Pendampingan perancangan tata letak sistem irigasi tetes pada budidaya bawang merah di kelompok tani Kumbang Jantan Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok
Abstract
Abstrak
Kelompok Tani Kumbang Jantan di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, merupakan kelompok tani bawang merah yang menghadapi permasalahan pengelolaan air akibat sistem penyiraman yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air belum merata, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, dan berpotensi menurunkan efisiensi penggunaan air, terutama pada kondisi ketersediaan air yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai sistem irigasi tetes serta menghasilkan rancangan tata letak irigasi tetes yang sesuai dengan kondisi lahan budidaya bawang merah. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi permasalahan, survei dan pengukuran lahan, perancangan tata letak, sosialisasi dan pelatihan, serta pendampingan. Survei dilakukan untuk memperoleh data luas dan bentuk lahan, kemiringan, posisi sumber air, jumlah dan ukuran bedengan, serta kondisi tata letak lahan yang digunakan sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan memberikan pemahaman teknis awal kepada 17 anggota kelompok tani mengenai prinsip kerja irigasi tetes, fungsi komponen, dan penentuan jalur jaringan berdasarkan kondisi lahan. Selain itu, telah dihasilkan rancangan tata letak sistem irigasi tetes pada demplot seluas 351,58 m² yang mencakup jaringan pipa utama, pipa cabang, pipa lateral, serta sistem penyediaan air berupa kolam penampungan, pompa, tandon, panel surya, dan baterai. Rancangan tersebut dapat digunakan sebagai acuan awal dalam implementasi sistem irigasi tetes pada lahan budidaya bawang merah.
Kata kunci: bawang merah; irigasi tetes; kelompok tani; tata letak irigasi; pengabdian kepada masyarakat.
Abstract
The Kumbang Jantan Farmers’ Group in Alahan Panjang Village, Solok Regency, is a shallot farming group facing water management challenges due to an irrigation system that is still operated manually. This situation results in uneven water distribution, increases labor requirements, and has the potential to reduce water use efficiency, especially when water availability is limited. This community service activity aims to enhance farmers’ knowledge of drip irrigation systems and to develop a drip irrigation layout design suited to the conditions of the shallot cultivation fields. The implementation method was participatory, involving the following stages: problem identification, land surveys and measurements, layout design, outreach and training, and on-site assistance. Surveys were conducted to collect data on land area and shape, slope, water source location, number and size of raised beds, and existing land layout—all of which served as the basis for designing the irrigation network. The results of the activities showed that the training and mentoring provided 17 farmer group members with a basic technical understanding of the operating principles of drip irrigation, the functions of its components, and how to determine the layout of the network based on land conditions. In addition, a layout design for a drip irrigation system was developed for a 351.58 m² demonstration plot, covering the main pipeline, branch pipes, lateral pipes, and a water supply system consisting of a storage pond, a pump, a water tank, solar panels, and batteries. This design can serve as an initial reference for implementing a drip irrigation system on shallot cultivation plots.
Keywords: shallot; drip irrigation; farmer’s groups; irrigation layout; community service.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Apriyana, Y., Kartiwa, B., Rejekiningrum, P., Estiningtyas, W., Surmaini, E., Dewi, E. R., Sutardi, & Alifia, A. D. (2026). Application of Irrigation Techniques to Improve Water Use Efficiency in Shallots (Allium ascalonicum L.) in Dryland. Water Cycle, 7(November 2025), 278–291. https://doi.org/10.1016/j.watcyc.2025.11.001
Fan, Y., Park, S., & Nan, Z. (2017). Participatory water management and adoption of micro-irrigation systems : smallholder farmers in arid north-western China. International Journal of Water Resources Development, 0627(December), 1–19. https://doi.org/10.1080/07900627.2017.1400424
Fauziah, R., Susila, A. D., & Sulistyono, E. (2016). Budidaya Bawang Merah ( Allium ascalonicum L .) pada Lahan Kering Menggunakan Irigasi Sprinkler pada berbagai Volume dan Frekuensi. Jurnal Hortikultura Indonesia, 7(1), 1–8.
Grant, F., Sheline, C., Sokol, J., Amrose, S., Brownell, E., Nangia, V., & Winter, A. G. (2022). Creating a Solar-Powered Drip Irrigation Optimal Performance Model (SDrOP) to Lower the Cost of Drip Iirrigation Systems for Smallholder Farmers. Applied Energy, 323, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2022.119563
Kurnia, R., Apip, M., & Arifin, F. S. (2026). Teknologi Irigasi tetes Untuk Meningkatkan Efesiensi dan Produktivitas Usahatani Bawang Merah. Abdimas Galuh, 8(1), 164–170.
Manurung, G. P., Kusumiyati, & Hamdani, J. S. (2022). Pengaruh interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan adaptasi tiga bawang merah komersial. Jurnal Kultivasi, 21(1), 24–32. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i1.34836
Mgendi, B. G., Mao, S., & Qiao, F. (2022). Does Agricultural Training and Demonstration Matter in Technology Adoption ? The Empirical Evidence from Small Rice Farmers in Tanzania. Technology in Society, 70, 1–7.
Nofirman. (2019). Studi Keunggulan Wilayah dan Komoditi Hortikultura Di Daerah Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Jurnal Georafflesia, 4(1), 73–88.
Pereira, L. S. (2019). Inter-relationships between irrigation scheduling methods and on-farm irrigation systems. (edisi daring FAO).
Prathama, M., Susila, A. D., & Santosa, E. (2023). Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah terhadap Kepadatan Populasi dan Jumlah Selang Fertigasi Menggunakan Irigasi Tetes. Jurnal Hortikultura Indonesia, 14(2), 78–86.
Pratiwi, A., & Suzuki, A. (2020). Does Training Location Matter ? Evidence from a Randomized Field Experiment in Rural Indonesia. Agricultural Food Economics, 8(3), 1–23.
Putri, A., Pratiwi, D., Sesha, E., Mutiadilara, N., & Hartanto, D. (2025). Analisis Statistik Potensi Pengembangan Budidaya Bawang Merah Di Alahan Panjang. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin, 9(12), 399–404.
Putri, N. R., & Budiman, A. (2025). Pendugaan Erosi Tanah Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik di Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Jurnal Fisika Unand (JFU), 14(5), 486–492.
Santra, P. (2021). Performance Evaluation of solar PV pumping system for providing irrigation through micro-irrigation techniques using surface water resources in hot arid region of India. Agricultural Water Management, 245(April), 106554. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2020.106554
Sokol, J., Amrose, S., Nangia, V., Talozi, S., Brownell, E., Montanaro, G., Naser, K. A., Mustafa, K. B., Bahri, A., Bouazzama, B., Bouizgaren, A., Mazahrih, N., Moussadek, R., Sikaoui, L., & Winter, A. G. (2019). Energy Reduction and Uniformity of Low-Pressure Online Drip Irrigation Emitters in Field Tests. Water, 11(1195), 1–29.
Soliman, A. I. E., Morad, M. M., Wasfy, K. I., & Moursy, M. A. M. (2020). Utilization of Aquaculture Drainage for Enhancing Onion Crop Yield Under Surface and Subsurface Drip Irrigation Systems. Agricultural Water Management, 239(May), 1–9. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2020.106244
Sumarianti, A., Jayanti, K. D., & Tanari, Y. (2022). Pengaruh Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.). Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 15(1), 39–43.
Suriadi, A., Mardiana, Sa’dyah, H., & Nazam, M. (2022). Feasibility of water-saving technology to improve shallot productivity in dryland of Eastern Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1107/1/012072
Triana, A. N., Hersyamsi, & Yanto, S. (2025). Penerapan Sistem Irigasi Tetes Berbagai Volume Air dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah ( Allium Ascalunicum L .). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 25(1), 63–75.
Turrodiyah, A., Santoso, B., Priatri, N. I., Rizqi, F. ., Hsieh, C. ., Subejo, Widada, J., & Sartohadi, J. (2025). Evaluation of water use efficiency and yield on shallot (Allium cepa L.) cultivation under conventional irrigation and sensor-based drip irrigation. Journal of Agrometeorology, 27(3), 273–278.
Widiastuti, I., & Wijayanto, D. S. (2018). Implementasi Teknologi Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Buah Naga. Jurnal Keteknikan Pertanian, 6(1), 1–8.
Yang, Q., Zhu, Y., & Wang, F. (2021). Exploring Mediating Factors between Agricultural Training and Farmers ’ Adoption of Drip Fertigation System : Evidence from Banana Farmers in China. Water, 13(1364), 1–18.
DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i5.42547
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
______________________________________________________
Jurnal Selaparang
p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X
EDITORIAL OFFICE:

















