PEMBERDAYAAN SANGGAR SENI AIYRA (SANIRA) DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BUGIS MELALUI PELATIHAN SENI TARI TRADISI DAN KREASI
Abstract
Abstrak: Di tengah arus globalisasi, minat generasi muda terhadap seni tari tradisional Bugis di Kabupaten Soppeng mengalami penurunan. Sanggar seni sebagai pusat pelestarian budaya masih menghadapi keterbatasan fasilitas, manajemen, dan promosi. Kondisi ini menegaskan urgensi pelaksanaan program pemberdayaan yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan guna menjaga eksistensi seni tari Bugis sekaligus mendorong adaptasi melalui pengembangan tari tradisi dan kreasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Sanggar Seni AIYRA (SANIRA) dalam melestarikan budaya Bugis melalui pelatihan seni tari tradisi dan kreasi di Kabupaten Soppeng, sehingga dapat meningkatkan keterampilan teknis seni tari tradisi dan kreasi, penguasaan gerak dan ekspresi tari Bugis, serta kemampuan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi budaya. Selain itu, program ini juga bertujuan mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan manajerial, kerja sama tim, serta kesadaran dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop digitalisasi promosi budaya, serta pendampingan dan evaluasi yang melibatkan 15 anggota sanggar dan tim dosen serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.. Evaluasi dilakukan melalui desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan tari, dan kemampuan digital mitra. Keberhasilan ditandai dengan meningkatnya skor pada ketiga aspek tersebut, terciptanya karya tari kreasi baru, serta kemampuan mitra mengelola media sosial dan website secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan soft skill dan hard skill peserta sekitar 80%, serta peningkatan nilai ekonomis dan kemampuan promosi budaya sanggar hingga 60%. Program ini berhasil memperkuat peran sanggar sebagai pusat pelestarian budaya Bugis yang berkelanjutan.
Abstract: Amidst the current of globalization, the interest of the younger generation in traditional Bugis dance in Soppeng Regency has decreased. Art studios as centers for cultural preservation still face limitations in facilities, management, and promotion. This condition emphasizes the urgency of implementing a targeted, participatory, and sustainable empowerment program to maintain the existence of Bugis dance while encouraging adaptation through the development of traditional and creative dances that are relevant to current developments. This activity aims to empower the AIYRA Art Studio (SANIRA) in preserving Bugis culture through traditional and creative dance training in Soppeng Regency, so that they can improve technical skills in traditional and creative dance, mastery of Bugis dance movements and expressions, and the ability to utilize digital technology for cultural promotion. In addition, this program also aims to develop creativity, self-confidence, managerial skills, teamwork, as well as awareness and pride in local cultural identity. The implementation method included outreach, training, a digital cultural promotion workshop, and mentoring and evaluation involving 15 studio members and a team of lecturers and students from Muhammadiyah Sidenreng Rappang University. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to measure improvements in knowledge, dance skills, and digital capabilities of partners. Success was indicated by increased scores in these three aspects, the creation of new creative dance works, and the partners' ability to independently manage social media and websites. The results showed an increase in participants' soft and hard skills by approximately 80%, as well as an increase in the studio's economic value and cultural promotion capabilities by up to 60%. This program successfully strengthened the studio's role as a center for sustainable Bugis cultural preservation.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Armansyah, A. R. (2024). Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal: Melestarikan budaya tari daerah sebagai warisan budaya bangsa. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 11(2), 436–451.
Bakhroni, M. A. (2025). Pelestarian budaya melalui kesenian wayang orang di UPTD Taman Budaya Raden Shaleh (TBRS) Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Ivet).
Cahya, E. N. (2022). Mempertahankan identitas lokal di era globalisasi melalui sanggar seni Bougenville. Jurnal Borneo Akcaya 8(2), 112–126.
Hayat, M. A. (2024). Pengembangan kearifan lokal dan budaya tradisional di Kabupaten Tanah Bumbu: Studi kasus implementasi model komunikasi pembangunan partisipatif. Komunikata57 5(2), 74–85.
Indrawati, M. A. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS 18(1), 77–85.
Isnanda, R., & Rahman, R. (2019). Pemberdayaan sanggar budaya lokal di Kanagarian Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat 2019(3), 163–169.
Jamilah, N. S. (2024). Signifikansi gerakan tari tradisional dalam ritme kehidupan sosial di Sulawesi Selatan. Indonesian Journal, 5(2). 71-83.
Aziza, A., Nabila, J., Legowo, Y. A. S., & Utami, D. (2025). Pelatihan Tari Dongklak Guna Meningkatkan Wawasan Kebangsaan Siswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(11), 5086-5095
Nur Syafutri, M. N. (2024). Implementation of P5 to enhance creativity and diversity: The theme of local wisdom through archipelago dance training for students of SMKN 9 Wajo. EDUMASPUL: Jurnal Pendidikan Учредители: STKIP Muhammadiyah Enrekang 8(2), 4644–4648.
Nur, A. (2019). Bentuk pelatihan musik iringan tari Paduppa bagi pengangguran di Sanggar Seni Budaya Alfarabi Kabupaten Bulukumba (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).
