HONEY BEE SCHOOL: EDUKASI LINGKUNGAN BERBASIS BUDIDAYA LEBAH MADU DI KABUPATEN KEPULUAN MENTAWAI

Triyatno Triyatno, Febriandi Febriandi, Lailatur Rahmi, Yulia Permata Sari

Abstract


Abstrak: Potensi lebah madu Mentawai sangat besar, hal ini dapat menjadi mata pencarian Masyarakat yang dapat meningktakan perekonomian. Namun, saat ini madu di panen dengan cara tradisional sehingga menyebabkan koloni lebah madu berkurang bahkan terancam keberadaannya. Pengabdian kepada masyarakat melalui pendirian Honey Bee School di Kabupaten Kepulauan Mentawai bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lebah madu dan ekosistemnya, serta memberikan edukasi yang berbasis lingkungan. Metode program ini terdiri dari pelatihan calon trainer untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional, menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar-mengajar, pembentukan struktur organisasi yang baik, penyiapan berkas administrasi sesuai standar pendidikan nonformal, serta merancang kelas-kelas edukasi tematik yang berfokus pada pembelajaran interaktif dan berbasis praktik, seperti budidaya lebah madu dan panen lebah madu hutan. Tim pengabdian bermitra dengan karang taruna desa Matobe yang beranggotakan 38 orang dengan rentang usia 20-50 tahun. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan dan edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kompetensi masyarakat dalam budidaya lebah madu dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sebanyak 80 persen. Program ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal melalui pengembangan produk madu. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kolaborasi dari berbagai pihak, Honey Bee School dapat menjadi model pendidikan nonformal dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Abstract: The potential of Mentawai honeybees is huge, this can be a livelihood for the community that can improve the economy. However, honey is currently harvested in a traditional way, causing honey bee colonies to decrease and even threaten their existence. Community service through the establishment of Honey Bee School in the Mentawai Islands Regency aims to increase community awareness and understanding of the importance of conserving honey bees and their ecosystems, as well as providing environmentally-based education. The program method consists of training prospective trainers to create professional educators, preparing facilities and infrastructure that support the teaching and learning process, establishing a good organisational structure, preparing administrative files according to non-formal education standards, and designing thematic educational classes that focus on interactive and practice-based learning, such as honey bee cultivation and forest honey bee harvesting. The service team partnered with the Matobe village youth organisation, which consists of 38 members with an age range of 20-50 years. The results of this service showed that the training and education provided were able to increase community competence in honey bee cultivation while maintaining environmental sustainability by 80 per cent. This programme also has the potential to improve local economic welfare through honey product development. With continued support and collaboration from various parties, Honey Bee School can become a model of non-formal education in environmental conservation and community empowerment.


Keywords


Honey Bee; Honey Bee School; Environmental Conservation.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


Alpian, Dkk (2022). Identifikasi Jenis Tanaman Sebagai Pakan Lebah Madu Kelulut (Trigona spp.) di KPHP Katingan Hulu. Jurnal Hutan Tropis, 10(3), 277. https://doi.org/10.20527/jht.v10i3.14970

Dopler, Dkk. (2022). Analisis Spasial Kebakaran Hutan Di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(3), 772–796. https://doi.org/10.58344/jmi.v1i3.71

Illahi, F. M. (2020). Pengaruh Fasilitas Rumah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Kajian ekonomi dan Pembangunan. http://dx.doi.org/10.24036/jkep.v2i2.12643, Vol 2 No 2, 2020

Alfioni, S., Yuliani, F.(2022). Implementasi Program pada Satuan Pendidikan NonFormal Kota Padang Panjang. Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 1(2), 85–95. https://doi.org/10.35912/jahidik.v1i2.713

Ivan, M. (2021). Paradigma Baru Program Studi Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah (PNF/PLS) Di Era Vuca. PAKAR Pendidikan, 19(2), 87–100. https://doi.org/10.24036/pakar.v19i2.210

Juanti, M. (2021). Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2012-2017. Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal, 2(1), 78–92. https://doi.org/10.25077/jdpl.2.1.78-92.2020

Kabupaten-kepulauan-mentawai-dalam-angka-2024. (2024.).

Kurniawan, R. (2019). Harmonisasi Masyarakat Mentawai. Al-Qalb:Jurnal Psikologi Islam, 9(2), 111–118. https://doi.org/10.15548/alqalb.v9i2.859

Laila, D. A., & Salahudin, S. (2022). Pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui pendidikan nonformal: Sebuah kajian pustaka. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 9(2), 100–112. https://doi.org/10.21831/jppfa.v9i2.44064

Lamerkabel, Dkk. (2021). Karakteristik Morfologi dan Morfometrik Lebah Madu Tak Bersengat (Apidae; Melliponinae) pada Koloni di Daerah Pesisir Pulau Ambon. Jurnal Budidaya Pertanian, 17(1), 28–35. https://doi.org/10.30598/jbdp.2021.17.1.28

Mandalika, & Setiawan, R. N. S. (2023). Analisis Tingkat Kesejahteraan Peternak Lebah Madu Di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Agrimansion, 24(2), 554–562. https://doi.org/10.29303/agrimansion.v24i3.1571

Munandar, A., Dkk (2022). Keragaman Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Suku Mentawai Di Kawasan Wisata Bahari Pulau Siberut. Menara Ilmu, 16 (1). Hal 1-10 https://doi.org/10.31869/mi.v16i1.3243

Mustari, A. H., & Setiawan, D. H. (2013). Karakteristik Habitat, Pola Sebaran Dan Perilaku Musang Mentawai (Paradoxurus lignicolor Miller 1903) Di Area Siberut Conservation Program, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. 18(3).hal 107-111.

Putra Dkk. (2023). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Suku Mentawai dalam Upaya Mitigasi Bencana: Sistematik Review. Dinamika Lingkungan Indonesia, Juli 2023, Hal 88-96, Volume 10, Nomor 2 DOI 10.31258/dli.10.2.p. 88-96

Qois, Z. A., & Rahmi, R. (2021). The Role Of Contemporary Leadership At The Library And Information Science Student Association In The Faculty Of Humanities, Universitas Indonesia. Journal of Leadership in Organizations, 3(1). hal 1-15 https://doi.org/10.22146/jlo.64201

Resinta, Anuar Rashid, & Muhammad Firdaus. (2024). Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Budi Daya Lebah Madu. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(1), 99–102. https://doi.org/10.47441/jkp.v19i1.351Sitorus, T., & Purwanto, E. (2017.). The Effect Of Good Corporate Governance And Corporate Social Responsibility On Financial Performance. Journal of Business. Volume 14, Issue 4, Summer 2017, Hal 328-336.Triyatno, T., Dkk (2024). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Optimalisasi Budidaya Lebah Madu Berbasis AgroforestrI. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(1), 713. https://doi.org/10.31764/jmm.v8i1.19710

Yunianto, A. S., & Jannetta, S. (2020). Potensi budidaya lebah madu sebagai harapan di tengah pandemi Covid-19. Unri Conference Series: Community Engagement, Vol 2, Issue 3 192–200. https://doi.org/10.31258/unricsce.2.192-200




DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v9i1.27936

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Triyatno, Febriandi, Lailatur Rahmi, Yulia Permata Sari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:

      

         

 

________________________________________________________________ 

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE: