PENGUATAN KAPASITAS SANTRI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA DI PONDOK PESANTREN MALAYSIA
Abstract
Abstrak: Kebakaran di lingkungan pondok pesantren berpotensi menimbulkan kerugian besar karena tingginya aktivitas santri dan penggunaan instalasi listrik yang padat sehingga meningkatkan risiko korsleting. Santri sebagai kelompok rentan memerlukan penguatan kapasitas dalam kesiapsiagaan kebakaran dan pertolongan pertama. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pencegahan kebakaran serta penanganan awal keadaan darurat di Pondok Pesantren Malaysia. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif, penyuluhan, simulasi pemadaman api menggunakan karung goni dan APAR, serta pelatihan pertolongan pertama menggunakan P3K kepada 33 santri dan pengurus pesantren sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait kesiapsiagaan penanganan kebakaran dan pertolongan pertama. Indikator keberhasilan keguatan ditetapkan berdasarkan peningkatan proporsi pengetahuan peserta yang mencapai kategori tinggi (16-20 jawaban benar), peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan dan analisis perbedaan skor sebelum dan setelah dilakukan intervensi menggunakan uji paired sample t-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan kebakaran pada santri dari 15,2% menajdi 54,5% dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,2± 2,3 menjadi 15,6± 2,1 (p=0,008), sedangkan pengetahuan terkait P3K mengalami peningkatan dari 12,1% menjadi 51,5%, dengan rata-rata skor 10,8 ± 2,5 menjadi 15,1 ± 2,2 (p=0.0010). Selain itu, santri mampu melakukan simulasi evakuasi, penggunaan APAR dan melakukan pertolongan pertama menggunakan P3K secara mandiri sebagai bentuk penguatan mitigasi non-struktural di lingkungan pesantren.
Abstract: Fire disasters in Islamic boarding schools have the potential to cause significant losses due to high student activity and intensive use of electrical installations, which increase the risk of short circuits. Santri as a vulnerable group require strengthened capacity in fire disaster preparedness and first aid management. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of santri in fire prevention and emergency first aid management at an Islamic boarding school in Malaysia. The program was conducted through interactive socialization, health education, fire extinguishing simulations using burlap sacks and fire extinguishers (APAR), as well as first aid training using first aid kits for 33 santri and boarding school administrators as community partners. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ understanding of fire emergency preparedness and first aid management. The success indicators of the program were determined based on the increase in the proportion of participants achieving a high level of knowledge (16–20 correct answers), improvements in mean knowledge scores, and the analysis of score differences before and after the intervention using a paired sample t-test. The results demonstrated a significant improvement in students’ fire preparedness knowledge, with the proportion of participants in the high-knowledge category increasing from 15.2% to 54.5%. The mean knowledge score also increased from 11.2 ± 2.3 to 15.6 ± 2.1 (p = 0.008). Similarly, knowledge related to first aid (P3K) improved substantially, with the proportion of participants in the high-knowledge category increasing from 12.1% to 51.5%, while the mean score increased from 10.8 ± 2.5 to 15.1 ± 2.2 (p = 0.010). In addition, the students were able to independently perform evacuation procedures, operate portable fire extinguishers (APAR), and provide first aid using first aid kits (P3K). These outcomes indicate that the program successfully strengthened non-structural disaster mitigation efforts and enhanced emergency preparedness capacity within the Islamic boarding school environment.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Al Waqfi, A. S., Ng, Y. G., Lim, P. Y., & Md Tamrin, S. B. (2022). Fire safety awareness and preparedness among students in Malaysian boarding schools. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(18), 11234–11245.
Alzahra, R., Ishigami, T., & Shaw, R. (2016). Disaster education for children: Fire safety preparedness in school environments. International Journal of Disaster Risk Reduction, 19, 1–8.
Alfarizi, R. K., Ayu, F., Saffana Zahra, J., Hikmiah, S., & Sunaryo, M. (2023). Simulasi penanggulangan kebakaran pada UMKM Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(4), 3144–3148.
Aziz, M. A., Hassan, M. R., & Ibrahim, M. (2020). Fire safety management in Malaysian higher educational institutions. International Journal of Real Estate Studies, 15(S1), 70-81.
Ayu, F., Sunaryo, M., Bhayusakti, A., Zahra, J. S., Al Farizi, R. K., & Hikmiah, S. (2023). Program siaga tangguh tanggap bencana kebakaran (SiTantek) pada pekerja KUB Mampu Jaya: Program siaga tangguh tanggap bencana kebakaran (SiTantek) pada pekerja KUB Mampu Jaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 1298–1303.