Nursilah, M. S. (2024). Seni dan identitas budaya di Indonesia. Takaza Innovatix Labs.
Opi, S. S. (2024). Kajian koreografi tari Payung pada Sanggar Lasita Jaya Kabupaten Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 9(4). 33321
Rahayu, A. S. (2025). Pendampingan sanggar seni desa sebagai upaya pelestarian budaya lokal di Desa Pappandangan, Polman, Sulawesi Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala 4(4), 1259–1266.
Rijal, S. (2023). Kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Soppeng. Politeknik Pariwisata Makassar.
Sakinah, R. N. (2022). Pengaruh positif fenomena K-Pop terhadap karakter generasi muda di Indonesia. Journal on Education 5(1), 735–745.
Tambun, D. E. (2023). Aplikasi TikTok bagi perkembangan iman mahasiswa di Rumah Bina Karya Ilahi Madiun (Doctoral dissertation, STKIP Widya Yuwana).
Wayan, I. (2024). Penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal Papua. Aseni (Anggota IKAPI Pusat)
Yusrianti. (2024). The aesthetics of Padendang dance at Mappadendang traditional ceremony of Bugis society in Soppeng Regency. Catharsis, 8(1), 113–119.
Yusrianti, J. T. (2023). Implementasi nilai dalam penguatan karakter melalui budaya sekolah berbasis kearifan lokal di SMKN 8 Pinrang. Visi Sosial Humaniora, 41,(1) 18–28.
Yusrianti, Y. H. (2022). A form of choreography Padendang dance in Bugis community in Soppeng Regency. La Ogi: English Language Journal, 8(1), 48–54.
Armansyah, A. R. (2024). Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal: Melestarikan budaya tari daerah sebagai warisan budaya bangsa. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 11(2), 436–451.
Bakhroni, M. A. (2025). Pelestarian budaya melalui kesenian wayang orang di UPTD Taman Budaya Raden Shaleh (TBRS) Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Ivet).
Cahya, E. N. (2022). Mempertahankan identitas lokal di era globalisasi melalui sanggar seni Bougenville. Jurnal Borneo Akcaya, 8(2), 112–126.
Hayat, M. A. (2024). Pengembangan kearifan lokal dan budaya tradisional di Kabupaten Tanah Bumbu: Studi kasus implementasi model komunikasi pembangunan partisipatif. Komunikata57, 5(2), 74–85.
Indrawati, M. A. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 18(1), 77–85.
Isnanda, R., & Rahman, R. (2019). Pemberdayaan sanggar budaya lokal di Kanagarian Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 8(3), 163–169.
Jamilah, N. S. (2024). Signifikansi gerakan tari tradisional dalam ritme kehidupan sosial di Sulawesi Selatan. Indonesian Journal, 5(2), 71–83.
Aziza, A., Nabila, J., Legowo, Y. A. S., & Utami, D. (2025). Pelatihan tari Dongklak guna meningkatkan wawasan kebangsaan siswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(11), 5086–5095.
Nur Syafutri, M. N. (2024). Implementation of P5 to enhance creativity and diversity: The theme of local wisdom through archipelago dance training for students of SMKN 9 Wajo. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 8(2), 4644–4648.
Nur, A. (2019). Bentuk pelatihan musik iringan tari Paduppa bagi pengangguran di Sanggar Seni Budaya Alfarabi Kabupaten Bulukumba (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).
Nursilah, M. S. (2024). Seni dan identitas budaya di Indonesia. Takaza Innovatix Labs.
Opi, S. S. (2024). Kajian koreografi tari Payung pada Sanggar Lasita Jaya Kabupaten Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 9(4), 321–333.
Rahayu, A. S. (2025). Pendampingan sanggar seni desa sebagai upaya pelestarian budaya lokal di Desa Pappandangan, Polman, Sulawesi Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala, 4(4), 1259–1266.
Rijal, S. (2023). Kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Soppeng. Politeknik Pariwisata Makassar.
Sakinah, R. N. (2022). Pengaruh positif fenomena K-Pop terhadap karakter generasi muda di Indonesia. Journal on Education, 5(1), 735–745.
Tambun, D. E. (2023). Aplikasi TikTok bagi perkembangan iman mahasiswa di Rumah Bina Karya Ilahi Madiun (Doctoral dissertation, STKIP Widya Yuwana).
Wayan, I. (2024). Penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal Papua. Aseni.
Yusrianti. (2024). The aesthetics of Padendang dance at Mappadendang traditional ceremony of Bugis society in Soppeng Regency. Catharsis, 8(1), 113–119.
Yusrianti, J. T. (2023). Implementasi nilai dalam penguatan karakter melalui budaya sekolah berbasis kearifan lokal di SMKN 8 Pinrang. Visi Sosial Humaniora, 41(1), 18–28.
Yusrianti, Y. H. (2022). A form of choreography Padendang dance in Bugis community in Soppeng Regency. La Ogi: English Language Journal, 8(1), 48–54.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i2.37943
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Yusrianti, Usman M, Buhari, Damayanti Trisnasari, Kurniawaty, Cantika Rahayu S

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






