PENGEMBANGAN SENTRA AGROTOURISM HORTIKULTURA POLIKULTUR BERTEKNOLOGI SMART FARMING DI KAWASAN GEOPARK
Abstract
Abstrak: Pengembangan pertanian berkelanjutan dan agrowisata menjadi isu global seiring meningkatnya kebutuhan pangan, tekanan terhadap lingkungan, dan tuntutan diversifikasi ekonomi pedesaan. Namun, pada tingkat komunitas, integrasi antara hortikultura dan wisata masih sering berjalan parsial, disertai praktik budidaya konvensional dan pengelolaan limbah yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam pengelolaan hortikultura berwawasan agrowisata, pengolahan hasil, serta pengelolaan limbah berbasis pertanian konservasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penerapan ipteks, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan terdiri atas dua kelompok masyarakat dengan total 40 orang peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket untuk menilai perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra sebesar 75% dalam budidaya hortikultura terpadu, pengolahan produk, dan pengelolaan lingkungan berbasis agrowisata. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan nilai tambah ekonomi, serta mendukung keberlanjutan pengembangan agrowisata berbasis pertanian konservasi.
Abstract: The development of sustainable agriculture and agritourism has become a global issue amid rising food demand, environmental pressures, and the need for rural economic diversification. However, at the community level, the integration of horticulture and tourism often remains fragmented, accompanied by conventional farming practices and suboptimal waste management. This initiative aims to enhance partners’ hard and soft skills in agro-tourism-oriented horticulture management, crop processing, and conservation agriculture-based waste management. Implementation methods include outreach, training, hands-on practice, application of science and technology, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The project partners consist of two community groups with a total of 40 participants. Evaluation was conducted through observation, interviews, and questionnaires to assess changes in the partners’ knowledge, skills, and attitudes. The evaluation results showed a 75% improvement in the partners’ skills in integrated horticultural cultivation, product processing, and agrotourism-based environmental management. This activity contributed to strengthening community capacity, increasing economic value-added, and supporting the sustainable development of agrotourism based on conservation agriculture.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Adam, M. D., Susanti, P. H., & Sari, R. J. (2024). Strategi Pengembangan Desa Menuju Agrowisata Berbasis Masyarakat Secara Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Pariwisata Dan Bisnis, 3(8), 1357–1368. https://doi.org/10.22334/paris.v3i8.853
Adiyoga, W., Suherman, R., Gunadi, N., & Hidayat, A. (2004). Karakteristik teknis sistem pertanaman polikultur sayuran dataran tinggi. Jurnal Hortikultura, 14(4), 287-301. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/676
Ariani, E., & Rifin, A. (2017). Analisis Usaha Tani kakao Pada Dua Pola Tanam Polikultur. Forum Agribisnis, 7(2), 173–190. https://doi.org/10.29244/fagb.7.2.173-190
Arta, K. S., Lasmawan, I. W., Pageh, I. M., & Pardi, I. W. (2023). Revitalisasi Pengelolaan Destinasi Wisata Camping Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Di Desa Pingan Kintamani. Proceeding Senadimas Undiksha 2023, 8(November), 2287-2290.
Artha, I. K. R. W., Wiguna, A. A. G. S., Lestari, N. L. A. A., Kristina, N. P. D., Sugihartha, I. W., & Mardana, I. B. P. (2022). Pengembangan sentra pertanian tomat dengan sistem polikultur hortikultura berteknologi digital di Desa Pinggan, Kintamani. Proceeding Senadimas Undiksha, 997-1003.
Harun, I. (2023). Faktor-Faktor Penyebab Gagalnya Pembangunan Kawasan Pedesaan Berorientasi Ekowisata, Pembelajaran dari 3 Desa, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Jurnal Penataan Ruang, 18(2), 66–73. https://doi.org/10.12962/j2716179X.v18i2.16678
Hasbi, Muh., Ilsan, M., & Rasyid, R. (2022). Analisis Pendapatan Berbagai Pola Tanam Komoditas Holtikultura Di Desa Kanreapla Kecamatan Tombolopao. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(2), 106. https://doi.org/10.33096/wiratani.v5i2.94
Hidayati, N., & Ratnaningsih, E. (2025). Smart Circular Agriculture: IoT and Zero-Waste for Digital Agriculture Implementation. Research Horizon, 5(5), 2097–2108. https://doi.org/10.54518/rh.5.5.2025.824
Kuntari, W., & Rasid, S. A. (2021). Perubahan Pola Tanam Monokultur Menjadi Tumpang Sari Di Kelompok Tani Barokah Sejahtera. : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 4(2), 446–459. https://doi.org/10.52434/mja.v4i2.1441
Mayoux, L. (2005). Participatory action learning system (PALS): Impact assessment for civil society development and grassroots-based advocacy in Anandi, India. Journal of International Development, 17(2), 211–242. https://doi.org/10.1002/jid.1211
Partama, I. G. Y., Widnyana, I. K., Yastika, P. E., & Semadi, G. N. Y. (2025). Pengembangan Agro-Eduwisata Sinergi Optimal Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Batukaang Kintamani. Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 46–55. https://doi.org/10.59458/jwl.v4i2.129
Pramesti, D. S., Tanius, B., & Wibawa, K. (2024). Penguatan Kapasitas Sumber Data Manusia Pariwisata Melalui Sosialisasi Prima dan Pengembangan Produk Lokal di Desa Batukaang Kintamani. Bina Cipta, 3(2), 85–97. https://doi.org/10.46837/binacipta.v3i2.53
Pudianti, A., & Vitasurya, V. R. (2019). Pendekatan antropologi sebagai penyeimbang model perhitungan jejak ekologis di Desa Wisata. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 4(1), 33–44. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.77
Subaedah, S., Puspitasari, A., Agus, A., & Syamsari, S. (2024). Analisis Daya Tahan Usaha Holtikultura Tinjauan Aset dan Ekosistem Kewirausahaan. Journal of Agricultural and Rural Economy, 1(2), 66–78. https://doi.org/10.11594/agre.2024.v1i2.66-78
Wibowo, Y. G., Zahar, W., Syarifuddin, H., & Ananda, R. (2019). Pengembangan Eco-Geotourism Geopark Merangin Jambi. IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 4(1), 23–43. https://doi.org/10.21009/IJEEM.041.03
Widari, L. A. (2025). Dampak Pemanfaatan Teknologi Irigasi Otomatis dan Sensor Kelembaban Tanah terhadap Efisiensi Ekonomi Pertanian dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Journal of Economic Studies, 1(2), 107–113.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i2.38074
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ida Bagus Putu Mardana, I Wayan Sukra Warpala, I Gede Adnyana, I Komang Restu Widi Artha, Anak Agung Gde Suyoga Wiguna, Gede Arya Amerta, Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti, Putu Vina Febryanti, Gede Darmika Yasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






