PELATIHAN PENINGKATAN KOMPOSISI GIZI PANGAN LOKAL ENBAL MELALUI FORTIFIKASI DENGAN KACANG TUNGGAK

Ritha Lusian Karuwal, Mery Pattipeilohy, Adriana Jamrewav

Abstract


Abstrak: Potensi lokal di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang terkenal adalah enbal yang diolah menjadi produk pangan pengganti nasi. Produk ini memiliki kadar karbohidrat tinggi namun kadar nutrisi lainnya sangat rendah. Rendahnya kadar gizi pada enbal mengakibatkan perlunya inovasi berupa fortifikasi dengan sumber protein seperti kacang tunggak. Umumnya masyarakat di Kepulauan Kei belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pengembangan fortifikasi enbal dengan potensi lokal lainnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan edukasi berupa pelatihan. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang fortifikasi kacang tunggak dalam upaya meningkatkan komposisi gizi enbal. Kegiatan pelatihan dilakukan pada Januari 2026 bagi ibu-ibu pengusaha enbal di Desa Ngabub sebanyak 10 orang. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung. Untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan dilakukan pengukuran pemahaman peserta menggunakan kuisioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan partisipasi aktif serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 70-100% tentang fortifikasi pangan lokal. Peserta tertarik untuk menjual produk fortifikasi enbal dengan kacang tunggak sebagai kuliner khas daerah.

Abstract: A well-known local resource in the Kei Islands of Maluku Province is enbal, which is processed into a food product used as a substitute for rice. This product is high in carbohydrates but very low in other nutrients. The low nutritional content of enbal necessitates innovation in the form of fortification with protein sources such as cowpea. Generally, the communities in the Kei Islands do not yet possess the knowledge and skills required to develop fortified enbal using other local resources. This can be addressed through educational activities in the form of training. The aim of this training was to provide the community with knowledge and skills regarding the fortification of cowpeas in an effort to improve the nutritional composition of enbal. The training took place in January 2026 for 10 women entrepreneurs producing enbal in Ngabub Village. The activities were carried out through awareness-raising sessions and live demonstrations. To evaluate the success of the training, participants’ understanding was assessed using a questionnaire analysed descriptively. The results of the training activities showed active participation and an increase in knowledge and skills of 70–100% regarding the fortification of local foods. Participants were keen to sell fortified enbal products using cowpeas as a local culinary speciality.


Keywords


Enbal Fortification; Cowpea; Knowledge; Skills.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


Augustyn, G., Moniharapon, E., & Ohoirat, A. (2018). Analisis Kandungan Gizi dan Uji Organoleptik Berbagai Jenis Enbal (Oleh-Oleh Khas Kota Tual) di Kabupaten Maluku Tenggara. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 7(2), 43–48. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2018.7.2.43

Endayani, T., Rina, C., & Agustina, M. (2020). Demonstration method to improve student learning outcomes. Al-Azkiya: Jurnal Ilmiah Pendidikan MI/SD, 5(2), 150–158.

Gaspersz, F., & Sormin, R. B. D. (2007). Studi pembuatan enbal cetak yang diperkaya ikan teri/puri (Stelophorus sp). Seminar Nasional Akselerasi Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Ketahanan Pangan Di Wilayah Kepulauan, 728–736.

Haliza, W., Purwani, E. Y., & Thahir, R. (2010). Pemanfaatan kacang-kacangan lokal mendukung diversifikasi pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian, 3(3), 238–245.

Hetharie, H., Hehanussa, M. L., & Raharjo, S. H. T. (2013). Potensi produksi beberapa aksesi kacang tunggak lokal (Vigna unguiculata (L) Walp.). Jurnal Budidaya Pertanian, 9(1), 22–25.

Karuwal, R. L., Sinay, H., & Maturbongs, A. (2025). Edukasi Pembuatan Produk Pangan Berbahan Dasar Kacang Tunggak Lokal bagi Masyarakat Desa Taar, Kota Tual. Jurnal Abdi Insani, 12(2), 735–742. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i2.2293

Karuwal, R. L., Sinay, H., Sangur, K., Purwaningrahayu, R. D., Yusnawan, E., & Nugraha, Y. (2023). Identification of Metabolite Profiles of Local Cowpeas (Vigna unguiculata L. Walp) from Southwest Maluku, Indonesia. Journal of Agriculture and Food Research, 14,(100788), 1–9. https://doi.org/10.1016/j.jafr.2023.100788

Karuwal, R. L., Suharsono, Tjahjoleksono, A., & Hanif, N. (2017). Physiological Responses of Some Local Cowpea from Southwest Maluku (Indonesia) Varieties to Drought Stress. Biodiversitas, 18(4), 1294–1299. https://doi.org/10.13057/biodiv/d180402

Karuwal, R. L., Suharsono, Tjahjoleksono, A., & Hanif, N. (2018). Identification of Drought-Tolerant Local Cowpea Varieties of Southwest Maluku (Indonesia). Makara Journal of Science, 22(4), 179–186. https://doi.org/10.7454/mss.v22i4.10257

Karuwal, R. L., Suharsono, Tjahjoleksono, A., & Hanif, N. (2021). Characterization and Nutrient Analysis of Seed of Local Cowpea (Vigna unguiculata) Varieties from Southwest Maluku, Indonesia. Biodiversitas, 22(1), 85–91. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220112

Marasabessy, I., Sudirjo, F., Hamid, S. K., & Irmawaty, Y. (2018). Produksi Enbal (Singkong) Crispy yang Difortifikasi Serat Rumput Laut. Jurnal ABDIMAS, 11(3), 205–212.

Ngangun, T., & Marasabessy, I. (2019). Program Kemitraan dalam Pengembangan Pangan Lokal Singkong Krispi Rumput Laut untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat. Agrokreatif, 5(3), 239–245.

Polnaya, F. (2008). Eksplorasi dan Karakterisasi Plasma Nutfah Kacang Tunggak (Vigna unguiculata, L. Walp.) di Pulau Lakor. Jurnal Budidaya Pertanian, 4(2), 115–121.

Polnaya, F. J., Breemer, R., Timisela, N. R., & Leatemia, E. D. (2016). Enbal sebagai Pangan Spesifik Lokal Menunjang Pendapatan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Prosiding Seminar Nasional ``Mewujudkan Kedaulatan Pangan Pada Lahan Sub Optimal Melalui Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi’’, 119–124.

Riry, J., Lawalata, V. N., Tapotubun, E. J., & Far-Far, R. A. (2013). Mutu Organoleptik Produk Enbal Fortifikasi (Makanan Tradisional Kepulauan Kei) Ditinjau dari Daya Terima Konsumen. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 16(3), 259–267.

Standar Nasional Indonesia. (2018). Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan. Badan Standarisasi Nasional.

Tapotubun, E. J. (2012). Kandungan gizi dan masa simpan makanan tradisional enbal asal Kepulauan Kei dengan penambahantepung ikan layang. Institut Pertanian Bogor.

Tuarita, M. Z., & Nara, S. M. (2022). Potensi Tepung Ikan Layang (Decapterus sp.) Dalam Enbal Sebagai Ingridien Pangan Fungsional Khas Kepulauan Kei, Maluku Tenggar. Marinade, 5(1), 1–9.

Tumiwa, B. B., & Tapotubun, E. J. (2013). The acceptance and nutrients of traditional food “enbal” from Kei Islands. Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University-Life Sciences & Engineering Chapter, 79–84.




DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.39281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Ritha Lusian Karuwal, Mery Pattipeilohy, Adriana Jamrewav

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:

      

         

 

________________________________________________________________ 

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE: