PENDAMPINGAN REMAJA MELALUI EDUKASI BAHAYA PERNIKAHAN DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Abstract
Abstrak: Pernikahan dini pada remaja putri berisiko meningkatkan komplikasi kehamilan dan berkontribusi terhadap kejadian stunting pada bayi yang dilahirkan. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri dan anggota Karang Taruna tentang bahaya pernikahan dini sebagai upaya promotif-preventif pencegahan stunting, serta melakukan skrining kesehatan awal. Metode pelaksanaan berupa pemeriksaan kesehatan (berat badan, Lingkar Lengan Atas, tekanan darah, suhu, nadi, respirasi, dan kadar hemoglobin) pada 12 remaja putri, dilanjutkan edukasi BAPERAN disertai pre-test dan post-test pengetahuan pada 25 peserta (12 remaja putri dan 13 anggota Karang Taruna), dengan evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan 33,3% remaja putri memiliki Lingkar Lengan Atas <23,5 cm (indikasi Kurang Energi Kronik) dan 8,3% mengalami anemia. Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 56,4% (pre-test) menjadi 89,6% (post-test) (naik 33,2 poin persentase), dengan seluruh peserta (100%) mencapai nilai ≥70 sebagai indikator keberhasilan utama. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini dan pentingnya kesiapan kesehatan reproduksi sebelum memasuki kehamilan.
Abstract: Early marriage among adolescent girls increases the risk of pregnancy complications and contributes to stunting in newborns. This Community Partnership Program aimed to increase the knowledge of adolescent girls and Youth Organization (Karang Taruna) members about the dangers of early marriage as a promotive-preventive effort in stunting prevention, along with conducting initial health screening. The method involved health examinations (body weight, Mid-Upper Arm Circumference, blood pressure, temperature, pulse, respiration, and hemoglobin level) for 12 adolescent girls, followed by BAPERAN education with pre-test and post-test on 25 participants (12 adolescent girls and 13 youth organization members), with evaluation conducted descriptively by comparing knowledge scores before and after education. Screening results showed that 33.3% of adolescent girls had a Mid-Upper Arm Circumference <23.5 cm (indicating Chronic Energy Deficiency) and 8.3% had anemia. The mean knowledge score increased from 56.4% (pre-test) to 89.6% (post-test) (a 33.2 percentage-point increase), with all participants (100%) achieving scores ≥70 as the main success indicator. This activity shows an increase in adolescents' knowledge of the dangers of early marriage and the importance of reproductive health readiness before pregnancy.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Afriani, & Wusqa Abidin, U. (2022). Hubungan Pernikahan Usia Dini Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Anreapi. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(3), 291–297. https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1742
Anisa, A., Tengjaya, A., Meliyani, H., Nai, E., & Purnawijayanti, H. A. (2025). Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia Early marriage is a risk factor for stunting in children in Gunungkidul Regency. 13(1), 42–54.
Bawono, Y., Hanim, L. M., Astuti, J. S., Psikologi, P. S., Ilmu, J., Budaya, I., & Ilmu, F. (2022). Budaya dan Pernikahan Dini di Indonesia. 22(1), 83–91.
Chauhan, S., Kumar, P., Marbaniang, S. P., Srivastava, S., & Patel, R. (2022). Prevalence and predictors of anaemia among adolescents in Bihar and Uttar Pradesh, India. Scientific Reports, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.1038/s41598-022-12258-6
Dadras, O., Hazratzai, M., & Dadras, F. (2023). The association of child marriage with morbidities and mortality among children under 5 years in Afghanistan : findings from a national survey. BMC Public Health, 1–9. https://doi.org/10.1186/s12889-023-14977-5
Indonesia, K. P. P. dan P. A. R. (2020). Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak.
Kasjono, H. S., Wijanarko, A., Amelia, R., Fadillah, D., Wijanarko, W., & Sutaryono. (2020). Impact of Early Marriage on Childhood Stunting. 27(January 2018), 172–174. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.200723.043
Kecamatan Tilango. (2023). Profil Kesehatan Kecamatan Tilango.
Khobibah, Nurhidayati, T., Ruspita, M., & Astyandini, B. (2021). Anemia In Adolescents and Reproductive Health. 3(2), 11–17.
Khosiah, N., Dirgayunita, A., Soliha, I. A., & Adawiyah, R. (2022). Edukasi Pernikahan Dini Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Jam’iyah Muslimat Al-Barokah. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 436. https://doi.org/10.20527/btjpm.v4i2.4784
Matahari, R., Utami, F. P., & Sulistiawan, D. (2020). Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi melalui Pelatihan Life Skill Education. 5(2), 504–510.
Mustajab, A. azam, & Indriani, F. (2023). Hubungan Menikah Usia Anak Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wonosobo. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(1), 2–7. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v7i1.5494
Mutmainnah, Patimah, S., & Septiyanti. (2021). Hubungan kurang energi kronik (kek) dan wasting dengan kejadian anemia pada remaja putri di kabupaten majene. 02(01), 107–115.
Permatasari, C. (2022). Pernikahan Usia Dini dan Risiko Terhadap Kejadian Stunting pada Baduta di Puskesmas Kertek 2, Kabupaten Wonosobo. 6(1), 31–37.
Putri, R. N., Ernia, R., Melvani, R. P., Muslimin, & Nabil. (2025). Edukasi Kesehatan Dampak Pernikahan Dini Sebagai Upaya Dalam Pencegahan Stunting di Desa Beruge Darat Kabupaten Pali Ririn. Community Development Journal, 6(3), 4379–4384.
Raksun, A., Fahmi, A., Safira, A., Medianti Putri, N., Amada Rahdyan, J., Nurul Arifah, A., Komang Windi Purandari, D., Aditya Wardana, S., Safira Rahmadhani, D., & Sanjaya, A. (2023). Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini dan Sosialisasi Stunting Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Dane Rase Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(3), 490–494.
Savitri, M. K., Tupitu, N. D., Iswah, S. A., & Safitri, A. (2021). Hubungan Sikap dalam Pencegahan Anemia dengan Status Anemia pada Remaja Putri di SMAN 1 Kartasura. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 5(3), 1049-1056.
Tilango, K. (2024). Profil Kesehatan Tilango.
WHO. (2024). Adolescent Pregnancy (Number April).
Widowati, S. W., Nurmala, I., & Devy, S. R. (2024). Determinant of Early Marriage Adolescents to Risk Giving Birth to a Child in Case of Stunting. Jurnal Promkes: the Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 12(1), 195-205. https://doi.org/10.20473/jpk.V12.I1SP.2024.195-205
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i5.43170
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 yollanda dwi santi violentina, Puspita Sukmawati Rasyid, Yusni Podungge

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