Ayu, F., & Ratriwardhani, R. A. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap santri terhadap kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana kebakaran di Pondok Pesantren X di Kota Surabaya. Business and Finance Journal, 6(1), 21–30.
Bhebhe, N., Velempini, K., & Senzanje, A. (2019). Factors contributing to fire outbreaks in educational institutions. Journal of Safety Research, 68, 123–130.
Cadorin, L., Cheng, S. F., & Palese, A. (2017). Linking learning environment and self-directed learning readiness among nursing students. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(6), 1–12. https://doi.org/10.3390/ijerph14060639
Campbell, R. (2020). Structure fires in educational properties. National Fire Protection Association (NFPA).
Dowlati, M., Seyedin, H., Ardalan, A., & Mansouri, N. (2020). School fire safety preparedness and risk assessment: A global perspective. Safety Science, 129, 104812.
Haryono, H. (2012). Indonesia miliki 127 gunung aktif. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). http://lipi.go.id/lipimedia/indonesia-miliki127-gunung-api-aktif/7448
Hassan, N. H., Rahman, N. A., & Salleh, N. M. (2020). Knowledge, attitude and practice towards fire safety among students in Malaysia. Malaysian Journal of Public Health Medicine, 20(2), 55–63.
Hassan, H. F., Razak, M. A., & Hamid, N. A. (2020). Fire safety awareness among university students in Malaysia: A case study. Journal of Building Performance, 11(1), 39–46.
Hassanain, M. A., Al-Hammad, A. M., & Al-Nehmi, A. (2022). Fire safety management in educational buildings: Risk factors and mitigation strategies. Journal of Building Engineering, 45, 103470.
Mohamed Yusof, M. F., Mohd Roshdi, M. A., Saharuddin, H., & Mohd Noor, N. A. (2021). Disaster preparedness and safety culture in Malaysian educational institutions. Malaysian Journal of Society and Space, 17(4), 115–126.
Mohd Zul, A. F., Rahim, N. A., & Ismail, S. (2024). Fire safety knowledge and disaster preparedness among boarding school students in Malaysia. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 14(1), 255–268.
National Fire Protection Association. (2020). Structure fires in educational properties. NFPA. https://www.nfpa.org/education-and-research/research/nfpa-research/fire-statistical-reports/structure-fires-in-schools
Norhidayah, A., Ahmad, M. S., & Nurul, H. H. (2019). Knowledge, attitude and practice of fire safety among secondary school students in Selangor, Malaysia. Malaysian Journal of Public Health Medicine, 19(2), 47–53.
Prabowo, A., Nugroho, Y., & Setiawan, B. (2021). Urban fire vulnerability and fire protection system in densely populated settlements. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 738(1), 012045.
Purnomo, Nugroho Hari.(2021).Kerawanan Longsor Lahan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jurnal Geografi dan Pengajarannya. 7(14), 36-49.
Pemerintah Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran RI Tahun 2007, No.24. Jakarta
Pemerintah Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Lembaran RI Tahun 2008, No. 21. Jakarta
Rahim, N. A. (2015). Fire statistics and economic losses due to fire incidents in Malaysia. Malaysian Fire and Rescue Department Report, 2015, 1–35.
Seyedin, H., Dowlati, M., Ardalan, A., & Mansouri, N. (2020). Unsafe classroom conditions and school fire risks: A systematic review. BMC Public Health, 20(1), 1–10.
Soon-Beom, K., Lee, J. H., & Park, S. Y. (2021). Analysis of fire causes and prevention strategies in South Korea. Fire Science and Engineering, 35(2), 45–53.
Wiwik, Wahidah Osman,dkk.(2022). Sosialisasi Kesiapsiagaan Masyarakat dan Arahan pencegahan kebakaran di Kawasan Permukiman Padat Penduduk (Studi Kasus Kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo Kota Makassar). Jurnal Tepat (Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat). 5(2), 270-283.
Zulkipli, N. A., Ibrahim, R., & Ahmad, N. (2020). Fire safety knowledge and extinguisher usage competency among Malaysian students. Journal of Technical Education and Training, 12(3), 67–75.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i4.39775
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Friska Ayu, Merry Sunaryo, Moch. Sahri, Nur Ainiyah, Catur Wulandari, Yauwan Tobing Lukiyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






