri was a coffee production hub in Central Java and the site of coffee plantations owned by Mangkunegara IV. However, the glory of Wonogiri coffee faded after Dutch rule ended. Over time, in 2018, coffee enthusiasts began revitalizing the local coffee industry, aiming to establish it as a key commodity. This momentum led to the formation of the Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Wonogiri, with the goal of securing official recognition for the region’s coffee potential from Kementerian Hukum RI by the end of 2025. Nevertheless, the MPIG lacks follow up programs to enhance quality or expand market reach, steps necessary to further advance the local coffee industry after obtaining legal recognition. There is concern that this situation could dampen the enthusiasm of coffee enthusiasts who are working to revive the glory of Wonogiri coffee. This community service initiative aims to support 16 members of the MPIG Kopi Robusta Wonogiri through outreach and social media management training focused on producing storytelling-based content about Wonogiri coffee. Storytelling content is considered capable of fostering emotional engagement with the aidoence, thereby tending to create a positive impression and enhance the appeal of Wonogiri coffee. Results showed an increase in participants’ average understanding, with scores rising from 5.5 in the pre-test to 8.75. However, the practical exercises in drafting storytelling scripts revealed that participants tended to overlook the element of conflict in their narratives. Beyond being essential for a complete story, the element of conflict serves as a compelling feature that helps prevent audience boredom. Consequently, there is a need for more intensive, pratical follow-up activities.
Keywords: Wonogiri coffee; social media management; content, storytelling
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ayustina, L. K. (2021). Peran Aktivasi Media Sosial dalam Meningkatkan Eksistensi PT PAL Indonesia (Persero). The Commercium, 4(2), 120–131.
Duarte, T. (2017). How to Use Sales Stories: Storytelling Techniques That Sell. https://www.duarte.com/blog/how-to-use-sales-stories-storytelling-techniques/?utm_source=chatgpt.com
H.P, W., Rinata, A. ., & Ghofur, M. A. (2023). Implementasi Media Digital Communications pada Pedagang Ikan Cupang Hias. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(2), 273–283.
Humayrah, M., Dailami, Thamdzir, M., Ilham, W., & Sukmamedian, H. (2026). Pengaruh marketing Storytelling TikTok Terhadap Minat Beli Konsumen di Keikakery Kota Batam. Jurnal Menata, 5(1), 6–16.
Iftinani, Q., Situmeang, W. H., & Dharmawan, L. (2023). Pengembangan Masyarakat Program Holistik Pembinaan dan Pengembangan Desa (PHP2D) pada Kelompok Rukuntani di Desa Bantarsari. Jurnal Sosial Terapan, 1(1), 63–72.
Meira, M. A., Verawati, N., & Hernawan, W. (2024). Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran pada Platform Media Sosial dalam Mempertahankan Eksistensi. Kontektual: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 107–117.
Muchtar, K., Purnaningsih, N., & Susanto, D. (2014). Komunikasi Partisipatif pada Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). Jurnal Komunikasi Pembangunan, 12(2), 1–14.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Universitas Gadjah Mada.
Priliantini, A., Anshori, M., Rahmanto, A. N., Yuliarti, M. S., Naini, A. M. I., & Hendriyani, C. T. (2023). Konstruksi Storytelling pada Video Virtual Travelling. Jurnal Komunikasi Global, 12(2), 258–283.
Renosari, P., Prasetyaningsih, E., Selamat, & Selamat, A. A. (2022). Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Keberlanjutan Program Pengelolaan Bank Sampah dan Budidaya Maggot. Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 10(2), 235–241.
Ristiana, K. R., & Adeani, I. S. (2017). Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Surga yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia. Jurnal Literasi, 1(2).
Rizkia, R., & Oktafani, F. (2020). The Effect of Storytelling Marketing on Purchasing Decision Through Brand Equity as Intervening Variable on Gojek in Jakarta. International Journal of Management, Entrepreneurship, Social Science and Humanities, 3(1), 48–55.
Sofyan, R. N., & Setiawati, S. D. (2024). Pengelolaan Konten Media Sosial TikTok @Gaise.Jkt melalui Konsep Storytelling. E-Proceeding of Management, 11(6), 7440–7445.
Susanti, E. (2013). Tingkat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga: Kasus di Desa Dayah Tanoh Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Jurnal Agrisep, 14(2), 44–53.
Tanjung, N. S., Sadono, D., & Wibowo, C. T. (2017). Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Nagari di Sumatera Barat. Jurnal Penyuluhan, 13(1), 14–30.
Yuliana, I., & Wantoro, J. (2017). Berkreasi dengan Digital Storytelling. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Berkemajuan Dan Menggembirakan, 2, 551–558.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.42331
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















